Connect with us

UTAMA

Satu Lagi Positif Covid-19 di NTT, Klaster Sukabumi jadi 9 Orang

Published

on

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere didampingi Karo Humas Seda NTT yang juga Jubir Covid-19 NTT, Marianus Artu Jelamu saat mengumumkan perkembangan penanganan Covid-19 di Sekertariat Covid-19 NTT, Sabtu (9/5).

Kupang, penatimor.com – Spesimen swab tes yang diperiksa perdana pada Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) di RSUD W. Z. Johannes Kupang akhirnya diumumkan hasilnya oleh gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Diasease 2019 (Covid-19) Provinsi NTT, Sabtu (9/5/2020).

Dari rencana awal 46 spesimen swab yang diperiksa ternyata hanya 24 spesimen yang berhasil diperiksa. Semuanya dari klaster Sukabumi.

Pengumuman disampaikan secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dominikus Minggu Mere yang juga sebagai Sekretaris 1 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT didampingi Juru Bicara Gugus Tugas, Marius Artu Jelamu.

Dominikus Minggu Mere mengatakan mesin PCR RTM yang ada di Laboratorium RSUD awalnya digunakan sebagai pemeriksaan AIDS dan dimodifikasi dengan penambahan komponen dan digunakan untuk pemeriksaan Covid-19 sehingga perlu adaptasi.

“Jadi awalnya kita tidak bisa raning 96 sekaligus tapi karena harus adaptasi terlebih dahulu maka hanya 24 swab saja yang diperiksa. Sampel swab ini berasal dari klaster Sukabumi,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, dari 8 yang positif covid-19 dari Klaster Sukabumi 4 lainya masih postif.

Sementara 4 lainnya sudah negatif dan terjadi penambahan satu orang lagi yang positif sehingga total keseluruhan yang positif hingga saat ini berjumlah 9 orang.

“Mereka masih dalam keadaan stabil dan baik tapi kita terus melakukan isolasi sesuai protokol kesehatan RSB Titus Uly Kupang. Untuk yang negatif akan diambil lagi swab kedua dalam waktu dekat,” sebut Dominikus.

Diharapkan kepada masyarakat agar dapat mendeteksi dini dan melakukan upaya-upaya pencegahan seperti menjaga kerumunan massa, tetap mengenakan masker agar terhindar dari transmisi lokal.

“Kalau transmisi lokal terjadi maka kita harus membutuhkan lebih banyak energi lagi dalam penanganannya,” katanya. (*/wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Total Tuntutan Hukuman untuk Wilyam Kodrata Capai 17 Tahun Penjara

Published

on

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan JPU untuk terdakwa Wilyam Kodrata di Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (25/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Usut Kasus Penganiayaan dengan Senjata Tajam di depan RS Dedari Kupang, Polisi Periksa Saksi Tambahan

Published

on

Kasat Reskrim Iptu Hasri Manasye Jaha, SH.
Continue Reading

HUKRIM

Sidang Jonas Salean, JPU Dinilai Belum Bisa Buktikan Status Kepemilikan Tanah

Published

on

Tim Penasehat Hukum terdakwa Jonas Salean memberikan keterangan kepada awak media di Pengadilan Tipikor Kupang.
Continue Reading