Connect with us

HUKRIM

Tersangka Muhamad Ruslan Tiba di Kupang

Published

on

Tersangka Muhamad Ruslan menuruni tangga pesawat saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Minggu (19/7/2020) siang.

Kupang, penatimor.com – Muhamad Ruslan telah tiba di Kupang.

Tersangka perkara dugaan korupsi kredit macet pada Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 senilai Rp 139 miliar dengan estimasi kerugian negara Rp 127 miliar lebih itu tiba di Bandara El Tari dengan pesawat Garuda, sekira pukul 12.30 Wita.

Dengan pengawalan ketat, Muhamad Ruslan yang tampak mengenakan rompi tahanan berwarna pink itu, langsung dibawa menggunakan mobil tahanan ke kantor Kejati NTT untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Tersangka Muhamad Ruslan saat tiba di Bandara El Tari Kupang, Minggu (19/7/2020) siang.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati NTT.

Kajati NTT Dr Yulianto disebutkan akan memberikan keterangan pers pada pukul 13.00 Wita.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur akhirnya berhasil menangkap tersangka Muhamad Ruslan.

Muhamad Ruslan yang merupakan debitur Bank NTT dengan nilai kredit Rp 40 miliar itu ditangkap di tempat persembunyiannya di Jakarta, Sabtu (18/7/2020).

Muhamad Ruslan merupakan tersangka terakhir yang ditangkap Kejati NTT dari total 8 tersangka yang ditetapkan penyidik.

Tim Kejati NTT pun telah membawa Muhamad Ruslan ke Kupang menggunakan penerbangan pesawat Garuda Air melalui Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten.

Tim penyidik dan tersangka Muhamad Ruslan diperkirakan tiba di Bandara El Tari Kupang siang ini, pukul 13.00 Wita.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Kejati NTT. Rencananya, Kajati NTT Dr Yulianto yang akan memberikan keterangan pers sore nanti.

Muhamad Ruslan ditangkap setelah mangkir terhadap panggilan penyidik Kejati NTT, dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Mangkirnya Muhamad Ruslan juga diduga atas saran dan permintaan dari orang terdekatnya.

Terhadap oknum yang menyarankan tersangka untuk mangkir, dinilai telah ikut menghalangi-halangi penyidikan perkara dugaan korupsi.

Dengan demikian, Kejati NTT juga bakal memproses hukum oknum yang bersangkutan.

Sebelumnya, penyidik Kejati NTT dalam kasus kredit modal kerja dan kredit investasi pada Bank NTT Cabang Surabaya berhasil menyita uang sebesar Rp 9.509.924.588 dari rekening tersangka Muhamad Ruslan di Bank BNI Cabang Cibinong, pada Senin 22 Juni 2020 sekitar pukul 13.00 WIB yang diduga merupakan hasil kejahatan dalam perkara dimaksud.

Penyitaan ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajati NTT Nomor Print 01/N.3/Fd.1/01/2020 tanggal 08 Juni 2020 jo. Surat Perintah Penyidikan Kajati NTT Nomor: 08/N.3/Fd.1/06/2020 untuk tersangka Muhamad Ruslan.

Selanjutnya dana tersebut disita dan disimpan ke rekening RPL 039 PDT Kejati NTT pada Bank Mandiri Cabang Kupang.

Kuasa hukum Muhamad Ruslan, Haerudin Massaro dalam keterangan persnya di Kupang, belum lama ini, dari total kredit Rp 40 juta, sekira 70 persen digunakan oleh tersangka Stefen Sulaiman, dan Muhamad Ruslan hanya mendapat 20 persen.

Disebutkan, porsi Stefen Sulaiman lebih besar karena akan dipakai untuk jual beli aset dan katanya hasilnya untuk membayar bunga bulanan.

“Menurut Muhamad Ruslan, supaya dia tidak perlu pusing membayar bulanan karena BUMN bayarnya 180 hari sejak terbit invoice dan itupun waktunya biasanya mundur,” sebut Haerudin Massaro. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Total Tuntutan Hukuman untuk Wilyam Kodrata Capai 17 Tahun Penjara

Published

on

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan JPU untuk terdakwa Wilyam Kodrata di Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (25/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Usut Kasus Penganiayaan dengan Senjata Tajam di depan RS Dedari Kupang, Polisi Periksa Saksi Tambahan

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Sidang Jonas Salean, JPU Dinilai Belum Bisa Buktikan Status Kepemilikan Tanah

Published

on

Tim Penasehat Hukum terdakwa Jonas Salean memberikan keterangan kepada awak media di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading