Connect with us

HUKRIM

HEBOH! Arisan Online di Kupang oleh Oknum Istri TNI, Korban Tertipu Rp 500 Juta, Dilapor ke Polda

Published

on

Tim kuasa hukum korban, Niko Ke Lomi, SH., Lulu B. Manoe, SH., dan Leo Lata Open, SH.

Kupang, penatimor.com – Merasa tertipu ratusan juta rupiah akibat arisan online, lima orang ibu rumah tangga di Kupang mengaduhkan hal ini ke polisi di Polda NTT.

Lima ibu rumah tangga (IRT) ini berinisial SB, EKL, LP, ABZ dan MBC. Mereka menjadi korban arisan online dengan total kerugian mencapai Rp 500 juta lebih.

Kelima korban datang melaporkan kasus ini di SPKT Polda NTT dengan didampingi kuasa hukum Niko Ke Lomi, SH., Lulu B. Manoe, SH., dan Leo Lata Open, SH.

Kasus yang dilaporkan adalah tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan 372 KUHP.

Kasus ini dilaporkan oleh Sainah Bahweres (37), IRT yang juga Warga RT 014/RW 004, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kasus ini tertuang dalam laporan polisi LP/8/222/V/RES 1.11/2020/SPKT Polda NTT, pada tanggal 28 Mei 2020.

Dengan terlapor Nunung Adam Kurma, wiraswasta yang beralamat di Asmara 744 Tobir Kabupaten Belu.

Kuasa Hukum Niko Ke Lomi kepada wartawan di Kupang, Jumat (3/7/2020) petang, mengatakan, kasus arisan online awalnya dilaporkan oleh Sainah Bahweres (37), dan sudah dilakukan pemeriksaan dua orang saksi.

“Namun pada hari ini kami mendapatkan kuasa lagi dari empat orang korban dengan terlapor yang sama Nunung Adam Kurma yang juga masih sama dalam satu group arisan online bernama Nong Ariso,” kata Niko.

“Sehingga penyidik Polda NTT, hanya memakai satu lapor polisi, agar satu orang anggota penyidik yang menindaklanjuti proses hukumnya,” lanjut dia.

Lanjut Niko, kasus arisan online ini bukan hanya terlapor saja tetapi diduga juga ada keterlibatan suami terlapor yang merupakan oknum anggota TNI AD.

“Dugaan keterlibatan suami terlapor karena ada aliran dana dan bukti- bukti yang mengarah ke suami nya,” sebut Niko.

Sehingga menurut Niko, pihaknya akan melakukan laporan ke Polisi Mliter (PM).

Sebab dalam kitab hukum Undang-undang (UU) Pidana, menurut Niko, apabila ada dugaan perkara pidana yang melibatkan orang sipil dan TNI maka pengadilan dilakukan secara konisitas itu terdapat dalam KUHAP Pasal 89 sampai Pasal 94, dan itu juga ada dalam UU Pengadilan Militer.

Niko juga berharap agar pihak Polisi Militer Kupang tetap menerima pengaduan pihaknya karena lima orang klien nya mengalami kerugian ratusan juta.

“Karena sebelumnya klien saya sendiri sudah ada upaya mediasi, dimana upaya yang bersifat persuatif dan terlapor sendiri tidak ada etikat baik untuk selesaikan masalah ini,” imbuh Niko.

ABZ, salah satu korban arisan online yang mana juga sebagai anggota PERSIT ini mengatakan, keterlibatan suami terlapor dalam arisan online tersebut, karena ada bukti tranfer ke rekening atas nama suaminya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terlapor dalam kasus ini belum berhasil dikonfirmasi.

Begitupun pihak Polda NTT yang menerima dan sedang menangani perkara ini juga belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terkini dalam penanganan perkara dimaksud. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Mantan Kacab Bank NTT Surabaya Dihukum 10 Tahun Penjara, JPU-Terdakwa Banding

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Dedakus Leba di Pengadilan Tipikor Kupang, Jumat (20/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kejati NTT Pulihkan Kerugian Negara Rp 128 M, Dikembalikan Seluruhnya dalam Bentuk Uang dan Aset

Published

on

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.
Continue Reading

HUKRIM

JPU Kejati NTT Tuntut Siswanto Kodrata Dipenjara 8 Tahun, Bayar Denda Rp 750 Juta

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan tuntutan JPU untuk terdakwa Siswanto Kodrata di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (26/11/2020).
Continue Reading