Connect with us

HUKRIM

Tangani Dugaan Korupsi di Bank NTT Cabang Oelamasi, Kapolres Kupang Diapresiasi

Published

on

Kepala Bank NTT Cabang Oelamasi, Boy Nunuhitu.

Oelamasi, penatimor.com – Kepala Bank NTT Cabang Oelamasi, Boy Nunuhitu mengapresiasi langkah Kapolres Kupang, AKBP Aldinan RJH Manurung dan penyidik Sat Reskrim Polres Kupang terkait penuntasan kasus korupsi.

Boy Nunuhitu sendiri sempat menjadi pelapor terkait kasus dugaan korupsi di Bank NTT Cabang Oelamasi soal penyalahgunaan kewenangan dalam kredit 22 pengusaha dan 5 perusahaan.

“Masalah yang kami laporkan sudah terang berkat kerja sama kepolisian yang menuntaskan kasus ini,” ujarnya kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Ia mengapresiasi karena Polres Kupang sudah membantu secara luar biasa dan pihaknya berharap masalah korupsi di lembaga yang dipimpinnya cepat selesai dan uang masyarakat segera dikembalikan sehingga ada kepercayaan masyarakat.

Disebutkan dari kerugian Bank NTT sebesar Rp 9,4 miliar akibat penyalahgunaan kewenangan oleh Jhon Charles Sine (mantan Kepala Bank NTT Cabang Oelamasi), saat ini tersisa Rp 5,9 miliar yang belum diselesaikan.

Bank NTT sendiri memberikan kelonggaran penyelesaian sisa kredit tersebut hingga bulan Desember 2020.

Dia berterima kasih kepada Polres Kupang atas kerja keras menuntaskan kasus ini karena cukup banyak staf Bank NTT yang terkena imbas mulai dari sanksi peringatan hingga turun pangkat.

Ia juga menegaskan kalau Bank NTT tidak akan melakukan pendampingan hukum terhadap tersangka Jhon Sine.

Pada awal penanganan kasus ini, Bank NTT sempat menawarkan pendampingan hukum namun Jhon Sine menolaknya.

“Kami tidak akan menyiapkan penasehat hukum. Selain karena ditolak juga karena Jhon Sine sudah dipecat dari Bank NTT,” ujarnya

Selama Jhon Sine menjadi DPO Polres Kupang, pihaknya berkoordinasi dengan semua pihak dan menyebarkan foto Jhon Sine untuk membantu mencari dan menemukan.

Ia yakin Jhon Sine tidak akan ke mana-mana karena sudah menjadi DPO Polres Kupang sejak beberapa waktu lalu.

“Apresiasi kerja keras Kapolres Kupang sehingga kasus ini ada penyelesaian. Terima kasih Kapolres Kupang yang membantu kasus ini bisa selesai,” ucapnya.

Kasus ini ditangani Polres Kupang setelah adanya laporan pengaduan dari pihak Bank NTT terkait penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh Jhon Nedy Charles Sine alias John Sine dalam pemberian dan pengeloaan fasilitas kredit Modal Kerja Jangka Panjang (KMK-JP) Konstruksi tahun 2017, KMK-KUR tahun 2018, KMK RC Proyek Tahun 2018 dan KI-JP tahun 2018 pada Bank NTT Cabang Oelamasi Kabupaten Kupang sejak tahun 2017 senilai Rp 9,4 miliar.

Dalam pemeriksaan polisi terungkap kalau tersangka John Sine berperan sebagai inisiator dan eksekutor dalam praktek pemberian kredit fiktif pada Bank NTT Cabang Oelamasi, Kabupaten Kupang.

“John Sine selaku pemimpin cabang dan analis melakukan mark up jaminan untuk kredit-kredit KUR dan KMK RC. Juga selaku pemimpin cabang dan analis melakukan penyerahan agunan kepada debitur yang masih dijadikan agunan atas kredit-kredit lainnya (kredit belum lunas),” ujar Kasat Reskrim Polres Kupang.

Akibat penyalahgunaan kewenangan dan pelanggaran terhadap prinsip kehati-hatian bank yang dilakukan tersangka John Sine dalam pelaksanaan pemberian dan pengeloaan fasilitas Kredit KMK-JP Konstruksi tahun 2017, KMK-KUR tahun 2018, KMK RC Proyek Tahun 2018 dan KI-JP tahun 2018 pada Bank NTT Cabang Oelamasi Kabupaten Kupang mengakibatkan kerugian keuangan Bank NTT Cabang Oelamasi sebesar Rp 6.715.049.610. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Gegara Judi Kupon Putih, Kakek 77 Tahun di Kupang Tikam Bandar hingga Sekarat

Published

on

Kapolsek Oebobo AKP Magdalena G. Mere.
Continue Reading

HUKRIM

Enam Pejabat Pemkot Kupang jadi Saksi di Sidang Perkara Jonas Salean

Published

on

Enam orang saksi diambil sumpah sebelum diperiksa di sidang Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Putusan Kasasi, Linda Liudianto Tetap Dihukum 8 Tahun Penjara

Published

on

Linda Liudianto menyalami JPU S. Hendrik Tiip saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading