Connect with us

UTAMA

Kapolda NTT: Tidak Ada Izin Keramaian Saat Nataru, Termasuk Pesta Kembang Api

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif memberikan keterangan pers di Mapolda NTT, Jumat (18/13/2020).

Kupang, penatimor.com – Kapolda NTT Irjen Pol. Drs. Lotharia Latif, SH., M.hum., bersama instansi mitra menggelar rapat koordinasi lintas sektoral pengamanan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Rapat koordinasi lintas sektoral bertujuan meningkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) di tengah pendemi Covid-19.

Rakor ini berlangsung Aula Rupatama Lantai 3 Mapolda NTT, Jumat (18/11/2020) pagi.

Kapolda kepada wartawan, mengatakan, Rakor tersebut merupakan kegiatan Rutin yang dilaksanakan untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan tahun lalu, dan apa saja kelemahannya untuk diperbaiki.

“Untuk tahun ini kita melaksanakan perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dalam situasi pendemi Covid, sehingga perlu diperhatikan penerapan protokol kesehatan,” kata Kapolda.

Lanjut nya, untuk perayaan Tahun Baru 2020, sudah ada surat Kapolri yang menegaskan bahwa tidak dikeluarkan izin keramaian, yang bersifat pesta -pesta yang terdapat kerumunan banyak orang, seperti pesta kembang api dan lainnya.

“Untuk seluruh tempat-tempat hiburan juga segara kita akan lakukan sosialisasi,” sebut Kapolri.

“Diharapkan dalam keprihatinan pendemi Covid ini kita melaksanakan Tahun Baru secara internal sendiri, dan berdoa cepat berakhir wabah pendemi Covid,” sambung dia.

Sementara untuk perayaan Natal 2020 tetap akan dilaksanakan ibadah di gereja, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kapolda mengaku sudah berkoordinasi dengan FKUB dengan beberapa tokoh
Agama, tokoh masyarakat, mengimbau, untuk dilaksanakan secara aturan penetapan protokol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan.

“Untuk ibadah di gereja harus diatur jumlahnya sesuai dengan kapasitas gereja, tidak penuh serta diatur protokol kesehatan,” imbuh Kapolda.

Untuk setiap gereja akan menambah waktu ibadah, dimana yang biasa dua kali tapi pihak gereja bisa mengatur menjadi empat kali, sesuai dengan kemampuan pihak gereja.

Polri sepenuhnya akan menjaga keamanan dalam kegiatan tersebut dengan dibantu TNI dan Sat pol PP untuk kegiatan Natal dan Tahun Baru. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Buronan Kasus TPPO Sejak 2016 Ditangkap Tim Tabur Kejati NTT

Published

on

Terpidana kasus TPPO, Stefen Agustinus Bin Oei Kim Kong alias Ko Aven alias Roro.
Continue Reading

HUKRIM

Tim Buser Polresta Kupang Bekuk DPO Penganiayaan Karyawan Bengkel Raja Motor

Published

on

Tim Buser Polres Kupang Kota berhasil membekuk DPO tindak pidana penganiayaan karyawan bengkel Raja Motor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

10 Tersangka Kasus Tanah Labuan Bajo Tiba di Kejati NTT, Ada 1 WN Italia

Published

on

Para tersangka saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (14/1/2021).
Continue Reading