Connect with us

UTAMA

Bertambah 9 Kasus Positif Covid-19, NTT Kembali Zona Merah

Published

on

Juru Bicara Gugus Tugas NTT yang juga Kadis Kesehatan NTT, dr. Domi Mere didampingi Karo Humas Setda NTT, Jelamu Ardu Marius (kanan) memberikan keterangan pers terkait penanganan Covid-19 di NTT, di ruang Biro Humas Setda NTT, Kamis (30/4).

Kupang, penatimor.com – Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, kembali mengumumkan pasien positif Covid-19.

Kadis Kesehatan NTT yang juga Juru Bicara Gugus Tugas, dr. Dominikus Minggu Mere, saat memberikan keterangan pers di ruang Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Kamis (30/4) mengatakan, NTT saat ini kembali ke zona merah setelah sebelumnya sempat berada di zona hijau ketika pasien positif 01 dinyatakan sembuh beberapa hari lalu.

Menurut dr. Domi, NTT kembali berada di zona merah setelah bertambah sembilan orang yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19. Dari jumlah itu, sebanyak tujuh kasus positif berada di Kota Kupang, dan dua lainnya ada di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Dokter Domi menyebutkan, tujuh orang pasien positif Covid-19 itu kini sedang dirawat di RS Bhayangkara Kupang, dimana mereka merupakan bagian dari klaster Sukabumi, Jawa Barat.

“Ini merupakan hasil dari pemeriksaan 13 sampel yang dikirim ke Jakarta, dimana tujuh orang dinyatakan positif covid. Pasien positif Covid-19 ini merupakan klaster dari Sukabumi Jawa Barat. Kasus positif ini informasinya baru kita terima dari Jakarta,” ungkap dr. Domi.

Dokter Domi mengatakan, tujuh pasien positif ini sedang diisolasi di RS Bhayangkara Drs. Titus Uly, dan sudah ada koordinasi dengan Direktur RSB Kupang untuk pengambilan sampel berikut sesuai protokol penatalaksanaan Covid-19.

Sedangkan untuk dua positif di Manggarai Barat sedang dirawat di RSUD Komodo, Labuan Bajo. Kedua pasien terkonfirmasi positif dari klaster Gowa, Sulawesi Selatan.

“Kedua pasien positif Covid-19 di Manggarai Barat ini sedang diisolasi di RSUD Komodo Labuan Bajo,” kata dr. Domi.

Dengan tambahan sembilan kasus positif ini, Provinsi NTT telah mencatatkan 10 kasus positif Covid-19, dimana pasien 01 atas nama El Asamau telah dinyatakan sembuh dan kembali ke rumah beberapa hari lalu.

Dokter Domi menambahkan, sembilan orang pasien positif ini kondisinya baik dan sedang dalam perawatan medis. Selanjutnya menunggu pemeriksaan swab kedua di laboratorium RSUD Johannes Kupang, yang akan dioperasikan mulai 5 Mei mendatang.

Dokter Domi menyebutkan, sampel swab yang dikirim dari NTT selalu ke Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kemenkes di Jakarta, Ekman dan BBTKL Surabaya. Sejauh ini, kata dr. Domi, sudah ada 117 sampel yang dikirim ke laboratorium itu. Sebanyak 56 sampel sudah ada hasil, dimana 46 sampel dinyatakan negatif, dan 10 sampel positif. Satu diantaranya termasul El Asamau yang sudah terkonfirmasi negatif setelah pemeriksaan swab kedua. “Sedangkan yang belum ada hasil 36 sampel semoga diketahui dalam waktu secepatnya,” pungkas dr. Domi.

Untuk diketahui, khusus klaster Sukabumi ini adalah para calon perwira polisi yang akan mengikuti pendidikan calon perwira di Lemdiklat Polri di Sukabumi, dimana terdapat beberapa calon perwira dari NTT. Sedangkan klaster Gowa merupakan peserta Itjima Ulama yang sempat hadir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan untuk mengikuti kegiatan di sana namun akhirnya dibatalkan karena penerapan social distancing. Saat itu, ada peserta Itjima Ulama juga yang berasal dari NTT.

ODP Turun OTG Naik

Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, terus berupaya menekan penyebaran wabah Covid-19 di NTT. Hingga kemarin (29/4), sesuai data, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jumlahnya menurun dari 1.686 menjadi 459. Sedangkan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) masih tinggi, yakni dari 310 orang menjadi 360 orang.

Jubir Satgus Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, Jelamu Ardu Marius, dalam keterangan pers Rabu (29/4) malam, merincikan, sesuai data terakhir jumlah OTG sebanyak 350 orang. Sudah selesai pemantauan 40 orang. Sehingga jumlah OTG saat ini tersisa 310 orang.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1626 orang. Selesai dipantau 1.184 orang, sehingga jumlah ODP saat ini tinggal 441 orang. Yang sedang dirawat 10 orang, yang menjalani karantina mandiri 378 orang dan karantina terpusat 53 orang.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 59 orang. Yang sudah sembuh 33 orang, pantau dirumah 8 orang, rawat di rumah sakit 9 orang dan yang meninggal 8 orang.

Ia mengatakan dari pemaparan angka jumlah ODP dan PDP angkanya trend menurun dari 1686 menjadi 459. Sedangkan jumlah OTG masih tinggi 310 orang dari sebelumnya 360 orang. Kecenderungan angka menjadi turun sejalan dengan kebijakan Menteri Perhubungan, untuk membatasi penerbangan agar membatasi arus mudik dan ruang gerak pelintas udara maupun laut.

Marius mengatakan jumlah OTG justru angkanya masih tinggi dan terbanyak di dua kabupaten yakni Manggarai Barat sebanyak 350, selesai dipantau 135 orang sehingga tinggal 129 orang. Sedangkan untuk Kabupaten Sikka jumlah OTG sebanyak 134 orang.

Ia berharap dukungan masyarakat membantu pemerintah setempat agar mengawasi OTG. Sebab walaupun orang tanpa gejala tetapi riwayat perjalanannya datang dari daerah zona merah yang ada pasien positif covid, sehingga tentu berpotensi menular. Walaupun belum positif tetapi karena statusnya tanpa gejala sehingga patut waspada.

Untuk itu diharapkan pimpinan wilayah agar melakukan pengawasan serius. Dan dukungan dari masyarakat untuk bisa memantau pasien OTG. Sebab ada sejumlah OTG yang nakal tidak mau ikuti aturan jalani isolasi di rumah. Perlu kerja sama yang baik masyarakat membantu pemerintah mengawasi OTG agar membatasi terjadi penularan.

Pemerintah Provinsi juga memberikan apresiasi terhadap sejumlah daerah yang sudah menyiapkan tempat karantina terpusat untuk masyarakatnya. Diantaranya, Flores Timur, Rote Ndao, TTU, Kota Kupang, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sumba Barat, dan Sumba Timur.

“Tentunya dukungan kerjasama provinsi dan kabupaten kota sehingga bisa menekan penularan wabah ini,” pungkas Marius. (sumber: timexkupang.com/wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

Stefanus Sulayman Divonis 18 Tahun Penjara, Yohanes Sulayman 12 Tahun

Published

on

Sidang virtual dengan agenda pembacaan putusan majelis hakim untuk terdakwa Stafanus Sulayman di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (1/12/2020).
Continue Reading

UTAMA

Tersambar Petir, Tiga Warga Kupang Tewas

Published

on

Tiga korban tewas akibat tersambar petir di wilayah Kabupaten Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Besok, Penyidik Kejati NTT Periksa Gories Mere dan Karni Elyas

Published

on

Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.
Continue Reading