Connect with us

UTAMA

Cabup TTU Kristina Mukti Serukan Setop Kampanye Hitam

Published

on

Tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan penarikan nomor urut.

Kefamenanu, penatimor.com – Tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengikuti rapat pleno pengundian dan penetapan nomor urut.

Tiga pasang calon masing-masing Kristina Mukti dan Joseph Tanu, Hendrikus F. Saunoah-Amandus Nahas, dan pasangan Juandi David-Eusabius Binsasi.

Penetapan nomor urut paslon dilakukan dalam rapat pleno terbuka dan tanpa membawa massa.

Hanya diwakili pengurus parpol pengusung dan pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Penarikan nomor urut paslon dilaksanakan di Aula Hotel Ariesta, Kamis (24/9) siang.

Dalam penarikan nomor urut dalam Pilkada TTU 2020, nomor urut satu adalah Kristiana Muki-Joseph Tanu, nomor urut dua adalah Hendrikus F. Saunoah-Amandus Nahas sedangkan untuk nomor tiga adalah pasangan Juandi David-Eusabius Binsasi.

Dalam kesempatan ini, paslon bupati nomor urut satu Kristina Mukti memberikan sambutan dengan mengajak para paslon lain untuk tidak saling melakukan kampanye hitam.

“Harapan kami, bersama-sama berjuang sesuai misi kita yakni jadikan TTU bersih, beradab, adil, damai dan berbudaya,” ujar Kristiana.

Kristiana dan Joseph yang diusung oleh Partai Nasdem, mengajak pasangan calon lainnya agar menghapus semua perbedaan menjadi sesuatu yang humanis.

“Mari bersama-sama untuk tidak melakukan kampanye hitam. Mari satu hati, satu tujuan, satu langkah untuk menuju TTU yang lebih baik,” kata Kristiana.

Kristiana juga menyebut, Pilkada TTU kali ini memberikan warna tersendiri, karena pertama kalinya dalam sejarah seorang perempuan maju menjadi calon bupati.

“Harapan kita sehati, sama-sama berjuang yang sehat untuk kemajuan TTU,” ujar dia.

Sementara itu Ketua KPU Paulinus Lape Feka mengatakan, tahapan pilkada sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Paulinus menjelaskan, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020, Pasal 201 a mengamanatkan, pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati berlangsung pada 9 Desember 2020.

KPU telah melakukan beberapa tahapan seperti rekrutmen panitia adhoc, proses pendaftaran paslon, dan selanjutnya memasuki masa kampanye.

Menurut Paulinus, keberhasilan dalam pelaksanaan pilkada ini merupakan tanggung jawab tiga unsur penting yaitu penyelenggara pemilihan, masyarakat pemilih, dan peserta pemilihan.

“Nomor urut bukan penentu kemenangan. Untuk itu kami harapkan keikhlasan pasangan calon untuk siap menerima berapa pun nomor yang didapatkan,” ujar dia.

Paulinus menambahkan, nomor urut adalah elemen penting yang akan menjadi identitas dari pasangan calon untuk proses-proses ke depan sampai dengan pelantikan. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tim Penyidik Kejati NTT Geledah Kantor BPN Provinsi NTT

Published

on

Tim penyidik Kejati NTT saat menggeledah Kanwil BPN Provinsi NTT, Senin (19/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Aniaya Suami, IRT di Kupang Resmi Tersangka

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.
Continue Reading

UTAMA

Seorang Nelayan di Kupang Tewas Tenggelam

Published

on

Penemuan mayat nelayan di Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang.
Continue Reading
loading...