Connect with us

HUKRIM

Pemasok Narkoba ke NTT Ditangkap Polisi di Batu-Malang

Published

on

Supriyanto

Kupang, penatimor.com – Penyidik Direktorat Resnarkoba Polda NTT terus melakukan pengembangan kaitan dengan pengungkapan kasus kepemilikan dan penggunaan narkoba.

Setelah menangkap Saleh Alkatiri alias Saleh (40), warga Jalan MT Haryono, Kelurahan Kemala Putih, kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur pada Senin (31/8/2020) lalu.

Penyidik Dit Resnarkoba Polda NTT melakukan pengembangan dan langsung menuju ke Jawa Timur, di daerah Batu-Malang, untuk mencari keberadaan Supriyanto (37) yang merupakan pemasok Narkoba bagi Saleh.

Supriyanto akhirnya berhasil ditangkap di daerah Bumi Aji Batu-Malang.

“Supriyanto ini berkaitan dengan Saleh. Ia sebagai pemasok narkoba bagi Saleh,” ujar Direktur Resnarkoba Polda NTT, Kombes Pol Indra AF Napitupulu, SIk di kantornya, Selasa (20/10/2020).

Supriyanto pun sudah dibawa ke Kupang sejak Senin (19/10/2020) dan diperiksa penyidik Dit Resnarkoba Polda NTT.

Saat diperiksa polisi, Supriyanto mengaku kalau ia sudah lama berkenalan dengan Saleh.

“Kebetulan Supriyanto 8 bulan bekerja di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur sebagai penata taman,” ujarnya.

Hubungan kerja ini berlanjut ke hubungan bisnis jualan buah. Supriyanto yang kembali ke Batu-Malang menjadi pemasok buah-buahan ke Saleh untuk dijual di Kabupaten Sumba Timur.

Belakangan Saleh meminta Supriyanto mencarikan Narkoba untuk dikirim.

“Supriyanto takut dengan Saleh sehingga tidak menolak saat Saleh meminta dicarikan narkoba untuk dikirim ke Sumba Timur,” tambahnya.

Kepada polisi, Supriyanto mengaku baru pertama kali mengirim narkoba kepada Saleh.

Dan mengirim 2 paket narkoba seharga Rp 3 juta. Uang pun ditransfer Saleh ke rekening istri Supriyanto.

Saat ini, Supriyanto sudah ditahan dalam sel Polda NTT. Ia juga sempat menjalani tes urine namun hasilnya negatif.

Polisi menjerat Supriyanto dengan pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114, dengan ancaman pidana seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda Rp 1 miliar hingga Rp 10 miliar.

Saleh merupakan pengguna narkoba yang sudah lama menjadi target polisi. Dia diamankan anggota Subdit III Direktorat Resnarkoba Polda NTT.

Saat ditangkap polisi, Saleh menelan barang bukti narkoba yang diamankan polisi.

Ia pun harus dibawa ke rumah sakit untuk mengeluarkan barang bukti narkoba yang ditelan.

Polisi menemukan barang bukti berupa dua plastik klip berisi serbuk kristal yang diduga narkotika jenis Sabu. Satu plastik klip kosong dan satu unit handphone.

Saat akan melaksanakan pengambilan foto barang bukti dan Saleh, Saleh sempat mengambil barang bukti yang berada diatas meja dan kemudian menelan barang bukti tersebut.

Tersangka Saleh dikategorikan mempersulit proses hukum karena berusaha menghilangkan barang bukti dengan menelan 2 plastik berisi narkoba jenis sabu.

Saleh pun dijerat dengan pasal berlapis dan terancam hukuman diatas 10 tahun.

Polisi menjerat Saleh dengan Pasal 114 Sub Pasal 112 Jo Pasal 138 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya, tim medis rumah sakit umum daerah Umbu Rara Meha Waingapu, bekerja keras mengeluarkan barang bukti narkoba dari perut Saleh, pemakai narkoba yang diamankan polisi.

Oleh dokter, Saleh diberikan obat pencahar yakni Dulcolax tabb 10 miligram, Dulcolax supp 10 miligram secara bersamaan.

Tak lama, dia pun BAB. Bersama tinjanya, keluar satu bungkus plastik klip putih, sementara satu bungkus lagi berhasil keluar keesokan harinya. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Gegara Judi Kupon Putih, Kakek 77 Tahun di Kupang Tikam Bandar hingga Sekarat

Published

on

Kapolsek Oebobo AKP Magdalena G. Mere.
Continue Reading

HUKRIM

Enam Pejabat Pemkot Kupang jadi Saksi di Sidang Perkara Jonas Salean

Published

on

Enam orang saksi diambil sumpah sebelum diperiksa di sidang Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Putusan Kasasi, Linda Liudianto Tetap Dihukum 8 Tahun Penjara

Published

on

Linda Liudianto menyalami JPU S. Hendrik Tiip saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading