Connect with us

UTAMA

SALUT! Polisi di Kupang Hibahkan HP untuk Mahasiswa Agar Bisa Kuliah Online

Published

on

Bripka Abdul Asis menyerahkan handphone kepada Aloysius Lamanepa (58) di lahan kosong di RT 13/RW 08 Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kupang, penatimor.com – Seorang mahasiswa di Kota Kupang, Fortunatus Roland Lamanepa (20) tidak memiliki handpone sehingga mengalami kesulitan dalam mengikuti proses kuliah secara online.

Dimana mahasiswa semester III progam studi Teknologi Budidaya Perikanan, Jurusan Perikanan Kelautan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang ini tidak memiliki handphone untuk kuliah online.

Handphone nya sudah rusak sebelum adanya perkuliahan online. Ia pun terpaksa meminjam handphone tetangga dan teman untuk mengikuti perkuliahan online. Namun ia harus mengisi pulsa data guna memperlancar proses kuliah online nya.

Sejak pekan lalu, ia sudah berapa kali tidak mengikuti kuliah online karena tidak memiliki uang untuk mengisi pulsa data serta belum bisa memperbaiki handphone nya yang rusak. Ada niat untuk kredit handphone namun kehidupan keluarga nya sangat memprihatinkan.

Saat ini Roland tinggal bersama dengan ayahnya, Aloysius Lamanepa (58) di lahan kosong di RT 13/RW 08 Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap dan sudah dua tahun menderita sakit diabetes sehingga menyebabkan kaki kanan sang ayah luka dan bengkak serta sulit disembuhkan. Mereka menempati rumah semiparmanen yang dibuat berpetak-petak menjadi tiga kamar.

Sang ibu, Rofina Nage juga sudah meninggal dunia sejak tahun 2011 lalu saat masih aktif menjadi guru di SMPN 1 Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Roland dan sang ayah kemudian hijrah ke Kota Kupang sejak tahun 2014 lalu. Sehari-hari mereka mengandalkan uang pensiun sang ibu yang diterima setiap bulan Rp 1,6 juta. Dari uang ini, Rp 600 ribu dipakai untuk kredit sepeda motor karena jarak kampus dan rumah cukup jauh.

Terkadang mereka mendapat bantuan dari tetangga untuk makan sehari-hari. Tetangga pun rutin membantu Aloysius Lamanepa untuk ke rumah sakit mengobati sakit diabetes yang dialaminya.

Roland sempat cemas karena sudah berapa kali tidak mengikuti perkuliahan online dan sebentar lagi memasuki ujian.

“Saya sudah kredit sepeda motor dan belum lunas. Sekarang saya mau kredit handphone untuk Roland tetapi uang tidak cukup. Saat ini kami mengandalkan jagung untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Aloysius Lamanepa saat ditemui di kediamannya, Senin (11/5/2020).

Ia kasihan dengan nasib anaknya namun ia tidak bisa berbuat apa-apa. Belakangan, kondisi Roland didengar orang lain dan juga anggota polisi.

Aipda Muhammad Aris, SH., dan adiknya Bripka Abdul Asis pun iba dengan kondisi yang dialami Roland. Pada Senin (11/5/2020), Bripka Abdul Asis pun mendatangi kediaman Aloysius Lamanepa.

Muhammad Aris, SH

Ia mendengarkan curhat dari Aloysius soal kehidupan mereka sehari-hari pasca ditinggal sang istri dan pasca ia menderita sakit diabetes.

Bripka Abdul Asis datang mewakili kakak nya, Aipda Muhammad Aris, SH. Aipda Muhammad Aris, SH menitipkan handphone merek Samsung dan Bripka Abdul Asis menyumbangkan uang untuk paket data untuk Roland. Bripka Abdul Asis pun menitipkan uang untuk pengobatan luka pada kaki Aloysius Lamanepa.

Namun sayang nya saat Bripka Abdul Asis datang, Roland tidak berada di rumah karena sedang mencari pinjaman handphone dari kawan untuk kuliah online.

Bripka Abdul Asis pun menitipkan handphone dari Aipda Muhammad Aris, SH yang tidak sempat datang karena mengikuti pendidikan calon perwira secara online.

Ia sedang mengikuti pendidikan Setukpa Polri angkatan 49 tahun 2020.

“Semoga bantuan ini membantu kelancaran kuliah Roland dan handphone dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan kuliah,” ujar Bripka Abdul Asis saat menyerahkan handphone dan uang.

Aloysius Lamanepa terharu dengan bantuan tersebut. Ia tak kuasa menahan tangis saat menerima bantuan tersebut karena bisa memperlancar proses kuliah anaknya.

“Saya akan selalu ingatkan anak saya supaya menggunakan handphone untuk kegiatan kuliah,” ujar nya sambil terisak.(mel/wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

JPU Kejati NTT Tuntut Siswanto Kodrata Dipenjara 8 Tahun, Bayar Denda Rp 750 Juta

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan tuntutan JPU untuk terdakwa Siswanto Kodrata di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (26/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Ilham Nurdianto Dituntut 126 Bulan Penjara

Published

on

Terdakwa Ihlam Nurdianto (berkursi roda) tampak tenang mendengarkan tuntutan JPU dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (26/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Muhamad Ruslan Divonis 10 Tahun Penjara

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Muhamad Ruslan di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (26/11/2020).
Continue Reading