Connect with us

HUKRIM

“Stefen Sulaiman Bukan Broker”

Published

on

Dr Mel Ndaomanu

Kupang, penatimor.com – Stefanus Sulaiman alias Stefen diduga sebagai broker dalam kredit macet di Bank NTT Cabang Surabaya.

Namun hal ini dibantah kuasa hukumnya Dr Mel Ndaomanu.

Menurut Mel, dalam pemeriksaan terhadap kliennya, Rabu (1/7/2020), belum tergambar peran kliennya sebagai broker.

Advokat senior di Kupang ini katakan, berbicara soal hukum maka harus dilihat hubungan hukumnya, dan pada perkara dugaan korupsi kredit macet ini tidak ada hubungan hukum antara Stefen dan Bank NTT.

Dalam pemeriksaan pada Rabu (1/7/2020), Mel katakan kliennya diperiksa terkait hubungan dengan tersangka Loe Mei Lien.

Dimana menurut Mel, ada hubungan hukum antara Stefen dan Loe Mei Lien, terkait jual beli aset.

“Jadi penyidik dalam pemeriksaan tadi tanyakan tentang hubungan Stefen dengan Loe Mei Lien. Sepertinya penyidik mau melihat hubungan hukum antara Stefen, Loe Mei Lien dan Bank NTT,” kata Mel Ndaumanu.

“Hubungan hukum Stefen dan Loe Mei Lien dalam pemeriksaan tersebut adalah hubungan antara penjual dan pembeli,” lanjut dia.

Disebutkan bahwa Stefen menjual asetnya berupa tanah beserta izin dan RAB di wilayah Cangkringan, Surabaya kepada Loe Mei Lien.

Dengan demikian menurut Mel, hubungan hukumnya antara Stefen dan Loe Mei Lien adalah hubungan hukum jual beli aset.

Sedangkan, hubungan hukum tersangka Loe Mei Lien dengan Bank NTT adalah hubungan debitur dan kreditur.

Sekadar tahu, Stefanus Sulaiman alias Stefen merupakan tersangka dalam perkara dugaan korupsi kredit macet di Bank NTT Cabang Surabaya senilai Rp 139 miliar lebih dengan estimasi kerugian negara Rp 127 miliar lebih.

Stefanus sebelumnya ditangkap di sebuah hotel mewah di Surabaya oleh tim Kejati NTT dan dibawa ke Kupang untuk menjalani proses hukum.

Dia kini ditahan di Rutan Mapolres Kupang Kota.

Adik kandungnya Yohanis Ronald Sulaiman juga menjadi tersangka dalam kasus ini dan ditahan di Rutan Polres Kupang.

Sebelumnya, Direktur Kepatuhan Bank NTT Hilarius Minggu kepada wartawan mengatakan dirinya telah diperiksa untuk melengkapi berkas perkara para tersangka, termasuk tersangka Stefanus Sulaiman.

Hilarius juga menyebutkan peran Stefanus dalam perkara ini adalah sebagai broker atau penghubung antara para debitur dengan Bank NTT. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Kinerja Gemilang Kejati NTT Tahun 2024: Pengelolaan Anggaran Efisien, Penegakan Hukum Optimal

Published

on

Kajati Zet Tadung Allo yang didampingi oleh Wakajati NTT N. Rahmat R, S.H., M.H., beserta para pejabat utama menyampaikan capaian kerja dalam jumpa pers di Aula Lopo Sasando Kantor Kejati NTT, Senin (22/7/2024).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT Zet Tadung Allo Naik Pangkat “Bintang Dua” di Hari Bhakti Adhyaksa Ke-64

Published

on

Kajati NTT Zet Tadung Allo, S.H.,M.H.
Continue Reading

HUKRIM

Kejati NTT Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Proyek Rehabilitasi 14 SD di Alor, Termasuk Abe Senda

Published

on

Tersangka Agustinus Yacob Pisdon dan Eko Wahyudi hendak dibawa ke Rutan Kelas II B Kupang pada Jumat (19/7/2024) sore.
Continue Reading