Connect with us

HUKRIM

Hendak ke Gereja, Pria 63 Tahun di Kupang Dianiaya Oknum Polisi hingga Koma

Published

on

Ilustrasi Penganiayaan.

Kupang, penatimor.com – Seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Kupang diduga melakukan penganiyaan terhadapan warga sipil.

Kasus penganiayaan dialami oleh korban bernama Siprianus Kota Dia (63), warga Jalan Gadjah Mada, RT 07/RW 03, Kelurahan Fontein, Kota Kupang.

Aksi kekerasan ini diduga dilakukan oknum polisi berinisial IS.

Kasus ini juga telah dilaporkan kerabat korban, Constantin Satria WB Chaniago ke Polda NTT, berdasarkan laporan Nomor: LP/B/307/VII/RES.1.24./2020/SPKT 2 Agustus 2020.

Kepada wartawan, korban menuturkan bahwa penganiayaan itu terjadi pada (2/8 2020) di Jembatan Selam, Kelurahan LLBK, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, sekitar pukul 08.00 Wita.

Pada saat korban bersama rombongan keluarga yang akan pergi ke gereja untuk mengikuti acara sidi cucu korban di gereja GMIT Kota Kupang.

Tetapi dalam perjalanan korban berpapasan dengan rombongan bersepeda yang dikawal oleh IS Sehingga korban memperlambat laju mobilnya, tetapi tiba-tiba IS menggedor pintu mobil korban.

Pada saat menggedor kaca mobil, korban membuka pintu mobil namun bukannya teguran atau imbauan, IS malah berkata kasar dengan korban,yang pada saat itu korban lagi bersama keluarga.

Namun korban tidak menyerempet rombongan sepeda, bahkan memberikan jalan pada rombongan sepeda untuk melintas.

Korban pun turun dari mobil dan memberi penjelasan dengan baik. Namun, IS yang saat itu berpakaian preman malah terus berlaga arogan.

Korban juga bingung, apa yang membuat dia marah.

“Padahal kami tidak ugal-ugalan di jalan, kita mau ke gereja, kita orangtua, tidak mungkin mau cari masalah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/8/2020).

Namun aksi adu mulut itu pun dilerai salah satu oknum TNI yang kebetulan melintas.

Korban bersama keluarga pun melanjutkan perjalanan. Namun, saat tiba di pertigaan jembatan Selam, ayah IS, berinisial, US, kembali menghentikan mobil korban.

Dengan kata kasar dan arogan, US mengaku sebagai pegawai Lapas Anak dan beberapa anaknya anggota polisi.

“Kamu kenapa maki-maki? Kamu tahu tidak, saya ini pegawai Lapas dan anak saya semuanya polisi,” kata US ditiru korban.

Korban pun jadi bingung, karena tak ada makian yang dilontarkan saat adu mulut pertama. Belum memberi penjelasan, tiba-tiba, US bersama IS dan beberapa rekan lainnya menganiaya korban hingga sekarat.

Akibat dari penganiayaan itu, korban dirawat intensif di RSUD W.Z. Yohannes Kupang selama empat hari.

“Saya pingsan. Saat sadar sudah di rumah sakit. Pelakunya, IS dan US, ada beberapa orang juga, yang saya tidak tahu namanya,” kata korban.

“Saya dengan keluarga akhirnya tidak bisa ikut kebaktian sidi cucu saya di gereja. Empat hari saya koma di rumah sakit,” lanjut dia.

Sementara itu, keluarga korban, Boby Kota Dia, meminta penyidik Polda NTT memproses tuntas kasus itu. Ia meyakini penyidik akan menjalankan tugasnya secara profesional.

“Kami pihak keluarga serahkan dan percayakan sepenuhnya pada pihak penyidik Polda NTT, untuk mengusut tuntas kasus penganiyaan ini sepenuhnya” tandasnya.

Hingg berita ini diterbitkan, pihak pelapor belum berhasil dikonfirmasi. (wil).

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Stefanus Sulayman Divonis 18 Tahun Penjara, Yohanes Sulayman 12 Tahun

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Stafanus Sulayman di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Besok, Penyidik Kejati NTT Periksa Gories Mere dan Karni Elyas

Published

on

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.
Continue Reading

HUKRIM

Mantan Kacab Bank NTT Surabaya Dihukum 10 Tahun Penjara, JPU-Terdakwa Banding

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Dedakus Leba di Pengadilan Tipikor Kupang, Jumat (20/11/2020).
Continue Reading