Connect with us

HUKRIM

Penyidik Kejati Geledah Rumah Mantan Pegawai BPN di Labuan Bajo

Published

on

Tim penyidik Pidsus Kejati NTT membawa dokumen yang disita dari Kanwil BPN Provinsi NTT, (19/10/2020) lalu.

Kupang, penatimor.com – Tim penyidik Pidsus Kejati NTT terus mengembangkan penyidikan perkara dugaan korupsi terkait pengalihan tanah Pemda di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Pengembangan penyidikan dilakukan penyidik dengan memeriksa sejumlah saksi tambahan dan melakukan penggeledahan.

“Kegiatan dua hari ini, tim penyidik meriksa saksi-saksi dan melakukan penggeledahan di salah satu rumah mantan pegawai BPN,” kata Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, SH., kepada media ini di Kupang, Jumat (13/11/2020) pagi.

Abdul Hakim melanjutkan, tujuan pemeriksaan saksi dan penggeledahan untuk memperdalam alat bukti termasuk aliran uang dalam pembuatan sertifikat yang berdiri di atas tanah Pemda.

“Rencana penyidik beberapa hari lagi di Labuan Bajo, dan akan terus memperdalam alat bukti dan penyidik selalu kordinasi dengan pihak BPK, AMC dan PPATK dalam penyelesaian kasus ini,” jelas Abdul Hakim.

Sebelumnya, menurut Kasi Penkum, tim penyidik juga telah memeriksa saksi ahli di Jakarta.

“Tim penyidik juga sesuai rencana akan agendakan pemeriksaan Bupati Manggarai Barat di kantor Kejati NTT,” tambah Abdul Hakim.

Tim penyidik Kejati NTT sebelumnya juga telah melakukan penggeledahan di Kantor Wilayah BPN Provinsi NTT dan menyita 27 dokumen terkait perkara tersebut.

Penggeledahan yang dilakukan tim penyidik Kejati NTT terkait dengan penyidikan perkara dugaan korupsi aset tanah Pemkab Manggarai Barat seluas 30 hektare dengan estimasi kerugian mencapai Rp 3 triliun.

Ketua Tim Penyidik, Roy Riady, yang dikonfirmasi wartawan, mengatakan bahwa pengeledahan dilakukan di tiga ruangan dan pihaknya membawa 27 dokumen.

Ketua Tim Penyidik, Roy Riady.

Sementara untuk tiga ruangan yang digeledah dimulai dari Ruangan Seksi Pengukuran dan Pemetaan Kadastral, Ruangan Kabid Hukum Pertanahan dan Ruangan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi NTT.

Untuk penggeladahan dimulai dari pukul 09.30 Wita sampai selesai sekitar pukul 16.30 Wita.

Menurut Roy Riady, nantinya ada tambahan pemeriksaan saksi dari pihak Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional NTT.

Saat pengeledahan oleh tim penyidik Kejati NTT, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi NTT tidak berada di tempat. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tikam Tuan Pesta di Kupang hingga Tewas, Pemuda Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Published

on

Kapolsek Kelapa Lima Kompol Sepuh Siregar dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (26/11/2021) petang.
Continue Reading

HUKRIM

PN Kupang Eksekusi Lahan di Oebobo, 6 Rumah Dirobohkan

Published

on

Proses eksekusi lahan oleh PN Kupang di Jalan W.J. Lalamentik RT 27/RW 08, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (26/11/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Dugaan Perzinahan, Polisi Periksa Pemilik Stikes Nusantara Kupang dan WIL-nya

Published

on

Rudy Doko Pati (50) dan Endang Prahasti Hasubranti (49).
Continue Reading
error: Content is protected !!