Connect with us

HUKRIM

Sidik Kasus Tanah Jonas Salean, Kejati Periksa Pejabat BPKAD dan Dukcapil Kabupaten Kupang

Published

on

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.

Kupang, penatimor.com – Tim penyidik Pidsus Kejati NTT terus mendalami penyidikan perkara dugaan korupsi terkait penguasaan tanah negara oleh persorangan di Jalan Veteran, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Selasa (7/7/2020), tim penyidik kembali melakukan pemeriksaan saksi.

Ada tujuh saksi yang diperiksa, yaitu pejabat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kupang dan Dukcapil Kabupaten Kupang.

Saksi yang diperiksa adalah Kepala BPKAD Kabupaten Kupang, mantan Kepala BPKAD Kabupaten Kupang, dan Kabid Aset.

Diperiksa juga Kepala Dukcapil Kabupaten Kupang, mantan Kepala Dukcapil Kabupaten Kupang dan Kabid Pengolahan Informasi.

Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim yang dikonfirmasi, membenarkan pemeriksaan tersebut.

“Ya, sedang diperiksa para saksi tersebut. Masing-masing saksi diberikan puluhan pertanyaan,” kata Abdul Hakim.

Ditambahkan, pemeriksaan saksi akan terus berlangsung hingga penyidikan perkara ini benar-benar rampung.

“Yang pasti semua pihak terkait perkara ini akan diperiksa. Tentunya dalam tahap penyidikan ini, penyidik dengan bukti permulaan yang cukup akan mencari dan menetapkan pihak-pihak yang patut diminta pertanggung jawaban hukum,” sebut Kasi Penkum.

Sekadar tahu, kepemilikan tanah oleh mantan Wali Kota Kupang Jonas Salean terindikasi korupsi.

Tanah ini berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, seluas 2.225 meter persegi.

Lahan ini telah menjadi milik pribadi Jonas Salean sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor: 478 yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kupang tanggal 20 Juni 2016.

Awal kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait kepemilikan lahan ini ditangani penyidik Bidang Intelijen Kejati NTT.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sedikitnya 30an saksi termasuk Jonas Salean, dalam sebuah gelar perkara, kasus ini dilimpahkan ke Bidang Pidsus untuk dilanjutkan penyelidikan dan penyidikan.

Penyidik Pidsus pun merampungkan penyelidikan dan dalam ekspos perkara ini, ditetapkan untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan karena telah memiliki bukti permulaan yang cukup.

“Kami sudah meningatkan ke tahap penyidikan penanganan perkara dugaan korupsi dalam pengalihan aset yang dulunya direncanakan untuk dibangun kantor Dukcapil, dan kini telah dikuasai oleh perorangan,” kata Kajati dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (2/7/2020). (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Pencuri di Kupang Babak Belur Dianiaya Warga

Published

on

Yanto Bia (26), babak belur dianiaya warga di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Uang Puluhan Juta Raib Dicuri di Mushola, Penyembelihan Hewan Kurban Ditunda

Published

on

Mushola Al Faidah di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Operasi Patuh Turangga di Kupang Jaring Puluhan Kendaraan

Published

on

Sebuah pengendara motor terjaring Operasi Patuh Turangga di Kupang.
Continue Reading
loading...
error: Content is protected !!