Connect with us

HUKRIM

Haerudin Massaro Tanggapi Enteng Laporan Absalom Sine

Published

on

Haerudin Massaro

Kupang, penatimor.com – Kasus dugaan korupsi kredit macet pada Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 senilai Rp 139 miliar lebih dengan estimasi kerugian negara Rp 127 miliar lebih, berbuntut panjang.

Selain proses penyidikan yang terus berjalan di Kejati NTT, kasus ini kian memanas lantaran saling tuding yang berbuntut laporan polisi.

Kali ini mantan Plt Direktur Utama dan juga Direktur Kredit Bank NTT Absalom Sine mengadukan pengacara Haerudin Massaro ke polisi.

Laporan ini lantaran Absalom Sine merasa difitnah dengan keterangan Haerudin ke wartawan yang menudingnya menerima uang Rp 1,5 miliar dari tersangka Stefanus Sulaiman.

Tudingan ini Haerudin katakan dengan mengutip keterangan Dewi Susiana Effendy yang disebut-sebut staf tersangka Stefanus Sulaiman, kepada KPK.

Laporan Absalom Sine ditanggapi enteng oleh Haerudin Massaro selaku kuasa hukum tersangka Muhamad Ruslan.

“Silahkan saja kalau mau dilaporkan. Dasarnya, bukan saya yang omong, tetapi Dewi yang laporkan ke KPK. Di situ ditulis, Absalom Sine dapat Rp 1,5 miliar. Nanti Dewi akan buka semua. Saya tidak tau perkara ini. Dia (Absalom) berurusan saja dengan Dewi,” kata Haerudin Massaro kepada wartawan, Kamis (16/7/2020) petang.

Haerudin juga mengaku siap menghadapi laporan Absalom Sine.

“Saya omong karena ada suratnya. Jika dilaporkan, silahkan saja, saya siap hadapi,” katanya.

Menurut dia, pernyataannya ke media soal keterlibatan Absalom Sine, selain adanya laporan KPK, dia juga berniat membersihkan Bank NTT dari praktek korupsi dengan modus kredit macet.

“Saya tidak ada kepentingan. Saya ke Kupang untuk berantas korupsi ditubuh Bank NTT. Yang lakukan korupsi, pejabat Bank NTT, makanya harus dibersihkan. Saya hanya mau membantu,” tandasnya.

Ia kembali menekankan soal lokus dilekti perkara. Karena, menurut ahli pidana, tidak ada alasan, kasus ini ditangani oleh Kejati NTT.

“Dia (Absalom) kan Plt Dirut waktu itu. Buktinya, dia belum ditetapkan jadi tersangka. Kita lihat saja arah penyidikan Kejati NTT. Intinya, saya tidak sampaikan, jika Dewi laporkan ke KPK. Silahkan saja kalau mau lapor,” tegasnya.

Dilansir sebelumnya, Absalom Sine resmi melaporkan Haerudin Masaro ke polisi di Polres Kupang Kota.

Haerudin Masaro adalah kuasa hukum dari tersangka Muhamad Ruslan dalam perkara dugaan korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018.

Laporan Absalom Sine tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: 749/STTLP/VII/2020/SPKT Resor Kupang Kota tanggal 16 Juli 2020, pukul 12.15 Wita.

Laporan kasus dugaan penghinaan ini diterima Banit I SPKT Polres Kupang Kota Briptu Soviany Tade.

Absalom Sine dalam laporannya, menyebutkan, kasus dugaan penghinaan itu dialaminya pada Selasa (14/7/2020) di media online.

Sementara itu, Stefanus Sulaiman alias Stefen, tersangka perkara dugaan korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya, menyatakan dirinya tidak pernah menyerahkan uang kepada Absalom Sine, seperti yang disebutkan Haerudin Massaro selaku kuasa hukum tersangka Muhamad Ruslan.

“Terkait dengan penyerahan uang itu, saya sudah konfirmasi ke Pak Stefen, dan menurut dia itu tidak benar. Kemudian soal Dewi, itu juga bukan staf Stefen,” kata Dr Mel Ndaomanu selaku kuasa hukum Stefen Sulaiman, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (16/7/2020).

Mel Ndaomanu melanjutkan, saat ini dirinya tengah berkonsultasi dengan kliennya untuk melakukan upaya hukum atas dugaan pemfitnahan dan pencemaran nama baik tersebut.

Sekadar tahu, fakta baru terus terkuak dalam pusaran perkara dugaan korupsi kredit macet di Bank NTT Cabang Surabaya.

Kali ini dibeberkan oleh Hairudin Masaro, SH., selaku kuasa hukum tersangka Muhamad Ruslan.

Pengacara senior di Jakarta ini blak-blakan soal dugaan keterlibatan oknum pejabat Bank NTT.

Dia bahkan secara gamblang menyebutkan bahwa Absalom Sine yang dulunya Direktur Kredit Bank NTT dan Plt. Dirut Bank NTT (Kini Direktur Pemasaran Dana), terlibat ikut menikmati aliran uang dari kredit macet ini.

Nilainya pun disebutkan sangat signifikan, mencapai Rp 1,5 miliar.

Hairudin Massaro mengaku mengutip keterangan Dewi, yang disebut-sebut merupakan orang terdekat tersangka Stefanus Sulaiman alias Stefen yang sudah ditahan penyidik Kejati NTT.

Dewi sendiri menurut Hairudin, sudah diperiksa penyidik Kejati NTT.

“Absalom Sine terima Rp 1,5 miliar dari Stefanus Soleman di Hotel Aston Kupang. Absalom sendiri hitung uangnya,” beber Hairudin dalam jumpa pers di Hotel Naka Kupang, Selasa (14/7/2020) petang.

Hairudin juga menyebutkan Absalom Sine menjadi tokoh sentral dalam perkara ini.

“Dia (Absalom Sine), yang perintahkan kepala cabang Adi Leba untuk segera melakukan pencairan. Kenapa dia belum jadi tersangka? Sudah jelas kok keterlibatan dia,” tegasnya.

Lanjut dia, semua proses pengajuan kredit itu diurus oleh Stefanus Soleman, termasuk agunan kliennya Muhamad Ruslan.

Dan kliennya hanya mendapatkan 20 persen dari nilai kredit, sementara Stefanus Soleman mengambil 80 persen.

Bahkan menurut Hairudin, dalam proses kredit itu, semua agunan dan hak jaminan direkayasa oleh Stefanus Sulaiman.

“Tidak ada agunan dan hak jaminan. Semua itu direkayasa. Termasuk UD Prima Jaya, itu bohong semua. Stefanus kerja sama dengan pihak Bank NTT, tanpa diketahui klien saya,” tegasnya.

Hairudin bahkan menuding ada upaya perlindungan terhadap Absalom Sine oleh pihak Kejati NTT, karena lokus kasus ini sebenarnya menjadi kewenangan Kejati Jawa Timur atau Kejari Surabaya.

“Yang bawa kasus ini ke NTT isterinya Abselon, Hermina Amalo, jaksa juga di Kejati NTT. Ini jelas, ada yang ingin dilindungi,” tandas Hairudin

Diketahui, tersangka Muhammad Ruslan, hingga kini masih mangkir dari panggilan jaksa.

Ia kini ditetapkan sebagai DPO. Meski demikian, jaksa telah menyita uang sebesar Rp 9,5 miliar milik tersangka Muhamad Ruslan.

Sementara, Absalom Sine yang dikonfirmasi wartawan, mengaku apa yang disebutkan Hairudin Masaro terhadap dirinya adalah fitnah.

“Itu fitnah. Tidak benar. Omong sembarang itu. Dia omong asal-asal saja,” tegas Abaslom.

Absalom menyatakan keterangan tersebut telah mencoreng nama baiknya.

Untuk itu, dia akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan secara pidana Hairudin Massaro ke polisi.

“Saya segera lapor di polisi, agar proses hukum, karena ini sudah mencemarkan nama baik saya,” kata Absalom. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tawuran Antar Massa Paslon Pilkada Malaka, Polisi Amankan 13 Terduga Pelaku

Published

on

Belasan senjata tajam diamankan aparat Polres Malaka.
Continue Reading

HUKRIM

Mantan Kacab Bank NTT Oelamasi Segera Diadili

Published

on

Tersangka Jhon Nedy Charles Sine, SE., alias Jhon Sine alias Jhon (Mantan Pimpinan Cabang Bank NTT Oelamasi-Kabupaten Kupang) hendak dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Kupang, Rabu (2/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Stefanus Sulayman Divonis 18 Tahun Penjara, Yohanes Sulayman 12 Tahun

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Stafanus Sulayman di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading