Connect with us

UTAMA

Progres Bendungan Temef Capai 50 Persen, Rp 90 Miliar untuk Bayar Lahan Masyarakat

Published

on

Progres pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten TTS.

SoE, penatimor.com – Progres pembangunan bendungan Temef di Konbai, Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 50 persen.

Bendungan Temef mulai dikerjakan pada tahun 2018 dan dijadwalkan akan rampung pada tahun 2022.

Dalam pengerjaan bendungan Temef saat ini sudah memasuki tahap pengelakan sungai yang mana ditandai dengan penekanan sirene oleh Wakil Gubernur NTT, Josef A Nae Soi di lokasi bendungan, pada Jumat (14/8/2020). siang.

Kepada masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Wagub Josep Nai Soi sangat berharap agar nantinya bendungan Temef dapat dimanfaatkan oleh semua komponen masyarakat secara maksimal.

“Begitu air di bendungan ini ada, kita wajib tanam apa saja yang dibutuhkan untuk masyarakat, sehingga kita bisa hidup mandiri,” harap Wagub.

“Untuk lahan masyarakat yang terpakai di area bendung Tenef, kita menunggu pengesahan dari BPN, sebab ini akan masuk dalam aset. Untuk anggaran pembayaran lahan tanah masyarakat sudah disiapkan Rp 90 miliar,” lanjut dia.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, Agus Sosiawan di sela-sela peresmian pengelakan sungai bendungan Temef, mengatakan bahwa pengelakan sungai ini merupakan tahapan dalam proses pemindahan aliran sungai untuk melewati bangunan pengelak (terowongan) sehingga aktivitas pengerjaan tubuh utama bendung dapat dilaksanakan.

Dengan pemindahan aliran sungai ini, segera dapat menyelesaikan pekerjaan bangunan utama bendungan maupun pekerjaan pendukung lainnya.

“Pengelakan sungai ini dilakukan setelah mendapat rekomendasi dari komisi keamanan bendungan,” kata Agus Sosiawan.

Lanjutnya, bendungan yang merupakan salah satu dari tujuh proyek strategis nasional di NTT ini memiliki volume tampungan 45,78 juta m3 dengan luas genangan 380 Ha.

Proyek yang dimiliki Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 1,4 triliun.

Konstruksi bendungan itu dikerjakan oleh PT Waskita pada paket 1 yaitu pekerjaan bangunan pengelak dan pekerjaan bendungan utama.

Sedangkan pada paket 2 dikerjakan oleh PT Nindya Karya yaitu pekerjaan jalan masuk dan pekerjaan bangunan pelimpah.

Bendungan Temef akan memberikan manfaat pasokan air irigasi 4.500 Ha, reduksi banjir (Area Hilir) 230 m3/detik, dan air baku 0,13 m3/detik.

Selain itu, bendungan yang menggunakan luas tanah 480,46 Ha ini juga memiliki potensi listrik PLTMH sebesar 1×2 MW.

Bendungan dengan tinggi 53 meter dan panjang puncak 535 meter ini dijadwalkan akan ditutup seluruh pengerjaannya hingga proses peresmiannya di tahun 2023.

“Sekarang itu 50% yah (kemajuan), diharapkan seluruh pekerjaannya ditutup dan diresmikan tahun 2023,” pungkasnya. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Menkes Lakukan Peletakan Batu Pertama RSUP Kupang

Published

on

Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Pur) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, sp.Rad., melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Pratama (RSUP) Kupang, Kamis (3/12/2020).
Continue Reading

UTAMA

Insan Bumi Mandiri dan PT SMI Launching Program Pemberdayaan Tenun di Sumba

Published

on

Insan Bumi Mandiri (IBM) bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI (Persero) menggelar launching program Tenun.in. di Kelurahan Preiliu, Kecamatan Kamberi, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Continue Reading

UTAMA

Panglima TNI dan Kapolri Bantu Korban Erupsi Ile Lewotolok di Pengungsian

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif menyerahkan bantuan Kapolri dan Panglima TNI kepada perwakilan pengungsi eruspi Ile Lewotolok di camp pengungsi, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading