Connect with us

UTAMA

Nilai Tidak Direkayasa, Satu Peserta Bintara Kompetensi Khusus Gugur Tes

Published

on

Kombes Pol Tavip Yulianto

Kupang, penatimor.com – Penilaian tahapan ujian seleksi penerimaan anggota Polri bintara kompetensi khusus perawat dan bidan tahun anggaran 2020 Panitia Daerah (Panda) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) tanpa direkayasa.

Dari 21 peserta tes, satu orang dinyatakan gugur dan tidak memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi pada tahapan pemeriksaan kesehatan tahap II, Rabu (22/4/2020).

Sidang digelar terbuka menuju pemeriksaan kesehatan tahap II dalam seleksi penerimaan anggota Polri bintara kompetensi khusus perawat dan bidan TA 2020 Panda Polda NTT di Aula Rupatama Lantai 3 Mapolda NTT.

Dari 21 peserta, satu peserta pria jurusan perawat dinyatakan tidak memenuhi syarat karena memiliki nilai rendah pada aspek antropometri atau pemeriksaan struktur tubuh.

Agustinus, peserta yang tidak memenuhi syarat langsung digiring ke ruang konseling dan diberikan pendampingan oleh tim psikologi dan tim dokter. Ia pun menerima keputusan ini dengan lapang dada.

Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Riyadi Nugroho, SIk pada kesempatan tersebut menyebutkan kalau proses penerimaan dilakukan terkait kebutuhan tenaga bidan dan perawat serta menangani wabah korona.

Tahapan seleksi pun dilakukan secara ketat diawali dengan penyemprotan disinfektan pada lokasi seleksi serta pemeriksaan suhu tubuh dan pemeriksaan kesehatan.

Dan seluruh hasil tes pun langsung dilaporkan ke Mabes Polri dan Mabes yang menentukan peserta yang memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat.

“Peserta dengan kategori K2 (kurang sekali) untuk tahapan kesehatan maka tidak memenuhi syarat. Di tahapan kesamaptaan jasmani khususnya bidang antropometri jika tidak memenuhi syarat maka pasti gugur. Demikian pula mereka yang mendapat nilai psikologi dibawah 60 dan tidak hadir saat tahapan tes maka dinyatakan tidak memenuhi syarat,” urainya.

Namun dari 21 peserta tes, seluruhnya mendapat nilai psikologi antara 64 hingga 78.

“Namun Agustinus tidak memenuhi syarat di bidang antropometri yang merupakan bagian dari tes kesamaptaan jasmani sehingga gugur,” tambah Karo SDM Polda NTT.

Dari proses ini, tersisa 10 orang bidan dan 10 orang perawat yang mengikuti seleksi kesehatan tahap II pada Kamis (23/4/2020) di SPN Polda NTT.

Kelulusan dan perangkingan sementara diambil berdasarkan nilai tes kompetensi 45 persen, tes psikologi 35 persen dan kesamaptaan jasmani 20 persen.

Irwasda, Kombes Pol Tavip Yulianto yang memimpin sidang ini mengingatkan agar peserta tetap menjaga kondisi dan kesiapan diri untuk tahap selanjut nya.

Disebutkan bahwa Polri sudah sangat transparan dan menetapkan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis (BETAH) sehingga tidak ada nilai yang direkayasa.

“Nilai yang ada sesuai dengan yang dicapai. Kita doakan quota untuk Polda NTT tetap dan tidak berkurang,” tandasnya.

Kepada panitia, Irwasda selaku pengawas umum berpesan agar mengupayakan setiap tahapan bisa maksimal.

“Jaga kesehatan dan ikuti tahapan dengan baik. Panitia tetap sesuai aturan dan laksanakan tugas dengan disiplin,” ujar Irwasda Polda NTT. (mel/wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UTAMA

Kajari Lembata: Lakukan Hal-hal Sederhana untuk Membangun Kebersamaan

Published

on

Kajari Lembata, Ridwan Sujana Angsar, SH.,MH., dan Ketua IAD Lembata Ny. Melanie Angsar bersama para Kasi dan staf.
Continue Reading

HUKRIM

Direktur Poltek Digugat ke PTUN Kupang

Published

on

Lesly Anderson Lay bersama kliennya saat memberikan keterangan pers di Kupang.
Continue Reading

UTAMA

Polisi di SBD Tertibkan Penggunaan Masker, Pelanggar Dihukum Push Up

Published

on

Beberapa pemuda yang tidak memakai masker dihukum push up oleh aparat Polsek Wewewa Barat, Polres Sumba Barat Daya.
Continue Reading
loading...
error: Content is protected !!