Connect with us

UTAMA

Seorang Pria di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri

Published

on

Peralatan yang digunakan korban untuk melakukan aksi nekatnya gantung diri.

Kupang, penatimor.com – Seorang pria di Kota Kupang ditemukan tewas gantung diri.

Diduga aksi nekat ini dipicuh korban stres karena menderita sakit yang berkepanjangan dan tak kunjung sembuh.

Terindentifikasi korban bernama Yohanes Ledo Tehe (44), warga Kelurahan Kuanino, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.

Korban awalnya ditemukan oleh istrinya, Maria Radja (45) dalam kondisi sudah tergantung di dalam kamar rumah, Sabtu (1/8/2020) sekitar pukul 16.30 Wita.

Korban gantung diri menggunakan alat berupa celana training warna hijau yang disambungkan dengan kain selimut warnah merah, kemudian diikat pada kap kayu rumah dalam kamar.

Korban juga memakai kain panas yang digulung berbentuk tali dan diikatkan pada leher, dan menggunakan kursi plastik warna putih sebagai tumpuan untuk berdiri.

Saat ditemukan, korban mengunakan celana pendek kombinasi warna biru putih hitam, dan baju kaos berwarna hitam.

Korban juga meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Korban diduga menderita sakit TBC yang tidak kunjung sembuh.

Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba, yang dikonfirmasi (1/8/2020) malam, membenarkan kejadian gantung diri tersebut.

Dijelaskan Kapolsek, kejadian berawal sekitar pukul 15.00 Wita, dimana istri korban menyiapkan makan kepada korban yang sedang sakit di dalam kamar.

Setelah sudah siapkan makan, istri korban bersama anaknya pamit untuk pergi belanja pakaian olahraga untuk anaknya di Toko Subasuka.

Sekitar pukul 16.30 Wita, istri korban bersama anaknya tiba di rumah dan langsung membuka pintu rumah dan menuju pintu kamar. Saat pintu dibuka, korban didapati dalam kondisi gantung diri.

Melihat suaminya gantung diri, spontan istri korban berteriak lari keluar dan memberitahukan kepada tetangga sekitar.

Mendengar teriakan istri korban, berdatangan lah warga sekitar dan menurunkan jenazah korban untuk ditaruh di tempat tidur, dan menunggu pihak kepolisian.

“Atas kejadian tersebut sekitar pukul 17.15 Wita, piket SPKT Polsek Oebobo bersama Tim Idenfikasi Polres Kupang Kota mendatangi TKP,” kata Kapolsek.

“Jenasah korban juga dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uli Kupang untuk penanganan medis lebih lanjut,” lanjut dia.

Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi oleh pihak RSB Titus Ully Polda NTT terhadap mayat korban.

Pihak keluarga juga menerima kematian korban sebagai musibah. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PENDIDIKAN

Tetap Semangat Sekolah, Bocah Satu Kaki di Kupang Dambakan Kaki Palsu

Published

on

Yessi Ndun, siswa SD di Desa Tuapanaf, RT 006/RW 003, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang rajin ke sekolah walau hanya memiliki satu kaki.
Continue Reading

UTAMA

Pasien Positif Covid-19 di NTT Meningkat, Penambahan di Ende dan Sikka

Published

on

Ilustrasi Covid-19. (net)
Continue Reading

UTAMA

Satlantas Polresta Kupang Bantu Warga Air Bersih, Pelayanan PDAM Dikeluhkan

Published

on

Anggota Satlantas Polres Kupang Kota membagikan air bersih secara gratis kepada masyarakat di Kelurahan Manutapen.
Continue Reading
loading...