Connect with us

UTAMA

Kajari Rote Ndao Meninggal karena Gula Darah dan Gagal Jantung

Published

on

Kajari Rote Ndao, Indra Hidayanto, SH.,MH.

Kupang, penatimor.com – Kajari Rote Ndao, Indra Hidayanto, SH.,MH., telah berpulang ke pangkuan ilahi, Selasa (29/9/2020).

Jenasah almarhum telah dipulangkan ke kediamannya di Malang, Jawa Timur.

Jenasah diterbangkan dari Rote Ndao ke Kupang menggunakan pesawat Demonim Air.

Selanjutnya diterbangkan ke Malang. Acara pelepasan jenasah di Bandara El Tari Kupang dipimpin Kajati NTT Dr Yulianto, didampingi para Asisten, Kajari Kabupaten Kupang, jaksa dan pegawai tata usaha lingkup Kejati NTT.

Turut mengantar jenasah ke Malang, Kasi Pidum dan Kasi Barang Bukti Kejari Rote Ndao.

Sementara dari Kejati NTT, yang ikut mengantar jenasah adalah Asisten Intelejen Kejati NTT Bambang Setyadi didampingi jaksa Eka Noer dan jaksa Agus Baka.

Nantinya perwakilan Kejati NTT yang menyerahkan jenasah ke pihak keluarga di Malang.

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, yang dikonfirmasi, Rabu (30/9/2020), mengatakan, almarhum mempunyai riwayat sakit gula darah dan komplikasi penyakit lainnya.

Sebelumnya, pada Kamis (24/9/2020), diduga kecapaian karena padatnya kerja, Indra dikabarkan jatuh di kamar mandi, kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat dan sempat menjalani perawatan medis.

Pada Jumat (25/9/2020), kondisi Indra oleh dokter dinyatakan membaik sehingga diperbolehkan pulang.

“Waktu jatuh itu mungkin karena pusing karena gula darahnya naik. Waktu jatuh dalam kondisi sadar,” kata Abdul Hakim.

Karena tahu kondisinya sakit, istri Indra pun datang melihat kondisinya.

Namun begitu istrinya pulang pada Senin (28/9/2020), pada Selasa sore penyakitnya kambu lagi, sehingga Indra kembali dilarikan ke rumah sakit dan sempat mendapat tindakan medis namun nyawanya tak tertolong.

“Mungkin karena sakit gulanya sudah menjalar ke paru-paru dan jantung, sehingga kondisinya kritis dan nyawanya tidak tertolong. Karena napasnya sudah sepotong-sepotong sehingga sempat dipompa dadanya,” jelas Kasi Penkum.

Menurut Abdul, waktu awal menjabat Kajari Rote Ndao, almarhum Indra sempat sakit selama seminggu.

Abdul Hakim menambahkan, saat sakit, Indra sempat diminta untuk berobat ke Jawa.

Namun anaknya yang sedang kuliah di Kedokteran Yogyakarta dan seorang lagi di SMA Taruna Nusantara melarang karena dengan kondisi sakit seperti itu akan semakin rawan jika berobat ke Jawa, karena merupakan zona merah dan sangat rentan terhadap penularan Covid-19 yang semakin merajalela saat ini.

“Takutnya penyakit begitu kan lebih rentan penyerangannya di Jawa sana. Mumpung di Rote zona hijau sehingga disarankan berobat di sana dulu,” jelas Abdul.

Abdul Hakim menambahkan, Kajati NTT juga segera menunjuk pejabat untuk menjadi pelaksana tugas Kajari Rote Ndao.

“Biasanya koordinator yang ditunjuk menjadi pelaksana tugas Kajari,” imbuhnya.

Abdul Hakim juga menegaskan bahwa kematian Kajari Rote Ndao bukan karena Covid-19, dan hal itu dibuktikan dengan surat keterangan medik dari dokter RSUD Rote Ndao.

Indra sebelum dipromosi menjadi Kajari Rote Ndao, terlebih dahulu menjadi koordinator di Kejati NTT.

Indra dikenal berkepribadian low profile, dan punya kemampuan memainkan alat musik seperti gitar dan biola.

Dalam beberapa kesempatan di lingkungan Kejati NTT, Indra sering menunjukan kepiawaiannya memainkan gitar dengan berkolaborasi dengan alat musik keyboard.

Sementara, jaksa Yoni Mallaka mengaku sangat berduka atas kematian rekan sejawatnya Indra Hidayanto.

Dalam postingan di laman akun facebook nya, Yoni Mallaka yang juga mantan Kasi Penyidikan Kejati NTT itu mengungkapkan rasa dukanya.

“Selamat jalan sahabatku seangkatan Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPJ) Kelas F Tahun 2001. Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao almarhum Indra Hidayanto SH., MH. Kami psekeluarga turut berdukacita. Semoga almarhum diterima disisi Allah, dan keluarga yg ditinggalkan dikuatkan dan diberikan ketabahan dari Allah. Amin,” tulis Yoni Mallaka. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tim Penyidik Kejati NTT Geledah Kantor BPN Provinsi NTT

Published

on

Tim penyidik Kejati NTT saat menggeledah Kanwil BPN Provinsi NTT, Senin (19/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Aniaya Suami, IRT di Kupang Resmi Tersangka

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.
Continue Reading

UTAMA

Seorang Nelayan di Kupang Tewas Tenggelam

Published

on

Penemuan mayat nelayan di Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang.
Continue Reading
loading...