Connect with us

HUKRIM

Huni Rutan Kupang, Jonas Salean Akan Jalani Karantina Selama 14 Hari

Published

on

Jonas Salean dan Thomas More di Rutan Kupang, Kamis (22/10/2020) petang.

Kupang, penatimor.com – Mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean dan mantan Kepala BPN Kota Kupang, Thomas More, telah menghuni Rutan Kelas II B Kupang, Kamis (22/10/2020) petang.

Keduanya ditahan sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengalihan tanah Pemkot Kupang pada tahun 2016/2017.

Kepala Rutan Kelas II B Kupang Yohanis Varianto yang dikonfirmasi via ponsel, mengatakan, kedua tersangka akan menjalani masa karantina selama 14 hari di ruang khusus, sebelum dipindahkan ke bilik tahanan bersama dengan tahanan lainnya.

“Jadi tidak ada perlakuan khusus. Semuanya sama. Biasanya untuk tahanan baru harus jalani karantina selama 14 hari. Kemudian dipindahkan ke ruang tahanan bersama tahanan lainnya. Kapasitas ruang maksimal 10 orang per ruangan,” kata Karutan.

Terkait kondisi kesehatan Jonas Salean, Karutan jelaskan, semua tahanan baru selalu dibekali dengan rekam medik.

Sehingga pihak Rutan akan terus berkoordinasi dengan Kejaksaan apabila tahanan mengalami gangguan kesehatan.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, mengatakan, kedua tersangka akan menjalani masa penahanan selama 20 hari kedepan.

Diberitakan sebelumnya, mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean dan mantan Kepala BPN Kota Kupang, Thomas More resmi menghuni Rutan Kelas 2B Kupang, Kamis (22/10) petang.

Jonas yang kini aktif sebagai anggota DPRD Provinsi NTT dari Fraksi Golkar dan Thomas More, dibawa ke Rutan menggunakan mobil tahanan.

Keduanya tampak mengenakan rompi tahanan warga pink.

Saat digiring menuju mobil tahanan, Jonas tak banyak bicara. Sambil tersenyum, dia terus berjalan hingga masuk ke dalam mobil tahanan. “Tanya kuasa hukum saja,” singkat Jonas.

Sebelumnya, penyidik Pidsus Kejati NTT telah menetapkan dua tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengalihan tanah Pemerintah Kota Kupang tahun 2016/2017 di Jalan R.A. Kartini, Kelapa Lima, atau depan Hotel Sasando.

Kajati NTT Dr Yulianto kepada wartawan di kantornya, Kamis (22/10) petang, mengatakan, dua tersangka berinisial JS dan TM ditetapkan setelah tim penyidik melakukan gelar perkara bersama Kajati.

“Kedua tersangka juga segera kita tahan,” kata Kajati.

Mantan Kajari Sumba Barat itu melanjutkan, sesuai audit, kerugian negara yang ditimbulkan dalam perkara ini sebesar Rp 66.643.013.678,42.

Terpantau, sebelum ditahan, kedua tersangka, Jonas Salean yang mantan Wali Kota Kupang dan Thomas More yang mantan Kepala BPN Kota Kupang itu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter di Kejati NTT.

Jonas Salean saat ini adalah anggota DPRD Provinsi NTT dan juga menjabat Ketua Partai Golkar Kota Kupang. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tikam Tuan Pesta di Kupang hingga Tewas, Pemuda Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Published

on

Kapolsek Kelapa Lima Kompol Sepuh Siregar dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (26/11/2021) petang.
Continue Reading

HUKRIM

PN Kupang Eksekusi Lahan di Oebobo, 6 Rumah Dirobohkan

Published

on

Proses eksekusi lahan oleh PN Kupang di Jalan W.J. Lalamentik RT 27/RW 08, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Jumat (26/11/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Dugaan Perzinahan, Polisi Periksa Pemilik Stikes Nusantara Kupang dan WIL-nya

Published

on

Rudy Doko Pati (50) dan Endang Prahasti Hasubranti (49).
Continue Reading
error: Content is protected !!