Connect with us

HUKRIM

Tawuran Antar Massa Paslon Pilkada Malaka, Polisi Amankan 13 Terduga Pelaku

Published

on

Belasan senjata tajam diamankan aparat Polres Malaka.

Malaka, penatimor.com – Tawuran antar warga terjadi di wilayah Kabupaten Malaka.

Ironisnya, warga yang terlibat tawuran adalah massa simpatisan dua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang akan bersaing di Pilkada Malaka tanggal 9 Desember 2020 mendatang.

Tawuran ini terjadi di Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Jumat (27/11/2020), dan berhasil dilerai dan dibubarkan oleh aparat Polres Malaka.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Johannis Bangun, S.Sos., S.I.K., yang dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/11/2020) sore, membenarkan.

Aksi tawuran tersebut terjadi tepatnya di Jembatan Benanai, Desa Haitimuk yang dilakukan oleh massa simpatisan kedua paslon peserta Pilkada Malaka.

“Dengan kesiapan personel Polres Malaka, aksi tawuran itu berhasil dibubarkan. Ada 13 orang diamankan beserta barang bukti,” kata Kombes Johannis.

“13 orang diamankan karena diduga mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam, kayu dan batu,” lanjut dia.

Barang bukti senjata tajam diamankan aparat Polres Malaka dari 13 terduga pelaku dalam tawuran massa simpatisan paslon Pilkada Malaka.

Barang bukti yang diamankan selain senjata tajam, termasuk juga satu unit mobil pikap, ketapel, kayu, batu dan panah.

Adapun 13 terduga pelaku yang diamankan berinisial YL (21), DS (20), GS (22), DS (20), OB (25), SK (17), KM (21), ADC (17), HL (18), RA (20), SNL (21), SM (20) dan YU (20).

Saat ini, 13 orang tersebut beserta barang bukti senjata tajam dan kendaraan telah diamankan di Mapolres Malaka guna diproses hukum lebih lanjut.

Aksi tawuran ini dinilai menggangu proses pesta demokrasi Pilkada serentak tahun 2020 di wilayah NTT.

Sebelumnya, Kapolda NTT Irjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum., melalui Kabid Humas, menegaskan akan menindak tegas siapapun yang melakukan tindakan anarkis.

“Kita tidak akan segan-segan menindak tegas apabila ada tindakan anarkis dari siapapun. Mereka yang melanggar dan membuat keributan saat pilkada akan diproses sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP),” tandas Kabid Humas Polda NTT.

“Kami harapkan masyarakat tetap menjaga situasi tetap aman dan tidak terprovokasi,” pungkas Kombes Johannis. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Buronan Kasus TPPO Sejak 2016 Ditangkap Tim Tabur Kejati NTT

Published

on

Terpidana kasus TPPO, Stefen Agustinus Bin Oei Kim Kong alias Ko Aven alias Roro.
Continue Reading

HUKRIM

Tim Buser Polresta Kupang Bekuk DPO Penganiayaan Karyawan Bengkel Raja Motor

Published

on

Tim Buser Polres Kupang Kota berhasil membekuk DPO tindak pidana penganiayaan karyawan bengkel Raja Motor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

10 Tersangka Kasus Tanah Labuan Bajo Tiba di Kejati NTT, Ada 1 WN Italia

Published

on

Para tersangka saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (14/1/2021).
Continue Reading