Connect with us

HUKRIM

Seorang Gadis di Sumba Barat Daya Diperkosa Pamannya hingga Hamil dan Melahirkan

Published

on

Ilustrasi pemerkosaan

Tambolaka, penatimor.com – MG (19),  seorang gadis, warga Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami trauma berkepanjangan.

Dia merupakan korban pemerkosaan oleh pamannya berinisial YDK alias K alias bapa Y sejak bulan Juni 2018 lalu.

Aksi pemerkosaan yang dialami korban berulang kali ini menyebabkan korban hamil dan melahirkan bayi laki-laki.

Namun baru berusia sehari, bayi tersebut meninggal dunia.

Perkara tindak pidana kekerasan seksual dalam lingkup rumah tangga atau kekerasan psikis dalam rumah tangga ini sudah ditangani penyidik unit PPA Sat Reskrim Polres Sumba Barat sesuai laporan polisi nomor LP/PID/273/X/ 2018 /NTT/Res SB/SPKT.

Berkas ini pun sudah lengkap sesuai surat dari Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Barat nomor B- 51/N.3.20/Eku.1 / 01/2021 tentang pemberitahuan hasil penyidikan perkara pidana tersangka YDK alias K sudah lengkap.

Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, SIK MH kepada wartawan, Rabu (10/2/2021) mengakui kalau kasus ini terjadi pada Jumat (15/6/2018) sekitar pukuk 01.00 Wita di rumah pelaku di Hombakaripit, Desa Hombakaripit, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Pemerkosaan kedua dialami korban pada tanggal 25 Juni 2018 sekitar pukul 02.00 Wita di tempat yang sama yang dilakukan tersangka K.

Tersangka K merupakan paman korban. Akibat pemerkosaan ini, korban hamil dan telah melahirkan seorang bayi laki-laki.

Bayi tersebut meninggal dunia setelah berusia satu hari dilahirkan.

Kaitan dengan kasus ini, polisi sudah memeriksa 17 orang saksi termasuk korban, istri pelaku serta saksi ahli seperti ahli pidana, ahli psikologi dan ahli kimia biologi forensik.

Korban juga sudah menjalani visum dan pemeriksaan laboratoris krimilastik (tes DNA) pada bulan April 2019 yang menerangkan kalau bayi yang dikandung korban adalah anak pelaku dan identik 99,99 persen dengan DNA pelaku.

“Penyidik melengkapi petunjuk jaksa dengan memeriksa saksi tambahan,” ujar Kapolres Sumba Barat.

Setelah melengkapi petunjuk tersebut, penyidik telah mengirim kembali berkas perkara ke pada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penyidik juga memeriksa ahli hukum pidana, Sri Nurherwati, SH.

Dijemput kerabat

Keterangan para saksi menjelaskan kalau korban dijemput dari rumahnya oleh MJL alias J atas suruhan tersangka.

Alasannya, tersangka meminta bantuan korban membantu pekerjaan di rumah tersangka karena ada kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Sejak saat itu  korban tidak pernah pulang lagi kerumah orang tuanya dan menetap di rumah tersangka hingga liburan sekolah usai.

Saat di rumah tersangka, korban berulang kali diperkosa hingga hamil dan melahirkan.

Korban juga disetubuhi oleh J saat korban sudah dalam keadaan hamil 4 bulan hasil hubungan dengan K.

Tersangka YDK mengakui kalau sejak 20 Juni 2018,  korban datang ke rumah nya bersama kedua orang tuanya untuk membantu masak-masak karena pada saat itu tersangka adalah tim lemenangan salah satu paket calon bupati Sumba Barat Daya yang akan mengadakan kampanye akbar di Desa Hombakaripit pada tanggal 21 Juni 2018 lalu.

Tersangka sempat menyangkal memperkosa korban sehingga dilakukan tes DNA dan ternyata bayi yang dilahirkan korban sangat identik dengan DNA tersangka.

Perbuatan tersangka memenuhi unsur pidana sesuai pasal 8 huruf (a) Jo Pasal 46 jo 47 jo 48 Undang – Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah tangga, karena pemaksaan hubungan seksual telah menimbulkan kesengsaraan bagi korban MG.

Hubungan keluarga dengan korban MG dimanfaatkan tersangka meminta korban menjadi pekerja rumah tangga dirumah nya dan memperkosa korban.

Korban pun trauma dengan kehamilannya sehingga penyidik menghadirkan ahli psikologi Andriyani E Lay untuk memeriksa psikologi korban.

Korban mengalami stress pasca trauma, akibat dari kekerasan seksual yang dialaminya pada tahun 2018 karena ia diperkosa oleh 2 orang lelaki yang berbeda (K dan J).

Diancam dibunuh

Saat hamil, korban juga sering ketakutan karena ada ancaman dari pelaku K.

Korban pun merasa tertekan dan sedih karena terpaksa berhenti sekolah serta jarang berkomunikasi.

Korban mengalami gangguan  psikologis kategori sedang namun masih bisa mengontrol diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

Tersangka YDK alias K alias Bapa Y dijerat pasal 8 huruf a jo pasal 46  sub pasal 5 huruf b jo pasal 54 ayat (1) Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga.

Sesuai pasal 8 tersebut, Tersangka terancam  pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 36. 000.000.

Sementara sesuai pasal 5 huruf b Jo lasal 45 ayat (1) Undang-Undang No. 23 Tahun 2004, tersangka dipidana 3 tahun dan denda Rp 9 juta.

Penyidik telah melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti untuk tahap II JPU. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tuntutan Belajar Online, Pelajar SMA di Kupang Nekat Curi HP

Published

on

Pelaku dan barang bukti diamankan tim Buser Polres Kupang Kota.
Continue Reading

HUKRIM

Penemuan Mayat Gadis 18 Tahun di Kupang, Banyak Luka Tusuk

Published

on

Penemuan mayat gadis di Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Reses, Nining Basalamah Edukasi Warga Kelapa Lima Cegah Covid-19

Published

on

Anggota DPRD Kota Kupang Nining Basalamah menggelar reses di wilayah RT 06/RT 07, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Jumat (20/2/2021) petang.
Continue Reading