Connect with us

HUKRIM

Polda NTT Tangkap Pengedar Narkoba di Kupang dan Atambua, Ada ASN dan Kontraktor

Published

on

Dir Narkoba Polda NTT Kombes Pol. Indra Napitupulu, SIK.

Kupang, penatimor.com – Direktorat Narkoba Polda NTT dalam dua bulan terakhir berhasil mengungkap jaringan tindak pidana Narkoba antar wilayah kabupaten/kota dan provinsi.

Kali ini penangkapan penyalahguna dan pengedar Narkoba sebanyak enam orang dilakukan di wilayah Kabupaten Belu, Kota Kupang dan Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Penangkapan enam orang pelaku yang terdiri dari tiga orang sebagai pengedar dan tiga orang lainnya sebagai penyalahguna.

Untuk pengungkapan jaringan Narkoba di NTT ini, dimulai dari penangkapan dua pelaku di Kabupaten Belu.

Dua pelaku ini bernama Agustinus Viktor Manek alias Timer yang ditangkap pada (12/10) di Jalan DC Saudalae Kota Atambua dengan barang bukti berupa 1 buah bong, 1 buah kaca, dan HP Samsung. Hasil test urine nya positif.

Sedangkan Yustus Ricky Jen alias Anen ditangkap pada (12/10) di rumahnya di Kelurahan Fatubanau, Kota Atambua, dengan barang bukti diduga sabu-sabu seberat 0.26669 gram. Test urine nya juga positif.

Kedua pelaku yang ditangkap berprofesi sebagai kontraktor dan pedagang makanan online di Kabupaten Belu.

Dari hasil pengembangan diketahui bahwa Rikcy Jen alias Anen yang memberikan uang Rp 3 juta kepada Agustinus Manek untuk memesan barang sebanyak dua paket sabu-sabu.

Dari keterangan Agustinus Manek memesan barang melalui Ruben Ratu di Kota Kupang sehingga pada (12/10) pihak kepolisian berhasil mengamankannya di rumah, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Selanjutnya, dilakukan pengembangan dari Ruben Ratu memesan barang melalui Melvi Samuel Charles Radja alias Ebit dengan harga Rp 2,5 juta.

Hal ini dijelaskan Dir Narkoba Polda NTT Kombes Pol. Indra Napitupulu, SIK., ketika ditemui wartawan di ruang kerja (3/11) siang tadi.

Lanjutnya, dari keterangan Ruben Ratu pihak kepolisian mengamankan Melvin Radja di Kelurahan Airnona, setelah diamankan Ebit mengaku memesan barang bersama dengan Geri sehingga pihak kepolisian berhasil mengamankan Geri, di wilayah Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Untuk ketiga pelaku yang ditangkap di Kota Kupang, hasil test urine nya positif, sedang untuk pekerjaan ketiganya, masing-masing Ruben Ratu sebagai honorer di Dinas Perhubungan Kota Kupang, sedangkan Melvin Radja dan Geri sebagai wirausaha.

Tidak hanya itu, dari tangan Melvin Radja, polisi menemukan barang bukti berupa paket sabu-sabu yang baru dikirim dari Surabaya melalui Lion Parcel pada Mervin Radja dengan barang bukti 3 paket sabu-sabu.

Sehingga dikembangkan dari Mervin Radja bahwa saudara dia yang melakukan mengedaran barang dan memesan barang dari Surabaya melalui Muhammad Majid di Surabaya.

Dengan informasi tersebut, tim Resnarkoba bergerak ke Surabaya dan berhasil melakukan penangkapan terhadap Muhammad Majid pada (28/10) di Hotel Jemursari Surabaya.

“Dari tangan Majid kita amankan barang bukti 26 paket sabu-sabu atau di timbang 7.0826 gram yang disimpan di celana dalamnya dan 1 pipa kaca, dan HP Oppo dilakukan test urine positif,” sebut Direktur Resnarkoba.

Muhammad Majid sudah dibawa dari Surabaya dan kini diamankan di Mapolda NTT.

Tiga pelaku yang diamankan sebagai pengedar adalah Ruben Ratu alias Urat, Mervil Radja alias Ebit dan Muhamad Majid, masing-masing dikenakan Pasal 114 Ayat 1 KUHP.

Sedangkan untuk yang penyalahgunaan narkoba dan perlu direhabilitasi yaitu Rikcy Jen alias Anen, Agustinus Viktor Manek alias Timer serta Geri, karena sudah dilakukan pemeriksaan di BNN.

Untuk Rikcy Jen alias Anen dan Agustinus Viktor Manek alias Timer, proses hukumnya dilanjutkan dan terhadap mereka dikenakan Pasal 112 ayat 1 atau 127 Ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009.

“Sedangkan untuk Geri direhabilitasi, dan akan diproses sebagai saksi dalam persidangan,” tandas Kombes Indra Napitupulu. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Mantan Kacab Bank NTT Oelamasi Segera Diadili

Published

on

Tersangka Jhon Nedy Charles Sine, SE., alias Jhon Sine alias Jhon (Mantan Pimpinan Cabang Bank NTT Oelamasi-Kabupaten Kupang) hendak dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Kupang, Rabu (2/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Stefanus Sulayman Divonis 18 Tahun Penjara, Yohanes Sulayman 12 Tahun

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Stafanus Sulayman di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Besok, Penyidik Kejati NTT Periksa Gories Mere dan Karni Elyas

Published

on

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.
Continue Reading