Connect with us

HUKRIM

Gandeng “Kaka Duki”, Kejari TTU Beri Penerangan Hukum Lewat Video Literasi

Published

on

Salah satu adegan dalam video literasi yang dibuat Kejari TTU bersama komedian Kaka Duki dalam rangka memberikan penerangan hukum kepada masyarakat. Foto: Tangkapan Layar

Kefamenanu, penatimor.com – Selain gencar melakukan penegakan hukum lewat penanganan perkara pidana umum dan khusus, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara juga terus memberikan penerangan hukum kepada masyarakat di wilayah hukumnya.

Berbagai cara dilakukan dalam memberikan penerangan hukum kepada masyarakat.

Di masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini, penerangan hukum juga gencar dilakukan Kejari TTU dengan menggunakan teknologi informasi baik itu media massa dan media sosial.

Yang terbaru, Kejari TTU menggandeng komedian lokal sekaligus YouTubers Kaka Duki.

Terpantau, dari kanal YouTube Bere Tallo Channel, video berjudul ” Kaka Duki Diciduk Korupsi Dana Desa” dengan durasi 18 menit 42 detik yang diupload pada tanggal 13 Juni 2021 pukul 20.00 Wita hingga saat ini sudah sebanyak 51 ribu kali ditonton.

Sementara itu, terdapat pula 259 komentar yang mendukung Kejari TTU dalam rangka pemberantasan tindak pidana korupsi di Kabupaten TTU.

Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH.,MH., kepada wartawan, Senin (14/6/2021) mengatakan, Kejari TTU terus melakukan inovasi dalam memberikan penerangan hukum kepada masyarakat di wilayah hukumnya.

Salah satu inovasi yang dilakukan oleh Kejari TTU yakni memberikan penerangan hukum dengan menggunakan informasi teknologi yang menggandeng YouTubers komedian di Kota Kefamenanu.

Bahkan, kegiatan penerangan hukum melalui teknologi informasi oleh Kejari TTU tersebut merupakan pertama di Indonesia.

“Perkembangan teknologi informasi ini mengharuskan kita untuk mampu mengikuti perkembangan zaman. Kalau kita memberikan penerangan hukum secara mainstream tentu hanya menyasar puluhan orang, namun melalui teknologi informasi dapat diakses oleh ribuan bahkan jutaan orang dimana saja berada,” ungkap Roberth.

Roberth menambahkan, dalam video literasi hukum yang ditayangkan melalui canal YouTube Bere Tallo Channel tersebut terdapat banyak pesan-pesan hukum yang tersampaikan kepada masyarakat.

Bahkan, lanjut Roberth, dalam video literasi hukum tersebut masyarakat Kabupaten TTU dan juga masyarakat banyak dapat terhibur dan pesan-pesan hukum juga tersampaikan dengan baik.

“Video yang baru diupload satu hari saja sudah ditonton oleh 51 ribu orang lebih. Ini berarti kegiatan penerangan hukum melalui teknologi informasi lebih efektif dan efisien,” jelasnya.

YouTubers komedian, Hengky Bere Tallo ketika dikonfirmasi, Senin (14/6/2021) menyampaikan kepada masyarakat umum untuk bisa dapat melaporkan berbagai penyimpanan dalam pengelolaan Dana Desa di masing-masing desa.

Pasalnya, Kejaksaan Negeri TTU saat ini sangat transparan dalam penanganan setiap perkara korupsi di wilayah hukum kejaksaan negeri setempat.

Untuk itu, para pemangku kepentingan di tingkat desa dapat pula transparan dalam pengelolaan Dana Desa sehingga tidak terjerat hukum.

“Kita siap mendukung Kejaksaan Negeri TTU dalam memberantas tindak pidana korupsi di Bumi Biinmaffo, sehingga masyarakat bisa sejahtera dan makmur,” pesannya. (ray)

Berikut ini videonya:

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kejari Kota Kupang Musnahkan Barang Bukti 31 Perkara

Published

on

Sejumlah barang bukti dimusnahkan secara bersama-sama dengan cara dibakar pada dua buah wadah drum oleh Kajari Kota Kupang, perwakilan BNN, Polres Kupang Kota, Wakil Ketua PN Kelas IA Kupang dan Balai POM Kota Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Kapolda NTT Akan Proses Hukum Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Published

on

Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif.
Continue Reading

HUKRIM

SADIS! Bocah 4 Tahun di Sabu Raijua Tewas Tertimpa Batang Pohon Kelapa, Kepala Pecah

Published

on

Eksavator dan batang pohon kelapa dipasang police line sebagai barang bukti.
Continue Reading
error: Content is protected !!