Connect with us

HUKRIM

Diduga Dianiaya Konsumen, Karyawan Bengkel Raja Motor Kupang Patah Tulang

Published

on

Hasil rontgen menunjukkan tulang tangan korban patah.

Kupang, penatimor.com – Seorang pemuda di Kota Kupang bernasib naas. Dia dianiaya hingga mengalami patah tulang tangan. Kepala dan wajahnya bengkak.

Korban adalah Apri A. Kana (35) yang kesehariannya sebagai montir sepeda motor di bengkel Raja Motor.

Akibat kondisi itu, Apri yang juga warga Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, tidak dapat bekerja seperti biasa.

Korban menjalani perawatan medis yang cukup lama untuk penyembuhan, terlebih tulang tangan yang patah.

Kasus penganiyaan ini terjadi di bengkel
Raja Motor Kelurahan Fatululi, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Rabu (12/8/2020) siang.

Korban telah melaporkan kejadian ini ke polisi di Polres Kupang Kota, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/860/VII/2020/SPKT Resor Kupang Kota.

Kasus penganiayaan ini diduga dilakukan oleh terlapor bernama Mhartin Teos Manifa, warga Kota Kupang.

Korban ketika dikonfirmasi wartawan, (20/8/2020), mengatakan, kejadian ini berawal pada Selasa (11/8/2020), dimana terlapor datang untuk mengganti oli mesin sepeda motornya, sehingga korban melayani terlapor.

Namun esoknya, (12/8/2020) pagi, terlapor kembali ke bengkel mencari korban sambil marah-marah. Saat itu korban masih berada di dalam bengkel.

Korban lalu keluar dan mengatakan bahwa dirinya yang menggantikan oli pada motor terlapor.

Terlapor langsung memarahi korban dan mengatakan, “Kenapa lu tidak ganti beta punya oli gir ko kering dan kosong”.

Korban pun menjelaskan bahwa saat itu dia mengganti oli gir, bahkan langsung di depan terlapor.

Korban juga menjelaskan bahwa apabila dia tidak mengganti oli gir, maka motor tersebut pasti akan rusak saat dikendarai terlapor dalam beberapa meter saja.

“Karena saya menjelaskan begitu, terlapor langsung memukul bagian mulut saya, sehingga saya langsung masuk ke dalam bengkel,” ungkap korban.

Namun terlapor mengikuti korban dan masuk ke dalam bengkel lalu menendang bagian dada korban sampai jatuh ke lantai.

Namun korban sempat menahan pakai tangan, tetapi terlapor langsung menendang tangan korban sehingga mengalami patah tulang.

Setelah menganiaya, terlapor juga masih bertengkar dengan korban, sehingga terlapor ditegur oleh karyawan bengkel lainnya, sehingga terlapor pun langsung pulang.

“Pada saat kejadian itu banyak karyawan bengkel yang melihat dan menegur terlapor,” imbuh korban.

Atas kejadian tersebut korban langsung melapor ke Polres Kupang Kota. Setelah itu korban dibawa untuk melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uly Kupang. Korban juga sudah memberikan keterangan ke polisi.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P.T. Binti, SIK., melalui Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH., saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (28/8/2020) petang, membenarkan kasus penganiyaan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, terlapor belum berhasil dikonfirmasi. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Mantan Karyawati Bank NTT Diamankan Polisi, Diduga Gelapkan Motor di Kupang

Published

on

Terlapor MYN alias Yolan (29) saat diperiksa penyidik Unit Reskrim Polsek Kelapa Lima.
Continue Reading

HUKRIM

Polda NTT Bekuk 3 Pencuri Battrey Tower Telkomsel di Kupang

Published

on

Tiga pelaku pencuri battrey tower PT Telkomsel ketika dibekuk tim Resmob Subdit III Jatanras, Ditreskrimum, Polda NTT.
Continue Reading

HUKRIM

Diimingi Uang dan Ponsel, Pelajar SMP di Kupang Dinodai Pria Dewasa

Published

on

Pelaku percabulan anak di bawah umur saat diamankan polisi di Mapolsek Oebobo.
Continue Reading
error: Content is protected !!