Connect with us

HUKRIM

Kenakan Rompi Pink, Mantan Pimcab Bank NTT Surabaya Dibawa ke Rutan

Published

on

Mantan Pimpinan Bank NTT Cabang Surabaya, Dedikus Leba hendak dibawa ke Rutan Mapolres Kupang di Babau, Kabupaten Kupang.

Kupang, penatimor.com – Penyidik Kejati NTT baru saja menahan mantan Pimpinan Bank NTT Cabang Surabaya, Dedikus Leba di Rutan Mapolres Kupang di Babau, Kabupaten Kupang.

Terpantau, Dedikus digiring keluar dari ruang pemeriksaan Bidang Pidsus menuju mobil tahanan dan kemudian dibawa ke Rutan Mapolres Kupang dengan pengawalan ketat.

Dedikus Leba terlihat memakai rompi tahanan warga pink dan dikawal sejumlah petugas Kejati NTT.

Terlihat juga advokat senior di Kupang, Marsel Radja ikut mendampingi Dedikus Leba sebagai kuasa hukum.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejati NTT kembali menetapkan tersangka baru dalam perkara dugaan kredit macet di Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 senilai Rp 139 miliar lebih.

Kajati NTT Dr Yulianto dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (2/7/2020), mengatakan, tersangka baru dalam perkara ini adalah mantan Pimpinan Bank NTT Cabang Surabaya, Dedikus Leba.

Penetapan tersangka baru ini menurut Kajati, setelah yang bersangkutan menjalani serangkaian pemeriksaan sebagai saksi dalam tahap penyelidikan dan penyidikan.

Kajati sampaikan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti keterlibatan yang bersangkutan dalam perkara dugaan korupsi yang sesuai estimasi merugikan keuangan negara sebesar Rp 127 miliar lebih.

Menurut mantan Wakajati Sulawesi Barat itu, Dedikus Leba setelah diperiksa pada Rabu (1/7/2020), oleh penyidik ditingkatkan status hukumnya sebagai tersangka dan ditahan di Rutan.

Dengan penetapan tersangka baru ini, maka sudah ada 8 tersangka dalam perkara ini.

Para tersangka masing-masing, Siswanto Kodrata dengan nilai kredit Rp 10 miliar,
Willyan Kodrata Rp 10 miliar, Loe Mei Lien alias Indrasari Rp 10 miliar, Ilham Nurdiyanto Rp 10 miliar, Muhammad Ruslan Rp 40 miliar, dan Yohanes Ronald Sulayman dengan nilai kredit modal kerja Rp 44 miliar dan kredit modal investasi Rp 5 miliar, serta Stefanus Sulaiman. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Balai Karantina Kupang Musnahkan 500Kg Daging Celeng Asal Sultra

Published

on

Balai Karantina Kupang memusnahkan 500kg daging celeng asal Provinsi Sulawesi Tenggara yang merupakan wilayah zona merah PMK.
Continue Reading

HUKRIM

Balita dengan Tangan Terikat dalam Kamar Terkunci di TTS Merupakan Korban Kekerasan

Published

on

Balita malang di Kabupaten TTS yang ditemukan dalam kondisi kedua tangan terikat dalam sebuah kamar terkunci.
Continue Reading

HUKRIM

BRI Sebut Raibnya Uang Tabungan Mantan Wagub NTT Merupakan Transaksi Normal dan Sah

Published

on

Mantan Wakil Gubernur NTT Drs. Benny Letelnoni (tengah) didampingi Kuasa Hukum Emanuel Passar, SH., saat memberikan keterangan pers.
Continue Reading