Connect with us

HUKRIM

Polres Kupang Bantah Pernyataan Pdt. Erna Fanggidae, Soal Tolak Laporan Ancaman Pembunuhan

Published

on

Kepala Desa Taloetan Yusak Bilaut dan Pendeta GMIT Gibeon Bone, Erna Ratu Eda Fanggidae, S.Th., bersama warga yang rumahnya hangus dibakar saat ditemui media ini, Kamis (1/4/2021) siang.

Kupang, penatimor.com – Pihak Polres Kupang membantah pernyataan pendeta gereja GMIT Gibeon Bone, Pdt. Erna Ratu Eda Fanggidae, S.Th., terkait laporan ancaman pembunuhan yang tidak ditanggapi.

“Tidak benar, tidak pernah ada laporan. Kami sudah mengonfirmasi kapan dilaporkan dan siapa nama petugas yang menolak laporannya,” ujar Paur Humas Polres Kupang, Aipda Lalu Rihandi Hidayat kepada wartawan, Sabtu (3/4/2021) petang.

Menurut Paur Humas yang akrab disapa Randy itu, saat ini polisi sudah memeriksa 44 orang dari kedua belah pihak dalam kasus pembakaran rumah warga di Desa Taloetan, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang.

Polres Kupang, juga memberi ruang kesempatan yang sama dari kedua belah pihak untuk membuat laporan pengaduan untuk diproses secara hukum.

“Hingga saat ini proses hukum sedang berjalan karena melibatkan banyak orang. Polres Kupang bekerja ekstra untuk mewujudkan kepastian, kemanfaatan dan keadilan bagi semua masyarakat,” tegas Randy.

Rumah warga yang dibakar pasca eksekusi lahan di Desa Taloetan, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang. Foto: Willyam Makani/Pena Timor.Com

Sebelumnya, pendeta gereja GMIT Gibeon Bone, Pdt. Erna Ratu Eda Fanggidae, S.Th., mengaku diancam dan dibunuh sekelompok massa perusuh pada Minggu (28/3/2021) lalu.

Erna mengaku pada Senin (28/3/2021) sudah mendatangi Polres Kupang untuk melaporkan bahwa dirinya diancam dibunuh oleh sekelompok orang.

“Namun laporan saya tidak diterima, saya tidak tau alasannya apa, laporan saya tidak diterima sehingga saya pulang,” ungkap Erna kepada wartawan di Kupang.

Kelompok perusuh itu membakar rumah, kendaraan bermotor dan sejumlah ternak piaraan warga. Aksi premanisme itu merupakan buntut dari ekseskusi lahan di wilayah itu.

Sebelumnya, Kapolda NTT, Irjen Pol. Lotharia Latif kepada wartawan, Sabtu (3/4/2021), meminta kepada korban pengancaman maupun pembakaran segera membuat laporan polisi agar ditindaklanjuti.

“Saya sudah perintahkan Kapolres Kupang untuk tangani secara profesional dan proporsional. Segera nanti saya akan cek kembali. Bila benar ada ancaman pembunuhan, segera buat laporan polisinya dan pasti akan saya tindak tegas,” ujarnya.

Ia mengimbau semua pihak menahan diri, karena proses penyelidikan kasus ini sedang dilakukan Polres Kupang.

“Proses sudah dilakukan oleh Polres Kupang. Teman-teman media juga bisa bantu dengan info yang seimbang agar menjaga sikon kamtibmas kondusif,” katanya.

“Putusan Pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap juga harus dipatuhi dengan baik oleh semua pihak. Bila ada ketidakpuasan maka harus disalurkan lewat proses hukum,” jelasnya. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Hasil Swab Reaktif Covid-19, 5 Calon Polisi Langsung Digugurkan

Published

on

Panitia penerimaan anggota Polri saat memberikan pengarahan sebelum proses pemeriksaan kesehatan tahap I.
Continue Reading

HUKRIM

Anita Gah Cek Data Beasiswa PIP di BRI, Surat Kuasa Tidak Sesuai Juknis

Published

on

Anggota DPR RI Komisi X Anita Jacoba Gah mengecek langsung data penerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) pada BRI KCP Tenau, Kupang, NTT, Rabu (5/5/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Berkas Perkara Korupsi Bawang Merah Malaka P-21, 4 Tersangka Segera Diadili

Published

on

Direktur Reskrimsus Polda NTT Kombes Pol. Johannes Bangun, S.Sos, S.I.K., ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (7/5/2021).
Continue Reading