Connect with us

EKONOMI

PT NMK Cabang Belu Siap Penuhi Tuntutan 13 Karyawan yang DiPHK

Published

on

Kuasa Hukum PT NMK Cabang Belu, Yosep Martua Ganda Pangaribuan.

Kupang, penatimor.com – PT. Naviri Multi Konstruksi (NMK) Cabang Belu memenuhi undangan Dinas Nakertrans Provinsi NTT dalam proses mediasi terhadap 13 pekerja yang mendapatkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Rabu (19/8/2020) siang.

Sebelumnya mediasi 13 pekerja yang diPHK ini gagal karena ketidak hadiran PT. Naviri Multi Konstruksi dalam undangan Dinas Nakertrans Provinsi NTT.

PT. NMK Cabang Belu melakukan pengurangan tenaga kerja sebanyak 13 orang dari total 63 pekerja.

Kuasa Hukum PT NMK Cabang Belu, Yosep Martua Ganda Pangaribuan, mengatakan PHK yang dilakukan oleh perusahaan karena dua alasan, yaitu pandemi Covid-19 dan telah berakhir nya masa kontrak kerja antara buruh dengan perusahaan.

Namun PT NMK Cabang Belu yang bergerak dalam bidang Arsitektur, Konstruksi Sipil, Elektrikal dan Mekanikal, dalam hasil mediasi akan melakukan pendekatan dengan kuasa hukum dan 13 pekerja untuk melakukan negosiasi terkait pembayaran pesangon.

“Dilakukan PHK, salah satunya alasan karena Covid juga, ya kalau tidak ada proyek bagaimana, sedangkan kita tahu sendirilah semua terdampak, lantas mau digaji mereka dengan apa,” kata Yosep.

Dilakukan PHK terhadap 13 pekerja ini juga karena masa kontrak dengan perusahaan telah berakhir pada 31 Desember 2019.

“Untuk kontrak itu berakhir di 31 Desember 2019, artinya memang sudah berakhir. Tapi karena di bulan Januari, Februari dan Maret (2020) ada perpanjangan dari pemerintah untuk tetap dipekerjakan,” jelasnya.

Pemutusan hubungan kerja itu tidak serta merta membuat perusahaan PT NMK tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar hak-hak pekerja.

Pihak perusahaan juga berupaya untuk memberikan hak-hak sesuai dengan ketentuan yang mesti dibayar perusahaan.

Sedangkan soal klaim sepihak oleh 13 pekerja yang menyebutkan perusahaan tidak pernah membayar uang lembur, Yosep katakan pihaknya mempunyai semua bukti terkait pembayaran uang gaji dan lembur karyawan.

“Bagian keuangan kami katakan bahwa gaji lembur karyawan telah dibayar semua,” tegas Yosep.

PT NMK Cabang Belu sebelumnya dilaporkan ke Dinas Nakertrans Provinsi NTT terkait PHK sepihak terhadap 13 karyawan.

Selain PHK sepihak, PT NMK juga disebut tidak memberikan pesangon, dan juga masih terdapat masalah terkait BPJS terhadap beberapa karyawan yang dipecatnya.

Terhadap hal ini, Yosep jelaskan, PT NMK berupaya memberikan kebijakan untuk 13 karyawan yang di-PHK itu.

Salah satunya adalah meminta karyawan menunggu hingga keadaan normal dan perusahaan kembali mendapatkan tambahan pekerjaan sehingga akan dipanggil untuk dipekerjakan kembali.

Namun tawaran itu tidak diterima para pekerja, dan mereka lebih memilih untuk menerima di-PHK dengan ketentuan pihak perusahaan harus membayar pesangon sebesar Rp 584.195.165.

“Sebelumnya kami minta agar menunggu dulu, biar nanti dipanggil lagi. Tapi mereka terima untuk di PHK dengan ketentuan perusahaan harus membayar pesangon,” ungkap Yosep.

“Untuk itu tuntutan mereka tentu pasti akan kami bayar sesuai kemampuan. Ya tidak mungkin mencapai Rp 100 juta. Tetapi kita negosiasi lagi dulu,” tutupnya. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKONOMI

Merdeka-kan Petani NTT dengan Teknologi

Published

on

Kebun contoh Power Agro Indonesia di wilayah NTT.
Continue Reading

EKONOMI

Gubernur VBL Minta Dispar Desain Pariwisata yang Inklusif di Alor

Published

on

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
Continue Reading

EKONOMI

Berbatasan dengan Timor Leste, NTT Belum Maksimal Kembangkan Sektor Industri

Published

on

Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni menyerahkan Ranperda ke Wagub NTT Yosep Nae Soi.
Continue Reading
loading...