Connect with us

HUKRIM

Jaksa Periksa Mantan Bupati Kupang

Published

on

Ayub Titu Eki

Oelamasi, penatimor.com – Mantan Bupati Kupang Ayub Titu Eki diperiksa penyidik Pidsus Kejari Kabupaten Kupang, Selasa (15/9/2020).

Bupati Kupang dua periode itu memenuhi panggilan penyidik dan tiba di kantor Kejari Kabupaten Kupang, Oelamasi, sekira pukul 11.00 Wita.

Ayub Titu Eki kemudian menjalani pemeriksaan, dan kembali dilanjutkan pada Rabu (16/9/2020).

Ayub diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi pengalihan aset tanah Pemkab Kupang di Jalan Frans Seda, dekat Taman Tirosa yang kini di atasnya berdiri Hypermart.

Kajari Kabupaten Kupang, Shirley Manutede, yang dikonfirnasi wartawan, membenarkan pemeriksaan terhadap Ayub Titu Eki.

“Ya, kemarin sudah periksa, hari sambung lagi,” kata Shirley yang juga mantan Kasi Penkum Kejati NTT.

Dijelaskan Kajari, dalam pemeriksaan itu, Ayub Titu Eki dicecar beberapa pertanyaan seputar tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

“Intinya kemarin saksi ditanyakan seputaran tupoksi dan pak Ayub sebagai orang yang tanda tangan kontrak dengan pihak PT. INVESTA,” jelas Shirley.

Ayub juga ditanyakan terkait pola sewa dengan cara Bangun Guna Serah.

Sekadar tahu, pemeriksaan saksi gencar dilakukan penyidik, baik dari Pemkab Kupang maupun manajemen Hypermart, serta saksi ahli.

Sudah sekira 20 saksi yang diperiksa, termasuk mantan Sekda Kabupaten Kupang, Hendrik Paut.

Kajari Kabupaten Kupang, Shirley Manutede yang dikonfirmasi wartawan, Selasa (15/9/2020), mengatakan, pihaknya baru saja melakukan ekspos perkembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dan pemanfaatan barang milik daerah pada Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang (Eks Kantor Dinas PU yang sekarang berdiri Hypermart dan berlokasi di Jalan Frans Seda).

Ekspos perkara ini dilakukan di kantor Kejati NTT, dihadiri Kajati NTT Dr Yulianto dan para pejabat utamanya.

“Kita masih rampungkan saksi-saksi lagi. Kerugian negara untuk sementara sebesar Rp 12 miliar, akan bertambah dari ahli penilai bangunan dan aset,” kata Shirley.

Menurut mantan Kasi Penkum Kejati NTT itu, pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan 8 orang saksi dalam pekan ini.

Mantan Sekda Kabupaten Kupang, Hendrik Paut dijadwalkan pemeriksaan pada Senin (14/9/2020). Namun yang bersangkutan mangkir.

Penyidik pun telah menjadwalkan kembali pemeriksaan Hendrik Paut pada Kamis (17/9/2020). (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Alor Meningkat

Published

on

Dialog bersama di Aula Bahra Daksa Polres Alor, Kamis (21/1/2021) siang.
Continue Reading

HUKRIM

Notaris Dijadikan Tersangka oleh Kejati NTT, INI dan IPPAT Sepakat Mogok Kerja

Published

on

Pengurus dan anggota Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Wilayah NTT berpose bersama usai jumpa pers di Kupang, Rabu (20/1/2021).
Continue Reading

HUKRIM

Polisi Dalami Kasus Penganiayaan Wartawan di Flores Timur

Published

on

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto, SH., SIK., MH., saat dikonfirmasi wartawan di Kupang, Selasa (19/1/2021).
Continue Reading