Connect with us

UTAMA

Wali Kota Kupang Desak PT Barata Bayar Hak 19 Karyawan yang di-PHK

Published

on

Wali Kota Kupang Dr Jefri Riwu Kore menyerahkan paket bantuan sembako kepada karyawan PT Barata yang diPHK.

Kupang, penatimor.com – Wali Kota Kupang Dr Jefri Riwu Kore menyatakan kepeduliannya kepada 19 karyawan swasta yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh PT Barata.

Orang nomor satu di Pemkot Kupang itu menyerahkan bantuan paket sembako kepada 19 karyawan tersebut.

Penyerahan bantuan sembako dilakukan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (27/8/2020) petang.

Wali Kota didampingi Kadis Nakertrans Kota Kupang Ignasius Lega dan Asisten III Thomas Dagang.

Wali Kota pada kesempatan itu, berharap bantuan yang diberikan bisa membantu 19 karyawan yang diPHK.

“Walaupun bantuan tidak banyak, tetapi bisa digunakan untuk tiga bulan ke depan,” kata Jefri.

Adapun bantuan tambahan dari pemerintah Provinsi NTT yang berada di tingkat kelurahan, sehingga karyawan yang di PHK juga akan difasilitasi untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Wali Kota juga berjanji akan membantu untuk menyampaikan kepada DPRD agar PT Barata harus membayar semua kerugian atau hak-hak 19 karyawan tersebut sesuai aturan yang berlaku.

“Kami akan berusaha membantu, agar PT Barata bisa membayar hak-hak karyawan mereka sesuai dengan aturan yang berlaku,” ungkap Wali Kota.

“Masalah ini saya serahkan pada Kadis Nakertrans untuk mengatur. Jangan sampai aturan A tapi dalam proses dilakukan B. Seperti itu, maka harus dibantu karena mereka ini saudara kita,” tegas mantan anggota DPR RI dua periode itu.

Menurut Wali Kota, aturan yang sudah ada harus diikuti, dan perusahaan harus membayar hak-hak karyawan.

Sementara, Dinas Kesehatan Kota Kupang juga sudah membantu 19 karyawan itu dengan melakukan pengurusan BPJS Kesehatan.

Adapun beberapa karyawan yang sudah mempunyai BPJS Kesehatan tetapi tidak aktif, sehingga diaktifkan kembali.

Sekadar tahu, masalah PHK 19 karyawan PT Barata ini sudah tiga kali menjalami mediasi. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Stefanus Sulayman Divonis 18 Tahun Penjara, Yohanes Sulayman 12 Tahun

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Stafanus Sulayman di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading

UTAMA

Tersambar Petir, Tiga Warga Kupang Tewas

Published

on

Tiga korban tewas akibat tersambar petir di wilayah Kabupaten Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Besok, Penyidik Kejati NTT Periksa Gories Mere dan Karni Elyas

Published

on

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.
Continue Reading