Connect with us

HUKRIM

Dugaan Pembunuhan di Tuapukan, Satu Terduga Pelaku Serahkan Diri ke Polres Kupang

Published

on

Kombes Pol Johannes Bangun

Kupang, penatimor.com – Polda NTT dan Polres Kupang terus mengembangkan proses hukum perkara dugaan pembunuhan dan pembakaran rumah warga di Desa Tuapukan, Kabupaten Kupang.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Joahannes Bangun kepada wartawan di Kupang, Senin (5/10/2020), mengatakan, polisi kembali mengamankan seorang pria terduga pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Hari ini telah menyerahkan diri satu orang yang diduga melakukan penganiayaan sehingga mengakibatkan meninggal dunia,” kata Kombes Johannes.

Terduga pelaku berinisial DL (20) yang juga warga Desa Tuapukan tersebut, menurut Johannes, telah menyerahkan diri ke Polres Kupang sekira pukul 08.00 Wita.

“Yang bersangkutan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Sat Reskrim Polres Kupang,” lanjut sosok yang mantan Kapolres Kupang Kota itu.

Sebelumnya, Polda NTT mengamankan sejumlah warga terkait konflik antar warga di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Minggu (4/10/2020) malam.

Pasca konflik yang terjadi di Desa Tuapukan, ada 13 warga yang diamankan karena diduga sebagai provokator pembakaran rumah warga.

Selain 13 warga, adapun satu pelaku yang diamankan diduga sebagai pelaku pembunuhan.

Kerusuhan yang terjadi antara sesama warga Desa Tuapukan itu dipicu oleh kasus pembunuhan yang membuat keluarga korban marah.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Johanes Bangun, S.Sos.,SIK., didampingi Karo Ops Polda NTT Kombes Pol Ulami Sudjaja dan Dir Reskrimum Polda NTT Kombes Pol Eko W di Mapolda NTT Minggu (4/10/2020) malam.

Menurut Johanes, pihaknya telah mengamankan SS alias Son sebagai tersangka kasus penganiayaan yang mengakibatkan Amir (20) meninggal dunia.

Untuk kasus yang terjadi di Desa Tuapukan ini ada dua kasus, yaitu pembunuhan dan pembakaran Rumah warga

“Untuk terduga pelaku pembunuhan bernama Son sudah kita amankan dan masih kita lakukan pemeriksaan di Mapolda NTT,” unjarnya.

Dijelaskannya, pelaku Son diketahui sebelumnya sempat mempunyai masalah dengan korban sehingga pelaku membunuh korban.

“Kami masih melakukan pengembangan dan pemeriksaan sambil mencari barang bukti yang dipakai pelaku membunuh korban. Sedangkan kasus pembunuhan dengan korban bernama Amir, yang merupakan korban perkelahian sehingga dibunuh pelaku,” urai Kabid Humas.

Dengan adanya kasus pembunuhan ini maka berbuntut panjang sehingga terjadi kasus pembakaran rumah warga.

Untuk 6 rumah yang dibakar pihak kepolisian telah mengamankan 13 warga yang diduga sebagai provokator sehingga terjadi pembakaran.

Sementara itu terkait kasus kebakaran rumah, menurut Kabid Humas Polda NTT, ada 6 rumah yang terbakar milik 5 orang warga.

“Jadi ada 1 warga yang memiliki 2 unit rumah sehingga ada 6 rumah yang terbakar,” ujarnya.

Selain mengamankan 13 orang, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa parang, pisau, katapel, anak panah, baru, kain dan besi.

Untuk para korban yang rumahnya dibakar sudah mengadukan kasus ini di Mapolda NTT.

Baik kasus pembunuhan maupun kasus pembakaran rumah langsung ditangani penyidik Dit Reskrimum Polda NTT.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini situasi sudah aman dan kondusif.

Polda juga telah menurunkan 250 anggotanya untuk mengamankan lokasi konflik.

Terdiri dari 100 personel Polda NTT dari Sabhara, Reserse, Intelkam dan anggota Brimobda, ditambah 150 personilel Polres Kupang.

Kabid Humas Polda NTT juga menyampaikan amanat Kapolda NTT Irjen Pol, Drs Lotahri Latief bahwa akan menindak tegas pelaku pembunuhan atau pelaku provokasi pembakaran rumah warga.

“Untuk seluruh elemen harus menjaga selalu situasi agar aman kondusif di daerah tersebut dan percayakan pada pihak kepolisian untuk mengurus kasus ini sampai tuntas,” tutup Kabid Humas. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Kupang, Gunakan Parang, Korban Pegawai Navigasi

Published

on

Jeskial Lodo Ndilu alias Eky alias Bartex (29), warga Jalan Banteng, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja.
Continue Reading

HUKRIM

Polisi di Sumba Tangkap Enam Pelaku Penganiayaan hingga Tewas

Published

on

Enam tersangka diamankan aparat kepolisian.
Continue Reading

HUKRIM

Lakalantas di Kupang, Dua Nyawa Melayang

Published

on

Barang bukti sepeda motor milik korban.
Continue Reading
loading...