Connect with us

UTAMA

Kajati NTT Siap Awasi Dana Covid-19

Published

on

Kajati NTT Dr. Yulianto

Kupang, penatimor.com – Kajati NTT Dr Yulianto berkomitmen menuntaskan penanganan kasus korupsi yang selama ini belum selesai ditangani pihak Kejati NTT.

Dia juga siap mengerakan jajarannya untuk mengawasi alokasi dan penggunaan dana yang digelontorkan untuk penanganan Covid-19 di NTT.

Yulianto mengatakan hal ini kepada wartawan di kantornya, belum lama ini.

Menurut Yulianto, kembali mengabdikan diri di NTT seperti kembali ke rumah sendiri.

“Yang jelas Kejati NTT itu rumah saya. Saya kembali ke rumah saya sendiri. Saya akan berusaha yang terbaik untuk Kejati NTT dan masyarakat NTT,” kata Yulianto.

Menurut mantan Kajari Sumba Barat itu, dirinya juga akan melaksanakan instruksi Jaksa Agung terkait pengawasan terhadap anggaran Covid-19.

“Untuk pengawasan dana Covid, nanti akan saya lihat dan evaluasi, apakah akan dilakukan oleh Bidang Intel atau Datun. Pokoknya setelah ini akan kita lakukan evaluasi,” ujarnya.

Yulianto menambahkan, dirinya juga akan berupaya mewujudkan Kejati NTT mencapai predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Bebas Melayani (WBBM).

“Kita akan berusaha mewujudkan. Hasilnya kita serahkan kepada Allah,” imbuhnya.

Terkait dengan penanganan perkara korupsi, Yulianto berkomitmen untuk menuntaskannya.

“Dalam situasi pandemi ini, tetap akan kita lakukan proses penegakan hukum, namun standar Covid masih kita gunakan,” imbuhnya.

Nantinya juga, lanjut Kajati, akan dievaluasi apakah dalam proses pemeriksaan apakah menggunakan IT atau tidak, karena jika menggunakan IT maka pemeriksaan sudah tidak harus dengan tatap muka atau berhadap-hadapan.

“Jadi sekali lagi standar penanganan perkara tetap mematuhi prosedur kesehatan,” imbuhnya.

Yulianto yang juga mantan Kasi Pidsus Kejari Ngada di Bajawa itu juga berkomitmen bahwa apa yang sudah baik dilakukan oleh pendahulunya, akan dia lanjutkan, dan apabila ada yang kurang maka akan ditingkatkan.

“Terkait dengan penanganan perkara korupsi, nanti akan dilihat bagaimana dengan anatomi dari kasus-kasus tersebut. Terus alat buktinya apa. Nanti kalau sudah kita temukan semuanya maka kita ambil sikap. Seperti itu, makanya harus kita evaluasi secara benar,” jelas Yulianto. (max)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Menkes Lakukan Peletakan Batu Pertama RSUP Kupang

Published

on

Menteri Kesehatan RI, Letjen TNI (Pur) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, sp.Rad., melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan Rumah Sakit Umum Pratama (RSUP) Kupang, Kamis (3/12/2020).
Continue Reading

UTAMA

Insan Bumi Mandiri dan PT SMI Launching Program Pemberdayaan Tenun di Sumba

Published

on

Insan Bumi Mandiri (IBM) bekerja sama dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI (Persero) menggelar launching program Tenun.in. di Kelurahan Preiliu, Kecamatan Kamberi, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.
Continue Reading

UTAMA

Panglima TNI dan Kapolri Bantu Korban Erupsi Ile Lewotolok di Pengungsian

Published

on

Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif menyerahkan bantuan Kapolri dan Panglima TNI kepada perwakilan pengungsi eruspi Ile Lewotolok di camp pengungsi, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading