Connect with us

HUKRIM

Ilham Nurdianto Dituntut 126 Bulan Penjara

Published

on

Terdakwa Ihlam Nurdianto (berkursi roda) tampak tenang mendengarkan tuntutan JPU dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (26/11/2020).

Kupang, penatimor.com – Sidang perkara dugaan tindak pidana korupsi pemberian fasilitas kredit pada Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 dengan terdakwa Ilham Nurdianto telah sampai pada tahapan pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (26/11/2020).

Amar tuntutan JPU menyatakan terdakwa Ilham Nurdianto bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primair.

Penuntut Umum juga memohon kepada Majelis Hakim yang mengadili perkara dimaksud agar memberikan putusan menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan 6 bulan (10,5 tahun atau 126 bulan) dan denda sebesar Rp 750 juta subsider 6 bulan kurungan.

Masih dalam amar tuntutan, JPU juga memohon Majelis Hakim dalam putusannya menghukum terdakwa untuk membayar Uang Pengganti kepada negara cq. Bank NTT sebesar Rp 2.580.473.103 yang telah dikurangi dari pembayaran bunga dan denda sejumlah Rp 520.000.000, dan barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp 300 juta.

“Apabila dalam waktu 1 bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap terdakwa tidak membayarnya maka harta benda dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi Uang Pengganti tersebut dan apabila tidak mencukupi diganti dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 3 bulan,” sebut JPU Hendrik Tiip saat membacakan amar tuntutan.

Penuntut Umum juga memohon Majelis Hakim dalam putusannya menetapkan agar terdakwa ditahan jenis Rutan.

Sementara barang bukti berupa 14 bidang tanah di Desa Oematnunu atas nama Edho Prastyo, Silvia Irawan dan Felince Elisabeth Oematan dirampas untuk negara.

“Barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 300 juta dirampas untuk negara cq. Bank NTT dan diperhitungkan sebagai Uang Pengganti. Menghukum terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000,” lanjut Jaksa Hendrik Tiip dalam amar tuntutan. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Buronan Kasus TPPO Sejak 2016 Ditangkap Tim Tabur Kejati NTT

Published

on

Terpidana kasus TPPO, Stefen Agustinus Bin Oei Kim Kong alias Ko Aven alias Roro.
Continue Reading

HUKRIM

Tim Buser Polresta Kupang Bekuk DPO Penganiayaan Karyawan Bengkel Raja Motor

Published

on

Tim Buser Polres Kupang Kota berhasil membekuk DPO tindak pidana penganiayaan karyawan bengkel Raja Motor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

10 Tersangka Kasus Tanah Labuan Bajo Tiba di Kejati NTT, Ada 1 WN Italia

Published

on

Para tersangka saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis (14/1/2021).
Continue Reading