Connect with us

HUKRIM

Terobos Covid, Tim Kejati NTT Berhasil Sita Aset Tersangka di Surabaya dan Malang

Published

on

Tim penyidik Kejati NTT yang dipimpin jaksa Robert Jimmy Lambila pose bersama di depan rumah tersangka Stefanus Sulaiman yang disita di Surabaya. Rumah ini ternyata dijaga oleh sejumlah pemuda asal NTT.

Kupang, penatimor.com – Kerja cepat tim penyidik Kejati NTT patut diapresiasi.

Bagaimana tidak, sejak masa pandemi Covid-19 hingga pemberlakukan new normal saat ini, tim penyidik yang dipimpin jaksa koordinator Robert Jimmy Lambila gencar melakukan penyidikan dan penindakan.

Terkait penyidikan, tim ini telah menetapkan delapan orang tersangka.

Lima orang tersangka sudah ditangkap dan dijebloskan ke dalam jeruji besi untuk menjalani proses hukum dan mempertanggung jawabkan perbuatan pidana yang dilakukannya.

Sementara terkait penindakan, tim penyidik juga telah menyita uang dan puluhan aset tersangka yang nilainya mencapai Rp 100 miliar lebih.

Pandemi Covid-19 dan new normal yang belum berlaku di semua daerah di Indonesia, bukan jadi alasan dan kendala bagi tim Kejati NTT ini untuk melakukan penegakan hukum di bumi Flobamorata tercinta ini.

Seakan menatang bahaya karena harus menerobos wabah Covid, tim Kejati ini tak kenal lelah melakukan penelusuran aset-aset para tersangka dalam perkara dugaan korupsi kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 senilai Rp 139 miliar lebih dan sesuai estimasi merugikan keuangan negara sebesar Rp 127 miliar lebih.

Tak semudah yang dibayangkan. Proses penyitaan ternyata tak berjalan mulus.

Karena setelah berhasil menemukan aset-aset tersangka ini, tim harus menghadapi sejumlah dinamika dan tantangan saat hendak melakukan penyitaan.

Aset-aset milik para tersangka ini ternyata dijaga ketat oleh orang-orang kepercayaan tersangka yang terbilang sangat nekat dan berbahaya.

Sekelompok bodyguard orang kepercayaan tersangka ini ternyata baru diketahui adalah anak-anak NTT. Mereka dibayar khusus tersangka untuk mengamankan seluruh aset-asetnya.

Namun berkat komunikasi dan koordinasi yang baik, kelompok pemuda ini akhirnya mau memahami tugas tim Kejati NTT. Bahkan, mereka ikut membantu dalam proses penyitaan.

Beberapa anggota dari kelompok pemuda tersebut, juga diketahui berasal dari Kabupaten Alor.

Jaksa Robert yang juga Ketua Umum Ikatan Keluarga Kepulauan Alor (IKKA) Kupang itu pun melakukan komunikasi yang baik dengan kelompok pemuda ini.

Dan mereka pun mendukung tugas negara yang dilakukan tim Kejati NTT dalam penegakan hukum terkait kasus tindak pidana korupsi di Bank NTT Cabang Surabaya.

Diberitakan sebelumnya, tim penyidik Kejati NTT terus melakukan penelusuran dan penyitaan aset para tersangka perkara dugaan korupsi kredit macet di Bank NTT Cabang Surabaya tahun 2018 senilai Rp 139 miliar lebih dengan estimasi kerugian negara Rp 127 miliar lebih.

Kajati NTT Dr Yulianto kepada wartawan di kantornya, Kamis (2/7/2020), mengatakan, pihaknya terus melakukan penelusuran dan penyitaan terhadap aset-aset tersangka yang diduga hasil kejahatan.

Penyitaan sejumlah aset tersangka dilakukan di Surabaya dan Malang, Provinsi Jawa Timur.

“Sampai saat ini hitung-hitungan kami, total aset dan uang yang disita dari tersangka sudah melebih Rp 100 miliar,” kata Kajati.

Disebutkan pula, tim Kejati NTT baru saja menyita 2 unit apartemen, 1 unit mobil landcruiser dan 1 unit rumah di Surabaya, dan juga dua bangunan ruko di Malang.

Aset-aset yang disita ini adalah milik tersangka Stefanus Sulaiman alias Steven.

“Itu ada dokumentasinya semua. Nanti akan disampaikan terpisah. Ini tim sedang berjalan dan silahkan diikuti saja,” sebut Yulianto yang mantan Kajari Sumba Barat itu.

Sebelumnya, tim penyidik juga telah menyita 23 bidang tanah seluas 44 hektare milik tersangka Yohanis Ronald Sulaiman dan Stefanus Sulaiman di wilayah Desa Oematnunu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Tim penyidik bersama pihak BPN juga telah melakukan pemancangan plang penyitaan di lokasi tersebut.

Tim penyidik juga akan terus melakukan penyitaan aset yang merupakan agunan tersebut, masing-masing 12 bidang tanah di Surabaya, 2 bidang tanah di Jakarta, 4 bidang tanah di Jawa Barat, 1 bidang tanah di Banten, 1 bidang tanah di Atambua yang diatasnya ada bangunan yang hendak dijadikan hotel, dan 2 bidang tanah di Ende.

Estimasi nilai aset tersangka yang sudah dan akan disita sebesar Rp 90 miliar.

Sekadar tahu, penyidik Kejati NTT dalam kasus kredit modal kerja dan kredit investasi pada Bank NTT Cabang Surabaya berhasil menyita uang sebesar Rp 9.509.924.588 dari rekening tersangka Muhamad Ruslan di Bank BNI Cabang Cibinong, pada Senin 22 Juni 2020 sekitar pukul 13.00 WIB yang diduga merupakan hasil kejahatan dalam perkara dimaksud.

Penyitaan ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kajati NTT Nomor Print 01/N.3/Fd.1/01/2020 tanggal 08 Juni 2020 jo. Surat Perintah Penyidikan Kajati NTT Nomor: 08/N.3/Fd.1/06/2020 untuk tersangka Muhamad Ruslan.

Selanjutnya dana tersebut disita dan disimpan ke rekening RPL 039 PDT Kejati NTT pada Bank Mandiri Cabang Kupang. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Polisi Ciduk Pelaku Penganiayaan di Kupang, Gunakan Parang, Korban Pegawai Navigasi

Published

on

Jeskial Lodo Ndilu alias Eky alias Bartex (29), warga Jalan Banteng, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja.
Continue Reading

HUKRIM

Polisi di Sumba Tangkap Enam Pelaku Penganiayaan hingga Tewas

Published

on

Enam tersangka diamankan aparat kepolisian.
Continue Reading

HUKRIM

Lakalantas di Kupang, Dua Nyawa Melayang

Published

on

Barang bukti sepeda motor milik korban.
Continue Reading
loading...