Connect with us

HUKRIM

Mediasi Gagal, Klien Polisikan Kuasa Hukum, Terancam 4 Tahun Penjara

Published

on

Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba

Kupang, penatimor.com – Penyidik Unit Reskrim Polsek Oebobo, Polres Kupang Kota, terus mengembangkan penyelidikan perkara dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 50 juta yang dilaporkan Marince Y. Henukh (43).

Marince yang juga warga Jalan Dua Lontar, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, mempolisikan Ishak Lalang Sir, SH.

Ishak diketahui berprofesi sebagai advokat yang juga warga Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Hubungan pelapor dan terlapor dalam perkara ini adalah sebagai kuasa hukum dan klien.

Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba yang dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2020) pagi, mengatakan, sebelum pelapor secara resmi membuat laporan polisi, telah dilakukan mediasi antara pelapor dan terlapor yang difasilitasi oleh pihak Polsek Oebobo.

“Pada saat dilakukan mediasi, terlapor hanya sanggup mengembalikan uang pelapor sebesar Rp 10 juta pada (5/5/2020). Tetapi tidak disetujui oleh pelapor sehingga mediasinya gagal,” jelas Kapolsek.

Karena mediasi gagal, pelapor akhirnya membuat laporan yang tertuang pada laporan polisi: LP/Bin/66/IV/2020/Sektor Oebobo, Kamis (30/4/2020) petang.

Kapolsek melanjutkan, penyidik yang ditunjuk menangani kasus ini juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan satu orang saksi, dan akan dilakukan pemeriksaan tambahan dua orang saksi.

“Setelah melakukan pemeriksaan saksi tambahan, baru terlapor akan diperiksa sebagai saksi,” kata Kapolsek.

Perwira dengan pangkat satu melati di pundak itu jelaskan, kasus ini dengan korban Mariana Langga yang merupakan ibu kandung dari perlapor, dimana pada saat itu membutuhkan bantuan hukum dalam perkara perdata, sehingga terlapor sebagai kuasa hukum.

Masih menurut Kapolsek, setelah terlapor menjadi kuasa hukum, terlapor meminta korban memberikan uang sebesar Rp 10 juta pada (10/8/2018).

Berselang dua hari kemudian, lanjut Kapolsek, terlapor meminta uang sehingga diberikan Rp 40 juta dan diserahkan kepada terlapor di Jalan Palapa, depan Kantor Pos dan Giro Kupang, sehingga total uang yang diberikan korban kepada terlapor sebesar Rp 50 juta.

“Tanggal 14 Agustus 2018 terlapor datang ke rumah korban untuk menandatangani kwitansi bermaterai 6000, sebagai biaya perkara tanah dan biaya operasional advokat,” jelas Kapolsek.

Dilanjutkan Kapolsek, karena korban sudah menyerahkan perkara ini kepada terlapor, sehingga sekitar bulan September 2018 korban menanyakan perkembangan perkara yang ditangani, tetapi terlapor menjawab bahwa sidang nya pada bulan Oktober 2018.

Namun setelah dicek oleh korban, tidak ada sidang perdata tanah di Desa Sakubatun, Kecamatan Rote Barat
Daya, Kabupaten Rote Ndao yang didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Rote Ndao.

“Karena terlapor tidak mendaftarkan perkara perdata di Pengadilan Rote Ndao, pada tanggal (20/11/2018) ibu pelapor/korban Mariana Langga mencabut surat kuasa yang diberikan kepada terlapor,” jelas Kapolsek.

Setelah itu menurut Kapolsek, terlapor susah ditemui dan selalu menghindar, sehingga korban bersama pihak keluarga berhasil bertemu korban pada (30/4/2020) di depan Pengadilan Negeri (PN) Kupang dan membawa terlapor ke Polsek Oebobo, Polres Kupang Kota.

“Untuk kasus dugaan penipuan ini, terlapor dikenakan Pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” tandas¬†mantan Kasat Lantas Polres Sumba Barat ini.

Sementara itu, terlapor Isak Lalang Sir saat dikonfirmasi media ini pada Sabtu (2/5/2020) malam via ponsel, terkait laporan terhadap dirinya di Polsek Oebobo, berjanji akan memberikan klarifikasi kepada media ini melalui hak jawab pada Senin (4/5/2020).

Namun hingga waktu yang terlapor sendiri tentukan, klarifikasi belum juga disampaikan.

Terlapor yang kembali dihubungi via ponsel pada Rabu (6/5/2020) malam untuk mengkonfirmasi terkait perkara dimaksud, kembali berjanji bahwa akan memberikan hak jawab pada Jumat (8/5/2020). (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Tawuran Antar Massa Paslon Pilkada Malaka, Polisi Amankan 13 Terduga Pelaku

Published

on

Belasan senjata tajam diamankan aparat Polres Malaka.
Continue Reading

HUKRIM

Mantan Kacab Bank NTT Oelamasi Segera Diadili

Published

on

Tersangka Jhon Nedy Charles Sine, SE., alias Jhon Sine alias Jhon (Mantan Pimpinan Cabang Bank NTT Oelamasi-Kabupaten Kupang) hendak dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Kupang, Rabu (2/11/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Stefanus Sulayman Divonis 18 Tahun Penjara, Yohanes Sulayman 12 Tahun

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Stafanus Sulayman di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading