Connect with us

HUKRIM

Kejati NTT Sita Uang Rp 1,2 Miliar, Termasuk dari 3 Pejabat Bank NTT

Published

on

Kajati NTT Dr Yulianto didampingi Aspidsus Sugiyanta dan Kasi Penkum Abdul Hakim saat jumpa pers di Aula Lopo Sasando, Senin (13/7/2020).

Kupang, penatimor.com – Tim penyidik Kejati NTT dalam penanganan perkara dugaan korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 senilai Rp 139 miliar dengan kerugian negara Rp 127 miliar, kembali melakukan penyitaan uang senilai Rp 1.210.500.000.

Uang ini disita dari beberapa pihak yaitu pihak konsultan, notaris, tiga orang internal Bank NTT dan tersangka Ilham Nurdiyanto.

Tersangka Ihlam Nurdiyanto diketahui mengajukan kredit Rp 10 miliar, namun hanya menerima Rp 3 miliar, dan kali ini dia menyerahkan Rp 300 juta.

Kajati NTT Dr Yulianto dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan, pihaknya terus mengoptimalkan penyitaan barang bukti dan aset tersangka dalam perkara ini, dimana hingga saat ini total aset yang disita sudah mencapai Rp 123 miliar.

“Jadi penyitaan ini dilakukan karena itikad baik para tersangka dan saksi,” kata Kajati yang didampingi Asisten Pidsus Sugianta dan Kasi Penkum Abdul Hakim, di Aula Lopo Sasando kantor Kejati NTT.

Kajati sampaikan, para pihak internal Bank NTT yang uangnya disita hingga saat ini masih berstatus saksi. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Mantan Karyawati Bank NTT Diamankan Polisi, Diduga Gelapkan Motor di Kupang

Published

on

Terlapor MYN alias Yolan (29) saat diperiksa penyidik Unit Reskrim Polsek Kelapa Lima.
Continue Reading

HUKRIM

Polda NTT Bekuk 3 Pencuri Battrey Tower Telkomsel di Kupang

Published

on

Tiga pelaku pencuri battrey tower PT Telkomsel ketika dibekuk tim Resmob Subdit III Jatanras, Ditreskrimum, Polda NTT.
Continue Reading

HUKRIM

Diimingi Uang dan Ponsel, Pelajar SMP di Kupang Dinodai Pria Dewasa

Published

on

Pelaku percabulan anak di bawah umur saat diamankan polisi di Mapolsek Oebobo.
Continue Reading
error: Content is protected !!