Connect with us

HUKRIM

Pengunjung Bendungan Raknamo Dikeroyok Sekelompok Pemuda Mabuk, Korban Lari ke Hutan dan Tersesat 18 Jam

Published

on

Babinkamtibmas, Babinsa bersama warga masyarakat saat menemukan korban Aristo Manao di sekitar Bendungan Raknamo.

Kupang, penatimor.com – Aristo Manao (20) warga RT 13/RW 10, Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah 18 jam tersesat di dalam hutan Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang.

Aristo lari bersembunyi di dalam hutan Reknamo kerena menjadi korban tindak pidana pengeroyokan.

Korban ditemukan warga yang tinggal di sekitar hutan Bendungan Raknamo,  Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Senin (7/6/2021) sekitar pukul 12.00 Wita.

Hal ini disampaikan Kapolres Kupang AKBP Aldinan R.J.H. Manurung, SIK., melalui Kapolsek Kupang Timur  IPTU Victor H. Saputra.

Menurut Kapolsek, kejadian ini barawal pada Minggu (6/6/2021), dimana korban dan seorang temannya datang berekreasi di lokasi Bendungan Raknamo.

Saat korban dan teman hendak pulang dengan menggunakan sepeda motor, keduanya dihadang oleh sekelompok pemuda yang lagi mengonsumsi minum keras (miras) di lokasi Bendungan Raknamo.

Saat itu juga, keduanya langsung dicegat oleh sekelompok pemuda itu yang langsung melakukan tindak pidana pengeroyokan.

“Akibat kejadian tersebut korban lari menyelamatkan diri ke dalam hutan, sedangkan temannya lari mencari pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut,” Kapolsek.

Mendapat laporan tersebut pihak kepolisian langsung menindak lanjuti ke tempat kejadian perkara (TKP).

Namun sampai di TKP pihak kepolisian mencari keberadaan korban tapi tidak menemukan.

Pencarian kembali dilanjutkan pada (7/6) pagi sampai pukul 11.50 barulah korban ditemukan di sekitar Bendungan Raknamo dalan keadaan lemas karena diduga lapar dan kehausan. Saat ditemukan tidak ada luka di tubuh korban.

“Saat ditemukan, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan melaporkan peristiwa yang dialaminya ke pihak Polres Kupang maupun Polsek Kupang Timur,” imbuh Kapolsek.

Korban juga tidak mengenal para pelaku. Kuat dugaan para pelaku mabuk meneguk minuman keras dan salah mengenali korban.

Kejadian ini juga karena kurangnya pengawasan masalah keamanan oleh pihak sekuriti Bendungan Raknamo.

Sehingga masyarakat yang berkunjung ke bendungan terutama para pemuda sering dibiarkan mengonsumsi minum keras beralkohol di daerah tersebut. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kejari Kota Kupang Musnahkan Barang Bukti 31 Perkara

Published

on

Sejumlah barang bukti dimusnahkan secara bersama-sama dengan cara dibakar pada dua buah wadah drum oleh Kajari Kota Kupang, perwakilan BNN, Polres Kupang Kota, Wakil Ketua PN Kelas IA Kupang dan Balai POM Kota Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Kapolda NTT Akan Proses Hukum Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19

Published

on

Kapolda NTT, Irjen Pol Lotharia Latif.
Continue Reading

HUKRIM

SADIS! Bocah 4 Tahun di Sabu Raijua Tewas Tertimpa Batang Pohon Kelapa, Kepala Pecah

Published

on

Eksavator dan batang pohon kelapa dipasang police line sebagai barang bukti.
Continue Reading
error: Content is protected !!