Connect with us

UTAMA

Kapolda NTT Langsung Pakaikan Kaki Palsu untuk Yesi Ndun, Bocah Difabel di Kupang

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif langsung memakaikan kaki palsu di kaki Stenly Yesi Ndun di halaman Mapolsek Takari, Jumat (2/10) siang.

Kupang, penatimor.com – Stenly Yesi Ndun, bocah disabilitas yang viral akibat ke sekolah hanya bermodalkan tongkat sederhananya, kini bisa tersenyum lega karena sudah mempunyai kaki palsu.

Kaki palsu yang saat ini dipakai oleh Yesi merupakan pemberian dari Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Lotharia Latif.

Kapolda NTT juga langsung memakaikan kaki palsu itu di kaki Stenly Yesi Ndun di halaman Mapolsek Takari, Jumat (2/10) siang.

Irjen Pol Lotharia Latif, mengatakan bahwa kondisi Yesi Ndun yang bersekolah harus memakai tongkat diketetahuinya melalui media. Setelah membaca pemberitaan tentang bocah itu, hatinya tergerak untuk harus membantu.

“Terima kasih untuk teman-teman media, momen ini merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya dan Polda Nusa Tenggara Timur karena bisa bertemu langsung dengan anak Stenly Yesi Ndun,” ucapnya.

Dia juga menambahkan, setelah mendapat biodata dan alamat sang bocah malang ini, dirinya kemudian memerintahkan Kabiddokes untuk diperhatikan kondisinya.

“Setelah mengetahui informasi ini, saya langsung merespon dan kepada Kabiddokes, saya bilang ini adalah anak kita yang perlu mendapat perhatian,” tegasnya.

Melihat semangat dan kesungguhan dalam meraih cita-cita yang cukup tinggi dari Stenly Yesi Ndun, sehingga ia berharap dengan kaki palsu itu, Stenly Yesi Ndun bisa melakukan aktivitas apa pun setiap hari, layaknya anak-anak normal lainnya.

“Ya menurut saya, kekurangan itu bukan satu halangan untuk mencapai kesuksesan, banyak orang-orang yang mungkin dengan keterbatasan justru lebih hebat dari orang-orang yang memiliki kesempurnaan. Kita doakan untuk Yesi agar kedepannya menjadi orang hebat dari Takari,” kata Irjen Pol Lotharia Latif.

Yesi yang bercita-cita menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu hanya bisa tersipu malu ketika disuruh untuk mencoba berjalan menggunakan kaki palsunya.

Karena baru pertama memakai, Yesi tertatih-tatih berjalan. “Terima kasih banyak bapak Kapolda sudah berkenan memberikan kaki palsu kepada saya,” ucap Yesi sambil menunduk.

Selain menyerahkan kaki palsu untuk Yesi, Kapolda yang didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Timur Evi Lotharia Latif, Kabiddokes Kombes Pol dr. Sudaryono dan Kabidhumas Kombes Pol. Jo Bangun, juga menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat serta APD kepada personel Polsek Takari.

Sebelumnya, video pendek seorang bocah sekolah dasar asal Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, viral di facebook. Bocah ini bernama Stenly Yesi Ndun (7).

Di Desa Tuapanaf, Kecamatan Takari, Yesi tinggal bersama kakek dan neneknya yang sudah uzur usia mereka. Yesi merupakan anak berkebutuhan khusus, yakni hanya memiliki satu kaki dan dibawa sejak lahir.

Sejak berumur tiga tahun, Yesi dan saudari kembarnya bernama Stela Ndun sudah ditinggal oleh bapak dan mamanya. Orang tua kandung mereka merantau ke Kalimantan sebagai buruh sawit.

Meski jauh dari perhatian orang tua ditambah fisiknya yang tak sempurna, Yesi tetap semangat ke sekolah menggunakan tongkat bambunya yang dibuat seadanya oleh sang nenek.

Setiap hari Yesi menempuh jarak kurang lebih satu kilometer untuk capai sekolah, dengan berjalan kaki.

Bocah kelas 1 Sekolah Dasar Negeri Bijaesahan ini, bermimpi mempunyai kaki palsu. Namun orangtuanya yang hanya bekerja sebagai buruh sawit di Kalimantan itu belum memiliki dana lebih untuk membeli.

Di rumah berdinding bebak, Yesi dan tiga saudara kandungnya hidup bersama kakek dan neneknya.

Selain Yessi dan tiga saudaranya, ada empat cucu lain yang dipiara pasutri lansia ini.

“Kami sudah tua, tak mampu kerja lagi. Setiap bulan, Yesi pu bapak dengan mama kirim uang Rp 500 ribu untuk kebutuhan hidup kami semua di rumah,”  kata Ursula Takaep (60), nenek Yesi, Rabu (23/9).

Menurut Ursula, dia dan suami memiliki empat orang anak laki-laki yang semuanya mencari kehidupan layak rantau, termasuk ayah Yesi.

Setiap hari Ursula sendiri yang mengurus ke delapan cucunya, karena sang suami Bernabas Ndun (84) sudah lama mengalami sakit. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

VIRAL! Video Seorang Pria di NTT Digantung Kepala di Bawah, Ibu Korban Minta Keadilan

Published

on

Seorang pria dihukum dengan cara digantung kepala di bawah.
Continue Reading

LIFESTYLE

HUT Ke-3 Kupang Max Owner, Lakukan Bansos di 3 Kabupaten

Published

on

Keluarga besar Motor Kupang Max Owner.
Continue Reading

UTAMA

Komodo Halangi Truk, Ansy Lema: KLHK adalah Pengawal Konservasi TNK, Bukan Pemberi Izin

Published

on

Seekor Komodo menghalangi truk pembawa muatan untuk pembangunan model Jurassic Park yang kini dilakukan Kementerian PUPR di Pulau Rinca.
Continue Reading
loading...