Connect with us

HUKRIM

‘Kuliti’ Bank NTT, Kejati Gilir Komisaris, Direksi, Kadiv dan Kacab

Published

on

Gedung kantor pusat Bank NTT.

Kupang, penatimor.com – Penyidik Pidsus Kejati NTT melakukan pemeriksaan secara maraton terhadap para pejabat tinggi Bank NTT.

Sejak Senin (29/6/2020) hingga Rabu (2/7/2020), penyidik intensif memeriksa dewan direksi, dewan komisaris hingga jajaran kepala divisi dan kepala cabang Bank NTT.

Rata-rata seorang saksi diperiksa dua hingga tiga hari berturut-turut karena harus memberikan keterangan untuk ketujuh tersangka.

Pemeriksaan saksi secara maraton ini dilakukan tim penyidik Kejati NTT agar penyidikan perkara dugaan korupsi kredit modal kerja dan modal investasi senilai Rp 139 miliar lebih pada Bank NTT Cabang Surabaya dengan estimasi kerugian negara Rp 127 miliar lebih ini cepat tuntas.

Rabu (1/7/2020), tim penyidik Kejati kembali memeriksa jajaran pimpinan Bank NTT.

Pucuk pimpinan Bank NTT yang diperiksa adalah Direktur Kepatuhan Hilarius Minggu, Direktur Umum Yohanes Umbu Praing dan Komisaris Utama Bank NTT Juvenile Jodjana.

Saksi lain dari Bank NTT yang diperiksa adalah Christofel Adoe selaku mantan Kadiv Pengawasan dan SKAY, sekarang Kadiv Kepatuhan.

Ada pula saksi Paulus Stefen Mesak mantan Kadiv Kepatuhan dan sekarang Kadiv SDM.

Termasuk Aloysius Geong selaku Kadiv Suporting Kredit, Matius J. Mangi sebagai Kadiv Penyelamatan Kredit dan mantan Kadiv Pemasaran Kredit, Beni Pellu.

Komisaris Utama Bank NTT Juvenile Jodjana kepada wartawan usai pemeriksaan di kantor Kejati NTT, mengatakan, dirinya diperiksa untuk melengkapi berkas perkara ketujuh tersangka.

Dalam pemeriksaan tambahan itu, Juvenile mengaku ditanyakan juga apakah mengenal para tersangka.

“Kebetulan juga saya baru masuk dan ini juga kejadian sebelumnya kan, jadi kita nggak kenal. Bahkan kita nggak tau lah kejadiannya sampai dengan pencairan. Ada juga pertanyaan beberapa hal dan sudah kita klarifikasi,” kata Juvenile.

Komut Bank NTT juga mengapresiasi Kajati NTT Dr Yulianto dan seluruh jajaran yang telah bekerja sangat luar biasa menangani kasus ini.

“Semoga cepat ada titik terang, dan Bank NTT juga bisa recovery lah kerugian ini untuk memperbaiki kinerja Bank NTT,” harap Juvenile.

Kasi Penkum Kejati NTT Abdul Hakim membenarkan pemeriksaan para saksi dari petinggi Bank NTT tersebut.

“Ya, saat ini penyidik sedang memeriksa para saksi dari jajaran direksi dan komisaris Bank NTT. Bisa diperiksa lagi, tergantung kebutuhan penyidik,” kata Abdul Hakim.

Menurutnya, selain memeriksa para saksi dari Bank NTT dan saksi lainnya, tim penyidik juga terus memeriksa para tersangka yang sudah ditahan, masing-masing Stefanus Sulaiman, Yohanis Ronald Sulaiman, Siswanto Kodrata dan Ilham Nurdiyanto.

Sebelumnya, Selasa (30/6/2020), jajaran petinggi Bank NTT yang menjalani pemeriksaan tambahan adalah Direktur Pemasaran Dana, Absalom Sine dan Direktur Kepatuhan, Hilarius Minggu.

Sementara, pejabat utama Bank NTT yang baru diperiksa adalah Komisaris Independen Bank NTT Frans Gana dan Samuel Djo.

Turut diperiksa Direktur Pemasaran Kredit Harry Alex Riwu Kaho merangkap Plt. Dirut.

Penyidik Pidsus Kejati NTT juga memeriksa Komisaris Utama Bank NTT Juvenile Jodjana. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Total Tuntutan Hukuman untuk Wilyam Kodrata Capai 17 Tahun Penjara

Published

on

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan JPU untuk terdakwa Wilyam Kodrata di Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (25/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Usut Kasus Penganiayaan dengan Senjata Tajam di depan RS Dedari Kupang, Polisi Periksa Saksi Tambahan

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Sidang Jonas Salean, JPU Dinilai Belum Bisa Buktikan Status Kepemilikan Tanah

Published

on

Tim Penasehat Hukum terdakwa Jonas Salean memberikan keterangan kepada awak media di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading