Connect with us

UTAMA

Tiga Tahun Dipimpin FirMan-Mu, Kota Kupang Berkembang Pesat

Published

on

Wali Kota Kupang Dr Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota Kupang dr Hermanus Man.

Kupang, penatimor.com – Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mengalami kemajuan pesat di hampir seluruh bidang pembangunan.

Tiga tahun dipimpin pasangan Wali Kota Dr Jefri Riwu Kore dan Wakil Wali Kota dr Hermanus Man (FirMan-Mu), perubahan besar sangat dirasakan.

Pembangunan begitu gencar dilakukan FirMan-Mu lewat program-program strategis yang dieksekusi seluruh organisasi perangkat daerah dengan sangat optimal.

Hal ini tentunya tidak dapat dibantah. Fakta membuktikan, pembangunan infrastruktur sangat gencar dilakukan di kota ini.

Tidak hanya itu, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bidang kesehatan, sosial ekonomi, hingga urusan admistrasi kependudukan yang berbasis aplikasi online pun dibuat dan berjalan dengan sangat maksimal.

Penataan ruang terbuka hijau lewat pembangunan beberapa taman kota kini sudah dinikmati warga sebagai tempat untuk berekreasi dan berolahraga.

Seperti, Taman Tirosa, Taman Generasi Penerus (Tagepe), Taman Adi Pura, Taman Ina Bo’I, Alun-alun Kota dan Taman Pantung Sonbai.

Belum lagi taman-taman lainnya yang berhasil dibangun di era kepemimpinan Jefri-Herman.

Ada Taman Fontein yang semula pembangunannya terbengkalai, kini tampil asri dan menjadi salah satu tujuan warga di sore hingga malam hari, walau hanya sekadar untuk nongkrong dan berpose.

Selain itu, juga ada pembangunan taman-taman kecil di setiap perempatan yang ada di jalan protokol.

Pembenahan juga disertai dengan pemasangan lampu-lampu taman yang menghiasi setiap sudut taman sehingga menambah keindahan saat malam hari.

Pembangunan taman-taman ini seakan menjadikan Kota Kupang lebih bergeliat. Masyarakat beramai-ramai menggunakan taman-taman ini sebagai tempat untuk berkumpul bersama keluarga atau kerabat.

Keberadaan beberapa taman di Kota Kupang juga ikut berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.

Taman-taman ini membawa banyak perubahan, karena kegiatan ekonomi kecil dan menengah lebih hidup, dan masyarakat juga mendapatkan banyak referensi tempat rekreasi.

Tiga tahun FirMan-Mu bergerak dan berkarya, banyak perubahan terjadi di Kota Kupang.

Suasana kota menjadi lebih hidup dan terus berkembang dengan berbagai inovasi pelayanan masyarakat.

Sementara, di tahun 2021 mendatang, pemerintah Kota Kupang akan kembali fokus pada pengadaan lampu jalan yang akan dipasang hingga jalan-jalan lingkungan.

Tahun ini, pemerintah membeli lampu dengan tinggi tiang 9 meter, yang rencananya akan dipasang di jalan-jalan utama atau jalan protokol, misalnya di Jalan El Tari, Jalan Frans Seda, Jalan S.K. Lerik dan jalan utama lainnya.

Untuk lampu dengan tinggi tiang 9 meter ini, menggunakan anggaran sebesar Rp 9,9 miliar untuk 900 tiang lampu.

Sementara untuk lampu dengan tinggi tiang 7 meter, rencananya akan ditempatkan di jalan lingkungan, dengan jumlah sebanyak 916 tiang lampu menggunakan anggaran sebesar Rp 9 miliar.

Selain itu, di bidang pendidikan, pemerintah Kota Kupang terus membantu masyarakat dengan meningkatkan kualitas pendidikan.

Peningkatan infrastruktur sekolah, melengkapi sarana dan prasarana belajar, serta meningkatkan kompetensi guru atau tenaga pendidik.

FirMan-Mu tetap menjalankan program bantuan seragam sekolah. Tahun 2020 ini ditingkatkan. Siswa-siswi bukan hanya mendapatkan bantuan seragam sekolah, tetapi lengkap dengan tas dan buku tulis.

Anggaran yang digunakan untuk bantuan perlengkapan sekolah ini dianggarkan pada sidang anggaran murni tahun 2020, dengan rincian Rp 5 miliar lebih untuk pakaian seragam sekolah, Rp 5 miliar untuk tas sekolah, dan Rp 1 miliar untuk buku tulis.

Sesuai dengan perencanaan, bantuan ini akan diberikan kepada 50.000 lebih siswa-siswi yang ada di Kota Kupang, untuk tingkat TK, SD dan SMP.

Selain itu, Jefri Riwu Kore dan Hermanus Man juga fokus membantu masyarakat untuk mendapatkan rumah layak huni.

Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 5 miliar itu dirasionalisasi karena pandemi Covid-19, menjadi Rp 2,5 miliar.

Wali Kota Jefri Riwu Kore bahkan turun langsung untuk melihat dan meninjau langsung rumah-rumah warga yang akan dibedah.

Orang nomor satu di Pemkot Kupang yang akrab disapa Jeriko ini selalu blusukan mencari rumah warga yang akan dia dibantu.

Tujuannya turun langsung adalah untuk mengetahui secara pasti bahwa bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Jeriko yang selalu menggunakan uang pribadi untuk membeli perabot rumah tangga untuk masyarakat yang rumahnya telah selesai dibedah ini, mengaku sangat bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Berkat yang Tuhan berikan lewat jabatan sebagai kepala daerah ini tentu ada tujuannya. Saya ingin terus menjadi berkat bagi sesama. Saya duduk di kursi DPR RI dua periode, tetapi hati kecil saya selalu rindu untuk pulang ke Kota Kupang untuk membantu saudara-saudara saya yang membutuhkan,” ungkap suami dari Ny. Hilda Riwu Kore-Manafe yang juga anggota DPD RI itu.

Saat ini, sudah ada puluhan rumah yang dibedah oleh pemerintah Kota Kupang. Selama rumah dikerjakan, Jefri Riwu Kore mengajak keluarga pemilik rumah untuk tinggal bersama nya dan keluarga di rumah jabatan Wali Kota Kupang.

Jefri Riwu Kore dan istrinya bahkan sering makan bersama dengan warga yang tinggal di rumah jabatan.

Mereka duduk bersama di meja makan tanpa ada sekat antara masyarakat dan kepala daerah.

Jeriko selalu menunjukan kesederhanaannya dengan semua orang.

Selain itu, duet Jefri-Herman juga fokus pada program Kupang Hijau.

Pemerintah Kota Kupang dengan tagline “Ayo Terus Berubah” tengah menggalakkan program Kupang Hijau dengan mengajak seluruh pihak untuk menanam pohon.

Tahun ini, pemerintah Kota Kupang menganggarkan Rp 3 miliar lebih untuk menanam pohon sepe, trambesi, ketapang kencana dan jenis lainnya.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan, untuk terus menggalakkan program ini, maka pemerintah akan membuat payung hukum yang mengatur tentang larangan menebang pohon di kawasan perkotaan.

Selain untuk menghijaukan Kota Kupang, kata Jefri, pohon-pohon tersebut nantinya bisa menampung air untuk membantu memenuhi kebutuhan air yang diperlukan masyarakat Kota Kupang.

Oleh karena itu diimbau agar masyarakat tidak menebang pohon sembarangan tanpa sepengetahuan pemerintah Kota Kupang.

“Kami berharap teman-teman DPRD dapat berinisiasi untuk membuat Perda larang potong pohon. Supaya bila ada pohon yang harus ditebang maka harus melalui pemerintah. Mudah-mudahan, teman-teman dewan dapat mendukung supaya Perda tersebut dapat dibahas dan diterapkan dalam waktu dekat,” harapnya. (eti/adv)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Polres Lembata Bantu Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Ile Lewotolok

Published

on

Personel Polres Lembata mengevakuasi warga terdampak erupsi gunung Ile Lewotolok, Minggu (29/11/2020).
Continue Reading

UTAMA

Dihujani Abu Vulkanik Ile Lewotolok, Bandara Wunopito Ditutup

Published

on

Erupsi Gunung Ile Lewotolok, Minggu (29/11/2020).
Continue Reading

UTAMA

Erupsi Ile Lewotolok, Pemkab Lembata Evakuasi Warga

Published

on

Gunung Ile Lewotolok mengeluarkan asap tebal akibat erupsi, Minggu (29/11/2020).
Continue Reading