Connect with us

HUKRIM

Dua WN Italia yang Diperiksa Penyidik Kejati NTT Diduga Makelar dan Terlibat Penyuapan

Published

on

Penyidik Kejati NTT, Robert Jimmy Lambila, SH.,MH., memeriksa saksi yang merupakan warga negara asing asal Italia di kantor Kejari Manggarai Barat, Kamis (17/12/2020).

Kupang, penatimor.com – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur kian gencar mengembangkan penyidikan perkara dugaan pidana korupsi terkait penjual aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat di Labuan Bajo seluas 30,9 hektare dengan estimasi kerugian negara sebesar Rp 3 triliun.

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, SH., yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (18/12/2020) petang, mengatakan, dalam mendalami penyidikan perkara dimaksud, tim penyidik yang dipimpin Roy Riyady, SH.,MH., yang juga mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, telah memeriksa tiga saksi, dimana dua saksi nya adalah warga negara asing (WNA) asal negeri Pizaa, Italia.

Kedua saksi asal Italia adalah Massimiliano de Reviziisma dan Nizardoo Fabio, ditambah satu saksi lainnya, Burhanuddin.

Ketiga saksi ini diperiksa selama 6 jam, pukul 09.00-14.00 Wita di kantor Kejari Manggarai Barat, Kamis (18/12/2020).

Setelah pemeriksaan, ketiga saksi dipulangkan.

Selain pemeriksaan saksi, tim penyidik juga telah menyita dua bidang tanah yang di atasnya berdiri dua bangunan hotel yang diduga sebagai hasil uang suap.

Kedua hotel tersebut dimiliki oleh satu orang, yakni Veronika Sukur. Veronika ini juga menjadi salah seorang saksi dalam perkara yang tengah berproses ini.

Meski dua hotel ini disita penyidik, status Veronika dalam kasus ini masih sebagai saksi, dan belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus jual beli aset tanah milik Pemkab Mabar itu.

Kedua hotel yang disita yaitu Hotel CF Komodo yang beralamat di Jalan Alo Tania Lamtoro, Labuan Bajo dan Hotel Cahaya Adrian di Cewon Ndereng, Desa Batu Cermin.

Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim melanjutkan, tim penyidik juga telah mengagendakan untuk menetapkan tersangka dalam perkara ini pada bulan Januari 2021 mendatang.

“Tim penyidik juga telah menyita sejumlah uang dari saksi terperiksa yang merupakan hasil suap,” imbuh Kasi Penkum.

Selain itu, menurut Abdul Hakim, hasil penyidikan telah mengerucut pada sejumlah pihak yang dinilai paling bertanggung jawab dalam perkara ini untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, kedua WNA asal Italia yang diperiksa sebagai saksi, terindikasi kuat berperan sebagai makelar dan penyuapan dalam proses jual beli tanah yang menjadi obyek perkara.

Kedua WNA asal Italia tersebut selama ini bersama saksi Veronika Sukur dan juga sebagai pegiat dan pelaku pariwisata di Labuan Bajo. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Buronan Kasus TPPO Sejak 2016 Ditangkap Tim Tabur Kejati NTT

Published

on

Terpidana kasus TPPO, Stefen Agustinus Bin Oei Kim Kong alias Ko Aven alias Roro.
Continue Reading

HUKRIM

Tim Buser Polresta Kupang Bekuk DPO Penganiayaan Karyawan Bengkel Raja Motor

Published

on

Tim Buser Polres Kupang Kota berhasil membekuk DPO tindak pidana penganiayaan karyawan bengkel Raja Motor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

10 Tersangka Kasus Tanah Labuan Bajo Tiba di Kejati NTT, Ada 1 WN Italia

Published

on

Para tersangka saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (14/1/2021).
Continue Reading