Connect with us

UTAMA

235 Casis Polri di NTT Ikut Tahapan PMK dan Wawancara Psikologi

Published

on

Proses seleksi Bintara Polri di Polda NTT.

Kupang, penatimor.com – Sebanyak 235 calon siswa Bintara Polri tahun 2020 mulai mengikuti tahapan tes terakhir sejak Kamis (22/10/2020).

Ratusan casis ini mengikuti tahapan Pemeriksaan Mental Kepribadian (PMK) selama 4 hari, Kamis (22/10/2020) hingga Sabtu (26/10/2020).

Tahapan seleksi ini dipusatkan di SPN Polda NTT.

Pada tahapan ini, para casis diwawancarai oleh anggota Subbid Paminal Bid Propam Polda NTT dan dikelompokkan pada 9 kelompok.

Sementara wawancara psikologi digelar tim psikologi dari Subbag Psikologi Biro SDM Polda NTT menggandeng Psikolog dari Undana serta diawasi pengawas eksternal dari HIMPSI dan Biro Psikologi Mabes Polri.

Sesi wawancara psikologi digelar sejak Kamis (22/10/2020) hingga Jumat (30/10/2020).

Sejak Jumat (23/10/2020), sebagian casis juga mengikuti pemeriksaan administrasi akhir oleh Biro SDM Polda NTT.

Para casis kembali melakukan pengukuran tinggi dan berat badan serta pemeriksaan seluruh berkas administrasi.

Bagi peserta yang berkas administrasi masih kurang maka pihak panitia memberikan kesempatan selama satu pekan untuk diperbaiki dan dilengkapi.

Setiap awal tahapan selalu mengikuti protokol kesehatan. Para peserta melakukan pengukuran suhu tubuh oleh tim Bid Dokkes Polda NTT serta mencuci tangan dengan air maupun dengan handsanitizer.

Sebanyak 235 peserta ini terdiri dari 6 orang calon Polwan, 17 orang bintara kompetensi khusus (Bakomsus), tiga orang Rekrutmen Profesi (Rekpro) dan 229 orang casis bintara polisi tugas umum (PTU).

Para peserta ini masih akan mengikuti supervisi akhir dari Mabes Polri pada awal bulan November 2020.

Selanjutnya peserta yang lulus akan masuk ke SPN Polda NTT mulai 14 November 2020 dan mengikuti pembukaan pendidikan pada 17 November 2020 selama 7 bulan kedepan.

Proses tahapan seleksi dimulai sejak Rabu (19/8/2020) diawali dengan penandatanganan pakta integritas di lantai 3 Mapolda NTT.

Panitia menjamin kalau proses seleksi dilakukan Polda NTT melalui panitia dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan Humanis (Betah).

Agar proses seleksi transparan dan bisa dipertanggungjawabkan, Polri telah membangun sistem seleksi secara terbuka dengan mengumumkan hasil secara terbuka.

Sistem seleksi dilakukan dengan one day service yakni peserta dan orang tua dapat mengetahui hasil seleksi pada hari itu juga sehingga memudahkan peserta dan orang tua.

Polri juga membuat aplikasi yang bisa diakses melalui android yakni aplikasi pusat informasi penerimaan (APIP) dan aplikasi clear and clean (CNC) sehingga orang tua meskipun tidak menyaksikan langsung proses seleksi tetapi dapat mengetahui hasil yang diperoleh.

Polda juga membangun kerjasama dengan berbagai pihak guna mewujudkan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis dengan Pemprov NTT untuk pemeriksaan administrasi ijasah dan raport serta identitas peserta seperti KTP dan kartu keluarga serta menggandeng AJI Kota Kupang, HIMPSI dan IDI sebagai pengawas eksternal. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PILKADA

APMS dan Kelompok Pengecer BBM di Sabu Raijua Dukung Pilkada Damai, Hindari Hoax dan Isu SARA

Published

on

Agen Premium Minyak Solar (APMS) dan kelompok pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Sabu Raijua mendukung pemilihan kepada daerah (Pilkada) Damai pada 9 Desember 2020 mendatang.
Continue Reading

UTAMA

Kisah Sedih Tiga Kakak Beradik di Kupang yang Idap TBC Tulang

Published

on

Darius Lolu (21), Eston Lolu (15) dan Kian Lolu (10) pasrah di rumah sambil dirawat seadanya oleh kakak mereka, Marta Lolu.
Continue Reading

HUKRIM

Gegara Judi Kupon Putih, Kakek 77 Tahun di Kupang Tikam Bandar hingga Sekarat

Published

on

Kapolsek Oebobo AKP Magdalena G. Mere.
Continue Reading