Connect with us

HUKRIM

Jual Tanah Pemerintah, Warga Kupang Ini Dipolisikan

Published

on

KBO Reskrim Iptu I Wayan P. Sujana

Kupang, penatimor.com – Seorang pria di Kota Kupang bernasib sial karena menjadi korban dugaan penipuan dengan modus jual beli tanah.

Korbannya adalah Tuestin Apriyanti Keye (30), warga Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Terlapornya berinisial ML yang juga warga Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Kasus ini terjadi di rumah terlapor di Kelurahan Sikumana pada Selasa (9/3/2020).

Terlapor ML diketahui sudah sering dilaporkan ke aparat kepolisian terkait dugaan kasus penipuan.

Kasus ini berawal saat korban mengetahui terlapor hendak menjual tanah seharga Rp 37 juta, sehingga korban pun melakukan panjar sebesar Rp10 juta.

Setelah melakukan pengecekan atas tanah yang dijual oleh ML, ternyata tanah tersebut bukan milik terlapor, melainkan milik pemerintah daerah.

Kasus dugaan penipuan ini tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/B/499/ IV/ 2020/SPKT Resor Kupang Kota pada (27/4/2020).

Ada dua saksi yang sudah diperiksa penyidik Sat Reskrim Polres Kupang Kota.

Hal ini dikatakan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Hasri Manasye Jaha, SH., melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Iptu I Wayan P. Sujana, SH., ketika diwawancara di ruang kerjanya, Rabu (29/2/2020) siang.

Iptu Wayan jelaskan, kasus dugaan penipuan ini berawal saat korban melihat iklan penjualan sebidang tanah di media sosial facebook.

Tanah tersebut disebutkan berlokasi di Kelurahan Sikumana.

Korban pun menghubungi via ponsel seseorang bernama Lexi yang tertera pada iklan tersebut.

Korban kemudian meminta bertemu dengan Lexi dan setelah bertemu, korban diarahkan untuk menemui terlapor ML yang mengaku sebagai pemilik tanah.

Korban lalu bertemu dengan terlapor dan telah memberikan uang panjar tanah Rp 10 juta dengan bukti kwitansi pembayaran.

Setelah itu korban melakukan pengecekan kembali di pihak RT sampai ke kantor wali kota, dan ternyata tanah tersebut adalah milik Pemda Kota Kupang.

Setelah mengetahui tanah tersebut milik Pemda, korban langsung menghubungi kembali terlapor untuk bertemu dan meminta kembali uang yang sudah diberikan sebesar Rp 10 juta.

Terlapor ML berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada tanggal 15 April 2020. Namun sampai dengan saat ini uang korban belum dikembalikan.

Atas kejadian ini, korban pun melaporkan di SPKT Polres Kupang Kota agar diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terlapor ML kita kenakan Pasal 378 KUHP,” kata KBO Satreskrim. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Seorang Karyawati SPBU di Kupang Ditemukan Tak Bernyawa, Diduga Dibunuh

Published

on

Berdy Susanti Gabriel (30), karyawati salah satu SPBU di Kota Kupang ditemukan tidak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/10).
Continue Reading

HUKRIM

Jonas Salean ‘Bebas’

Published

on

Jonas Salean saat meninggalkan kantor Kejati NTT, Selasa (27/10/2020).
Continue Reading

HUKRIM

Kajati NTT jangan Campuradukkan Wewenang Administrasi Negara dan Wewenang Penuntutan Jaksa

Published

on

Petrus Salestinus (NET)
Continue Reading
loading...