Connect with us

HUKRIM

Dengan Bersimbah Darah, IRT di Kupang Polisikan Suaminya

Published

on

Ilustrasi (NET)

Kupang, penatimor.com – Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kota Kupang mempolisikan suaminya karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Korban berinisial YB (46) adalah warga Kelurahan Solor, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang. Sementara terlapor berinisial TO (46).

Korban melapor polisi karena sering menjadi obyek kekerasan.

Setiap terlapor mabuk minum keras (miras), korban selalu dianiaya.

Korban mengadukan kejadian ini di SPKT Mapolsek Kelapa Lima, Polres Kupang Kota, Selasa (26/4/2020).

Saat melaporkan kasus ini, korban dalam keadaan terluka dan bersimbah berdarah karena dianiaya terlapor.

“Saya nekat lapor polisi karena sudah tidak tahan dengan perlakuan kasar suami saya,” ujar korban saat ditemui di Mapolsek Kelapa Lima, Rabu (27/5/2020).

Korban juga mengaku bahwa sudah beberapa kali melaporkan perbuatan kasar sang suami ke polisi namun selalu berujung damai.

“Sebelumnya saya selalu kasihan kalau dia masuk sel, makanya saya selalu maafkan dia. Tapi untuk kali ini saya sudah tidak bisa maafkan perbuatannya. Biar diproses hingga tuntas,” ujar korban sambil menangis.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Andri Setiawan, SH., SIK., melalui Kanit Reskrim Ipda Dominggus Duran, SH., ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (27/5/2020) petang, membenarkan kejadian tersebut.

Dijelaskan Ipda Dominggus, sebelumnya pada Selasa (26/5/2020), usai korban mengerjakan pekerjaan rumah tangga di rumah majikan, korban pulang ke rumah untuk menyiapkan makan bagi suami dan anaknya.

Namun saat tiba di rumah, pelaku sudah marah-marah dan menuduh korban menggelapkan perhiasan tetangga mereka.

Tidak hanya marah-marah, pelaku langsung memukuli korban berulang kali pada wajah, kepala dan badan.

“Korban yang berusaha melindungi wajah dan kepala akhirnya tersungkur di atas kuburan di dekat rumah. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke rumah, namun pelaku terus mengejar korban hingga ke dalam rumah dan memukuli korban hingga terluka dan berdarah,” urai Ipda Dominggus.

“Pada saat itu korban hanya bisa berteriak minta tolong, sehingga ada tetangga yang datang melerai dan membawa korban ke Rumah Sakit Kota Kupang,” lanjut dia.

Setelah itu, polisi dari Polsek Kelapa Lima kemudian ke lokasi kejadian mengamankan pelaku dan membawa ke Mapolsek Kelapa Lima.

Korban juga mengaku kalau ia dan pelaku menikah sejak tahun 2010. Korban tetap bertekad akan memproses hukum sang suami hingga tuntas.

“Korban juga sudah menjalani visum ke Rumah Sakit Bhayangkara. Pelaku sudah ditahan dalam sel Polsek Kelapa Lima hingga 20 hari kedepan,” tutup Ipda Dominggus. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Seorang Karyawati SPBU di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Dibunuh

Published

on

Berdy Susanti Gabriel (30), karyawati salah satu SPBU di Kota Kupang ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/10).
Continue Reading

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading
loading...