Connect with us

UTAMA

Pemerintah Jamin Distribusi Bahan  Pangan Jangkau Daerah Terpencil

Published

on

Diskusi Forum Merdeka  Barat 9  (FMB9)  bertajuk "Ketersediaan  Pangan  Jelang  Ramadan  dan  Lebaran",  Senin  (12/4/2021).

Jakarta, penatimor.com – Pemerintah  menjamin distribusi stok bahan pangan  kebutuhan pokok menjangkau hingga  ke daerah  terpencil.

Hal ini dikarenakan, semenjak satu tahun belakangan, pemerintah melakukan intervensi secara intensif terhadap  ketersediaan stok pangan  di setiap wilayah.

Hal ini diungkap Kepala Badan  Ketahanan Pangan Kementerian  Pertanian Agung Hendriardi secara  virtual saat diskusi Forum Merdeka  Barat 9  (FMB9)  bertajuk “Ketersediaan  Pangan  Jelang  Ramadan  dan  Lebaran”,  Senin  (12/4/2021).

Agung Hendriardi mengakui,  intervensi  terhadap  ketersediaan  bahan  pangan  tersebut dilakukan  secara  intensif  dengan  koordinasi  dan  menggandeng  berbagai pihak  terkait.

Intervensi  ini  salah  satunya  guna  memetakan titik  ketersediaan  kemungkinan kekurangan  bahan  pangan  di  setiap  wilayah  tanah  air.

Sehingga, pemerintah mengetahui  secara  mendetail  di  daerah  mana  yang  mengalami  kelebihan  bahan  pokok (surplus) dan  daerah  mana  saja  yang  mengalami kekurangan  (defisit) pangan.

Pemetaan itu, lanjut  Agung, dipantau  secara  dalam  jaringan  atau  daring  dengan menggunakan  aplikasi  Sistem  Monitoring  Stok  (Simontok).

Melalui aplikasi  tersebut, pemerintah  dapat  mengetahui kondisi  sebenarnya  bahan  pangan  di  suatu  wilayah.

“Kami  punya  peta  mengenai  ketersediaan  pangan  di  tiap-tiap  wilayah.  Setiap  pekan kami punya  angka  ketersediaan  pangan  di daerah  terpencil,”  kata  Agung  Hendriardi.

Berlandaskan  data  dari  aplikasi  tersebut,  pihaknya  kemudian  melakukan  intervensi distribusi  bahan  pangan  dari  daerah  yang  surplus  ke  daerah  yang  defisit.

Sehingga, masyarakat  di  berbagai  pelosok  dijamin  memiliki  ketersediaan  bahan  pangan  dalam setiap  waktu.

Intervensi  yang  dilakukan  dan  sifatnya  nasional,  sehingga  pemerintah  mampu mengukur  kemampuan  untuk  menjamin  ketersediaan  bahan  pokok  lintas  pulau, provinsi,  kota  atau  kabupaten  di tanah  air.

“Intervensi distribusi di daerah surplus  menuju ke daerah yang defisit, biasanya  wilayah terpencil. Bersama pemangku  kepentingan kita lakukan  intervensi  antar  pulau  dan provinsi kita  lakukan,” tuturnya.

Kebijakan  intervensi  distribusi  bahan  pangan  oleh  pemerintah  dilakukan  pada  periode setiap  pekan  di  seluruh  wilayah  tanah  air.

Artinya, setiap pekan  pemerintah  secara intensif  melakukan  distribusi  secara  ke  daerah-daerah  yang  terindikasi  kekurangan  stok pangan.

“Mana daerah yang  surplus  bawang  putih, kemudian pemerintah  bersama  pemangku kepentingan  akan  mengirimkan  ke  daerah  yang  defisit,”  imbuhnya.

Pengiriman  terhadap  bahan  pokok  ke  wilayah  yang  defisit  melibatkan  beberapa  pihak seperti  perusahaan  Badan  Usaha  Milik  Negara  (BUMN)  sektor  transportasi.

Sehingga, proses  distribusi  yang  dilakukan  oleh  pemerintah  dapat  menjangkau  wilayah-wilayah yang  pelosok.

“Pengiriman  dilakukan  secara  daring,  bisa  order  melalui  kami  secara  daring  biasanya,” pungkasnya.

Permintaan produk olahan meningkat

Saat  yang  sama  Ketua  Umum  Gabungan  Pengusaha  Makanan  dan  Minuman  Indonesia (GAPMMI) Adhi  S  Lukman  mengungkapkan  jika  permintaan  produk  pangan, khususnya produk  olahan  menunjukkan  peningkatan  di  berbagai  daerah, sejak  Januari  2021.

Hal ini  dinilainya menunjukkan ada  perbaikan konsumsi masyarakat secara  umum  setelah sempat  anjlok  dihantam  pandemic  COVID-19.

Saat  ini  kontribusi  pangan  olahan  terhadap  pangan  sekitar  34  persen,  dimana  66 persen  berasal  dari  kontribusi  pangan  segar  dan  pangan  rumah  tangga.

Dengan demikian, maka  kenaikan  permintaan  makanan  olahan  berpotensi  mengerek  angka konsumsi pangan  secara total.

Kami  merasakan  permintaan  produk  pangan  olahan  meningkat  sejak  Januari  kemarin dan  kalau  kita  lihat  globalnya  serta  konstelasi  itu,  industri  makanan  minuman mengalami peningkatan  permintaan  sejak  Januari  kemarin,”  ujarnya.

Dengan  adanya  kenaikan  ini,  Adhi  optimist  bahwa  permintaan  total  produk  pangan  dan minuman  akan  segera  pulih  seperti  sebelum  pandemi.

Kenaikan  permintaan  yang  mulai  terjadi  awal  tahun  ini  dinilai  bisa  menjadi  tolok  ukur dalam  pemulihan  ekonomi daerah  pasca  pendemi.

“Kami  merasakan  dan  sangat  optimis  bahwa  Lebaran  tahun  ini  pasti  lebih  baik  dari Lebaran  tahun  lalu,” imbuh  dia.

GAPPMI  berharap  pemerintah  juga  memberikan  dukungan  langsung  untuk  menjaga stabilitas  permintaan  pangan  olahan  lokal  tetap  tinggi  dengan  mengeluarkan  kebijakan tepat.

Dia  berharap  momentum  menjelang  puasa dan lebaran  bisa  dimanfaatkan  oleh  semua pemangku  kepentingan  di  bidang  pangan  olahan  untuk  meningkatkan  peningkatan dengan  menjaga  kestabilan  harga.

“Menjelang  puasa  dan  lebaran  ini harusnya  momentum  yang  terbaik  dalam pemulihan  ekonomi  kita.  Ini  yang  harus  kita  pikirkan  sama-sama,  jangan  sampai  terjadi apa  namanya  ada  gejolak ekonomi lagi,” tutur  dia.

Kegiatan FMB9 juga bisa diikuti secara  langsung di FMB9ID_ (Twitter),  FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan  FMB9ID_IKP  (Youtube).(FMB9/Toro/TR/wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Hasil Swab Reaktif Covid-19, 5 Calon Polisi Langsung Digugurkan

Published

on

Panitia penerimaan anggota Polri saat memberikan pengarahan sebelum proses pemeriksaan kesehatan tahap I.
Continue Reading

UTAMA

IJTI Provinsi NTT Bantu Jurnalis Televisi Terdampak Seroja di Kupang

Published

on

Ketua IJTI NTT Fabianus Benge ketika menyerahkan bantuan sembako pada jurnalis televisi di Kota Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Anita Gah Cek Data Beasiswa PIP di BRI, Surat Kuasa Tidak Sesuai Juknis

Published

on

Anggota DPR RI Komisi X Anita Jacoba Gah mengecek langsung data penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) pada BRI KCP Tenau, Kupang, NTT, Rabu (5/5/2021).
Continue Reading