Connect with us

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT akhirnya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan dan atau pengalihan penahanan yang diajukan oleh Jonas Salean selaku tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi pengalihan tanah Pemkot Kupang tahun 2016-2017.

Sosok mantan Wali Kota Kupang itu dialihkan penahanannya dari tahanan Rutan Kelas IIB Kupang menjadi tahanan kota.

Menariknya, pengalihan tahanan Jonas Salean ini dilakukan sehari setelah kunjungan kerja Komisi III DPR RI di Kupang, dimana saat itu Herman Hery selaku Ketua Komisi III saat beraudiens dengan keluarga dan simpatisan Jonas Salean di Polda NTT, menyatakan akan meminta penangguhan penahanan terhadap Jonas karena sosok yang juga anggota DPRD NTT dan Ketua Golkar Kota Kupang itu dalam kondisi sakit.

Jonas Salean dikeluarkan dari Rutan Kupang untuk menjalani tahanan kota.

Hal ini disampaikan Yanto Ekon selaku kuasa hukum Jonas Salean di kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020) petang.

“Ya, kami kuasa hukum sudah disampaikan oleh jaksa terkait pengalihan penahanan pak Jonas dari tahanan Rutan ke tahanan kota karena alasan kesehatan,” kata Yanto Ekon usai mendampingi pemeriksaan kliennya.

Menurut Yanto, hingga saat ini masih terdapat selang pada kepala kliennya, sehingga jika berlama-lama tidak dirawat maka bisa pecah dan membawa dampak buruk bagi kesehatan Jonas Salean.

“Itu yang jadi pertimbangan dari jaksa dan itu juga diperkuat dengan keterangan dokter yang memeriksa kondisi kesehatan pak Jonas,” jelas Yanto Ekon yang didampingi Mel Ndaomanu dan John Rihi.

Walau hari ini status tahanan Jonas Salean dialihkan dari tahanan Rutan ke tahanan kota, namun hari ini juga perkara Jonas Salean dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk disidangkan.

“Kita kan profesional. Kita akan mengecek jadwal persidangan. KUHAP dan Putusan MK menyatakan bahwa gugatan atau permohonan praperadilan itu akan gugur apabila pokok perkara telah dilimpahkan ke Pengadilan, dan persidangan sudah dilakukan satu kali. Jadi sekali lagi, kita profesional saja, kalau sudah dilimpah dan penetapan hari sidangnya sudah keluar, kami melihat waktunya ternyata tidak cukup waktu, ternyata sebelum putus sudah dilakukan persidangan pokok perkara yang perkara ya kita proesional saja, kita cabut saja itu praperadilan,” jelas Yanto.

Yanto juga bersyukur dan merasa beruntung karena perkara ini cepat dilimpahkan ke Pengadilan, sehingga pihaknya akan lebih cepat mendapatkan kepastian hukum kliennya. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Gegara Judi Kupon Putih, Kakek 77 Tahun di Kupang Tikam Bandar hingga Sekarat

Published

on

Kapolsek Oebobo AKP Magdalena G. Mere.
Continue Reading

HUKRIM

Enam Pejabat Pemkot Kupang jadi Saksi di Sidang Perkara Jonas Salean

Published

on

Enam orang saksi diambil sumpah sebelum diperiksa di sidang Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Putusan Kasasi, Linda Liudianto Tetap Dihukum 8 Tahun Penjara

Published

on

Linda Liudianto menyalami JPU S. Hendrik Tiip saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading