Connect with us

UTAMA

Kajari Lembata: Lakukan Hal-hal Sederhana untuk Membangun Kebersamaan

Published

on

Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., dan Ketua IAD Lembata Ny. Melanie Angsar bersama para Kasi dan staf.

Lewoleba, penatimor.com – Berwibawa dan hangat bersahabat. Kata-katanya tangkas, terpilih. Bicaranya mengalir, runtun, dan lugas.

Dari gaya bicaranya, terpancar kepribadian yang tegas dan memegang prinsip, namun juga humoris.

Itulah kesan pertama bagi siapa saja yang bertemu dengan sosok Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH.

Sebagai seorang jaksa, Ridwan sering berpindah-pindah tempat tugas. Mulai dari wilayah Indonesia Timur seperti Maluku Utara dan NTT, hingga wilayah Jawa dan Sumatera.

Semenjak resmi menjabat Kajari Lembata, (18/8/2020), Ridwan yang juga putra NTT ini mulai melakukan berbagai gebrakan perubahan.

Mulai dari evaluasi dan pembenahan internal Kejari Lembata hingga tugas penegakan hukum.

Suami dari Ny. Melanie Angsar itu mengawali tugas barunya, dengan mengevaluasi secara menyeluruh semua bidang tugas yang ada di Kejari Lembata, baik itu di bidang Pidum, Pidsus, Intelijen, Pembinaan dan lainnya.

Apalagi Kejari Lembata sendiri sudah berhasil meraih predikat zona integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Ridwan pun tertantang untuk mempertahankan predikat tersebut, bahkan ingin berjuang meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) yang diberikan oleh Kemenpan-RB.

Sosok Ridwan yang mantan Kasi Penkum Kejati NTT itu juga sangat bersemangat melakukan perubahan-perubahan, hingga menyangkut tampilan atau kondisi fisik dan penataan kantornya yang berlokasi di bukit Lusikawak, Jalan Trans Atadei itu.

Momen keakraban Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar dengan jajarannya, Jumat (18/9/2020) malam.

Perbaikan-perbaikan kecil mulai dilakukan dengan harapan kantor tersebut dapat terlihat semakin indah, asri dan nyaman.

Ayah empat anak yang mantan pesepak bola ini juga komit dan fokus dalam penegakan hukum, terlebih dalam pemberantasan korupsi.

Ini ditunjukan di minggu pertama memimpin Kejari Lembata, dimana saat ini pihaknya tengah melidik perkara dugaan korupsi pada kegiatan pengadaan kapal patroli pada Dinas Kelautan dan Perikanan Lembata.

“Jadi penegakan hukum tetap dilakukan, tetapi juga harus mendukung pembangunan di daerah ini,” kata Ridwan yang juga mantan Kasi Datun Kejari Trenggalek, Kejati Jawa Timur.

Mantan Kacabjari Sabu Raijua itu juga terus membangun tim work yang solid di lingkungan Kejari Lembata.

Seluruh staf dirangkul untuk bersama-sama melaksanakan roda pelayanan Kejari Lembata dengan optimal.

Suasana keakraban dan kekeluargaan terus dibangun di lingkungan Kejari Lembata. Tidak hanya saat jam kerja, namun juga setelah kantoran dan hari libur.

Suasana malam di kantor Kejari Lembata.

Dengan demikian, tampak tidak ada sekat antara pimpinan dan staf. Komunikasi dan koordinasi sangat intensif dan cair namun terpimpin.

Semuanya melebur menjadi satu tim kerja Kejari Lembata yang solid untuk melaksanakan seluruh program dan tupoksi korps Adhyaksa di negeri sembur paus itu.

“Dengan hal-hal sederhana seperti ini, kami terus merajut dan membangun kebersamaan sehingga menjadi tim yang solid,” ungkap Ridwan yang sebelumnya menjabat Kepala Tata Usaha (KTU) Kejati Kepulauan Riau.

Selain di internal Kejari Lembata, Ridwan juga membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pemda Lembata, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat lainnya.

Ridwan Angsar bukanlah orang baru di wilayah hukum Kejati NTT.

Sebelumnya, dia menjabat Kasi Penkum Kejati NTT, kemudian Kasi Oharda Bidang Pidum Kejati NTT.

Ridwan juga pernah menjabat Kasi Penuntutan dan Kasi Penyidikan Bidang Pidsus Kejati NTT.

Jauh sebelumnya Ridwan Angsar yang juga putra daerah NTT, pernah menjabat Kacabjari Seba di Sabu Raijua, Kasi Pidsus Kejari Rote Ndao, dan pernah berkarya di Kejari Belu dan Kejari Flotim.

Ridwan pernah terlibat langsung dalam tim penyidik Kejati NTT dan menangani sejumlah perkara korupsi kelas kakap.

Perkara korupsi yang pernah ikut ditangani Ridwan Angsar, yaitu perkara korupsi dan tindak pidana pencucian uang di Politeknik Negeri Kupang.

Ridwan juga terlibat menangani perkara dugaan korupsi proyek pembanguan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kabupaten Belu, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Flotim, dan Alor.

Tidak hanya itu, perkara korupsi yang ikut ditangani Ridwan adalah terkait proyek pembangunan dermaga oleh Kementerian PDT di Kabupaten Alor dan Flotim, dan juga proyek tambak garam di Kabupaten Sabu Raijua.

Selain itu, ada juga perkara korupsi penjualan barang rampasan negara yang merupakan aset PT Sagaret di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.

Ridwan Angsar mengaku berterima kasih atas kepercayaan pimpinan tertinggi Kejaksaan Republik Indonesia yang menugaskannya sebagai Kajari Lembata.

“Terima kasih atas kepercayaan pimpinan. Saya siap menjalankan tugas yang dipercayakan pimpinan dengan penuh tanggung jawab,” ungkap Ridwan penuh semangat. (mel)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tim Penyidik Kejati NTT Geledah Kantor BPN Provinsi NTT

Published

on

Tim penyidik Kejati NTT saat menggeledah Kanwil BPN Provinsi NTT, Senin (19/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Diduga Aniaya Suami, IRT di Kupang Resmi Tersangka

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.
Continue Reading

UTAMA

Seorang Nelayan di Kupang Tewas Tenggelam

Published

on

Penemuan mayat nelayan di Pantai Kelapa Lima, Kota Kupang.
Continue Reading
loading...