Connect with us

HUKRIM

Gunakan Bom Ikan, Lima Nelayan Maumere Diamankan Polisi

Published

on

Aparat Polair mengamankan nelayan yang menggunakan bahan peledak untuk menangkap ikan.

Maumere, penatimor.com – Lima orang nelayan penangkap ikan yang menggunakan bom kembali ditangkap polisi saat kapal polisi (KP) Pulau Sukur  XXII-3007 melakukan patroli, Selasa (2/3/2021).

Penangkapan ini dilakukan karena masyarakat melaporkan bahwa di sekitar perairan Kojadoi dan sekitarnya serta perairan Pulau Pangabatang, NTT masih sering terjadi penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

Saat komandan KP Pulau Sukur-XXII 3007, I Putu Sulatra memantau di sekitar perairan Pangabatangn melihat 1 buah perahu motor warna putih merah yang diawaki 3 orang dan 2 buah sampan  yang diawaki masing-masing sampan  1 orang  melakukan aktivitas mencurigakan.

Dari pengamatan dengan alat bantu teropong di perairan Pulau Pangabatang terlihat 1 orang yang menggunakan sampan warna Biru  sedang tidur telungkup diatas sampan.

Terlihat muka pada posisi didalam air melihat sesuatu dengan menggunakan kaca mata selam.

Sesaat kemudian terlihat orang yang berada diatas sampan biru tersebut duduk memegang botol kaca warna biru kemudian membakar dan melemparkannya ke dalam air laut.

Kemudian terdengar suara ledakan serta terlihat semburan air dari tempat jatuhnya botol yang dilemparkannya  tersebut.

Setelah itu terlihat perahu motor mendekat ke arah sumber ledakan di sekitar sampan warna biru.

Selanjutnya terdengar bunyi mesin kompresor dari arah perahu motor berwarna merah putih kemudian terlihat aktifitas 2 orang menyelam kedalam air dan 1 orang mengatur selang kompresor.

Satu jam kemudian kembali terdengar satu kali bunyi ledakan dari arah sampan warna biru yang posisinya berada di sebelah utara sampan warna biru yang melakukan pengeboman pertama.

Terlihat perahu motor warna merah putih merapat ke sekitar sumber ledakan di dekat sampan warna biru dan kemudian kembali terdengar bunyi mesin kompresor dari perahu motor warna merah putih.

Terlihat 2 orang menyelam  dan diduga kuat 2 orang di atas sampan dan 3 orang di atas perahu motor tersebut sedang menangkap ikan menggunakan bahan peledak.

Komandan KP Pulau Sukur XXII – 3007 menghubungi tim patroli KP Pulau Sukur XXII-3007 Brigpol Askar Paka yang saat itu sedang patroli bersama 2 orang rekan lainnya dengan menggunakan speed patroli di pesisir perairan Desa Darat Pantai untuk menginformasikan  kejadian tersebut

Tim Patroli KP P Sukur XXII -3007 ke perairan Pangabatang mengejar dan menghentikan,  memeriksa dan mengamankan 1 unit perahu motor warna merah putih yang diawaki oleh tiga orang pada posisi 08°27’56.49″E – 122°27’56.07″E.

Turut diamankan 2 orang yang sedang mengawaki masing -masing 1 buah sampanwarna biru.

Saat diinterogasi, mereka mengakui secara bersama – sama telah  menangkap ikan menggunakan bom ikan 2 kali.

Saru kali dilakukan oleh Haimang pada posisi 08°28’52.48″S-122°28’16.62″E  dan 1 kali dilakukan oleh Nujril pada posisi 08°28’22.09″ S – 122°28’17.62″E.

Selanjutnya mereka mengakui barang bukti ikan dibuang saat polisi mengejar.

Setelah dilakukan penyisiran, tim patroli bersama – sama dengan terduga pelaku bom ikan menemukan satu buah bundre yang berisi ikan jenis campuran  yang sudah mati.

Mereka mengakui bahwa ikan tersebut hasil dari pengeboman yang mereka buang saat dikejar tim patroli Polair.

Mereka yang diamankan Nujril (43), Haiman (40), Hamri (31)n Fajril (24) dan Arjun (19).

Mereka merupakan warga Desa Parumaan, kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, NTT.

Ikut diamankan barang bukti 1 unit mesin kompresor, 1 gulung selang kompresor, 2 buah dacor, 2 pasang sepatu selam, 1 buah Bundre, 1 unit perahu motor warna putih merah, 2 buah sampan warna biru, 3 buah dayung, 4 buah masker selam.

Ada 70 ekor jenis ikan campuran, 1 buah jerigen potong warna putih, 1 buah jerigen potong warna biru, 1 buah korek api gas warna hitam merk mangun, 1 bungkus rokok Arrow isi 15 batang, 1 buah toples warna Arrow, 2 buah korek api sampurna dan 1 bungkus rokok Arrow isi 16 batang

Kru KP Pulau Sukur XXII -3007 mengawal  pelaku bom ikan ke pelabuhan wuring Maumere, Kabupaten Sikka dan dibawa ke markas unit Polair Sikka  untuk di  diserahkan ke penyidik Dit Pol Airud Polda NTT untuk Diproses sesuai aturan yang berlaku.

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Andreas Susi Darto, SIk saat dikonfirmasi Selasa (2/3/2021) membenarkan kejadian ini.

Ia mengaku kasus ini masih diproses penyidik kepolisian. (mel)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Petani di Malaka Tewas Diterkam Buaya di Sungai Benanain

Published

on

Waka Polres Malaka, Kompol Ketut Saba.
Continue Reading

HUKRIM

Nodai Penyandang Disabilitas di Kupang, Pria 42 Tahun Ditangkap Polisi

Published

on

Andreas Banase, terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur diamankan Tim Buser Polres Kupang Kota, Kamis (16/4/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Resdiana Ndapamerang Perintah Buat Peta Bidang Tanah Mabar Seluas 24 Ha

Published

on

Sidang perkara dugaan korupsi tanah Pemkab Manggarai Barat di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading