Connect with us

HUKRIM

Jonas Salean Dicecar 27 Pertanyaan, Penyidik Jadwalkan Pemeriksaan Lanjutan

Published

on

Jonas Salean saat tiba di kantor Kejati NTT, Rabu (19/8/2020).

Kupang, penatimor.com – Mantan Wali Kota Kupang, Jonas Salean kembali diperiksa penyidik Kejati NTT, Rabu (19/8/2020).

Ini merupakan pemeriksaan kedua Jonas Salean sebagai saksi dalam tahap penyidikan perkara dugaan pengalihan lahan pemerintah di Jalan Veteran, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, dimana tanah tersebut kini telah beralih status menjadi milik pribadi Jonas Salean.

Jonas Salean memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi kantor Kejati NTT sekira pukul 09.00.

Sosok yang juga Ketua Partai Golkar Kota Kupang itu kemudian menjalani pemeriksaan dari pukul 09.30-17.00 oleh penyidik Benua Purba, SH., yang juga Asisten Pengawasan Kejati NTT.

“Pemeriksaan terhadap saksi Jonas Salean belum tuntas dilaksanakan, sehingga penyidik akan jadwalkan lagi pemeriksaan,” kata Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim yang dikonfirmasi wartawan via ponsel, sore kemarin.

“Masih banyak lagi materi pertanyaan yang akan diajukan, makanya dijadwalkan lagi,” lanjut mantan Kasi Penyidikan Bidang Pidsus Kejati Maluku itu.

Terpisah, Dr. Yanto MP. Ekon, selaku kuasa hukum Jonas Salean, mengatakan, dalam pemeriksaan lanjutan kemarin, kliennya yang kini anggota DPRD Provinsi NTT itu, kembali dicecar 27 pertanyaan.

Pemeriksaan tersebut, menurut Yanto Ekon, masih seputar jabatan Jonas Salean saat itu dan prosedur pengalihan tanah kapling tersebut.

“Pemeriksaan belum selesai. Penyidik berencana akan memanggil dan memeriksa kembali klien kami. Kita tunggu pemberitahuan dari penyidik,” kata Yanto.

Sebelumnya, Jonas Salean memenuhi panggilan penyidik Kejati NTT untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi terkait pengalihan aset tanah pemerintah di Jalan Veteran, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Jonas menjalani pemeriksaan dari pukul 09.00-14.40, Senin (10/8), dan dicecar sebanyak 25 pertanyaan

Yanto Ekon selaku kuasa hukum Jonas, usai pemeriksaan kliennya, mengatakan, kliennya baru dapat memenuhi panggilan penyidik karena masih dalam masa pemulihan kesehatan setelah sebulan yang lalu menjalani operasi kepala.

Pemeriksaan masih terkait hal-hal mendasar berkaitan dengan riwayat jabatan yang diduduki kliennya selama menjadi ASN hingga menjabat Wali Kota Kupang.

“Jadi pemeriksaan masih pada prosedur penunjukan tanah kapling,” kata Yanto Ekon yang didampingi Mel Ndaomanu, John Rihi dan Rian Kapitan.

Menurut Yanto, tim kuasa hukum tetap kukuh pada pendirian bahwa perlu pembuktian apakah tanah yang menjadi persoalan ini adalah aset Pemda Kabupaten Kupang atau bukan.

“Itu yang harus kita buktikan. Putusan Pengadilan, dari Pengadilan Negeri sampai pada Pengadilan Tinggi, menyatakan bahwa tanah tersebut adalah hak milik sah dari Jonas Salean, sedangkan pencatatan tanah itu sebagai aset pemerintah Kabupaten Kupang adalah perbuatan melawan hukum,” jelas Yanto Ekon.

Menurutnya, sesuai putusan pengadilan terkait perkara perdata yang saat ini berlaku dan belum dibatalkan oleh putusan yang lebih tinggi, menyatakan bahwa yang melakukan perbuatan melawan hukum adalah Pemda Kabupaten Kupang yang mencatat tanah tersebut sebagai aset Pemkab Kupang.

Dalam pemeriksaan itu, menurut Yanto, kliennya juga diminta menyerahkan sejumlah dokumen, termasuk juga dengan beberapa SK pengangkatan Jonas Salean dalam menduduki jabatan di Pemkot Kupang.

“Memang tidak sempat dibawa, maka akan dibawa pada pemeriksaan yang akan datang. Nanti diusahakan untuk dibawa,” kata Yanto Ekon sembari menambahkan pihaknya tetap menghormati proses hukum yang dilakukan penyidik Kejati NTT.

Tim kuasa hukum Jonas Salean, menurut Yanto Ekon sebelumnya juga sudah mengajukan surat penundaaan penyidikan kepada Kejati NTT dengan melampirkan dua putusan Pengadilan, mengingat proses perdata sedang bergulir di pengadilan.

“Tetapi jawabannya seperti apa, itu kan kewenangan dari Kejati. Hak kami hanya mengajukan permohonan,” tandas Yanto yang menyebutkan kliennya akan menjalani pemeriksaan lanjutan pada Rabu (19/8). (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tawuran Antar Massa Paslon Pilkada Malaka, Polisi Amankan 13 Terduga Pelaku

Published

on

Belasan senjata tajam diamankan aparat Polres Malaka.
Continue Reading

HUKRIM

Mantan Kacab Bank NTT Oelamasi Segera Diadili

Published

on

Tersangka Jhon Nedy Charles Sine, SE., alias Jhon Sine alias Jhon (Mantan Pimpinan Cabang Bank NTT Oelamasi-Kabupaten Kupang) hendak dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Kupang, Rabu (2/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Stefanus Sulayman Divonis 18 Tahun Penjara, Yohanes Sulayman 12 Tahun

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Stafanus Sulayman di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading