Connect with us

UTAMA

Pemuda Ansor NTT Tangkal Penyusupan Kelompok Intoleran di Pilkada Serentak, Labuan Bajo Rawan

Published

on

Ketua GP Ansor Provinsi NTT Ajhar Jowe berpose bersama jajarannya.

Kupang, penatimor.com – Sebanyak 9 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menggelar Pilkada serentak, pada 9 Desember 2020 mendatang.

Sembilan kabupaten itu adalah Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Sumba Timur, Sumba Barat, Sabu Raijua, Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara.

Momen pilkada serentak juga berpotensi dimanfaatkan oleh kelompok intoleran, untuk membuat kondisi keamanan terganggu. Bahkan menyusupi dengan ajaran paham radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat.

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ajhar Jowe kepada wartawan, mengatakan, akan ada kelompok-kelompok intoleran yang selama ini bergentayangan berpotensi memunculkan diri dan pahamnya dalam momen pilkada serentak.

“Kelompok-kelompok intoleran selama ini selalu bergentayangan dalam momen pilkada, maka dari Gerakan Pemuda Ansor menolak keras. Mari kita bangun Nusa Tenggara Timur dengan suasana damai dan mengatasi berbagai persoalan dari sisi sosial, ekonomi dan politik,” kata Ajhar Jowe, Senin (10/8/2020) siang.

Menurut Ajhar, daerah di Nusa Tenggara Timur yang rawan disusupi kelompok radikalisme adalah Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, karena menjadi pintu masuk, sehingga pihaknya terus memantau pergerakan mereka, melalui pengurus cabang.

“Daerah rawan itu bagi kita itu salah satunya Labuan Bajo yang menjadi pintu masuk kelompok-kelompok yang beraliran radikal. Data kami terus dilakukan kegiatan-kegiatan di daerah dengan pimpinan cabang. Upaya pencegahan dari Gerakan Pemuda Ansor sendiri sejauh ini kita masih melakukan komunikasi dan melakukan pembinaan kepada generasi muda kita,” ujar Ajhar Jowe.

Selain Labuan Bajo, Kota Kupang, Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara juga menjadi perhatian, lantaran merupakan daerah yang langsung berbatasan langsung dengan negara tetangga Republik Democratic Timor Leste (RDTL).

“Sejauh ini koordinasi dengan cabang-cabang tetap terupdate, kalau pun ada gerakan-gerakan kelompok itu di berbagai daerah, pasti teman-teman melapor ke kita. Tapi mulai awal tahun 2020 ini sampai dengan pandemi Covid-19 belum ada langkah-langkah yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang dianggap sentral bagi kita bersama,” tegas Ajhar.

Dirinya berharap, momentum pilkada serentak 2020 tidak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikalisme, sehingga pergelarannya berlangsung aman dan damai.

“Mari kita bergandengan tangan demi menyukseskan pilkada dengan teduh, pilkada yang sejuk dan pilkada yang damai. Agar kedepan masyarakat jangan menjadi obyek yang sejauh ini menjadi agen-agen atau kelompok-kelompok yang merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harap Ajhar. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Menkes Lakukan Peletakan Batu Pertama RSUP Kupang

Published

on

Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Pur) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, sp.Rad., melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Pratama (RSUP) Kupang, Kamis (3/12/2020).
Continue Reading

UTAMA

Insan Bumi Mandiri dan PT SMI Launching Program Pemberdayaan Tenun di Sumba

Published

on

Insan Bumi Mandiri (IBM) bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI (Persero) menggelar launching program Tenun.in. di Kelurahan Preiliu, Kecamatan Kamberi, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Continue Reading

UTAMA

Panglima TNI dan Kapolri Bantu Korban Erupsi Ile Lewotolok di Pengungsian

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif menyerahkan bantuan Kapolri dan Panglima TNI kepada perwakilan pengungsi eruspi Ile Lewotolok di camp pengungsi, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading