Connect with us

HUKRIM

Aniaya Pemilik Kios di Kupang, Satu Pelaku Ditikam hingga Kritis

Published

on

Kaharudin Muh. Ise alias Paman Kahar (24) menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Polsek Oebobo, Jumat (24/4/2020).

Kupang, penatimor.com – Tindak pidana kekerasan terhadap orang dan barang kembali terjadi di Kota Kupang.

Kasus ini dialami Kaharudin Muh. Ise alias Paman Kahar (24).

Korban yang asal Bugis itu merupakan seorang pedagang yang sehari-hari berjualan di kiosnya yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Kasus ini dialami korban di kiosnya, Kamis (23/4/2020) sekitar pukul 14.00 Wita.

Kasus ini tertuang dalam laporan polisi Nomor: LP/B/62/IV/2020/Sektor Oebobo, Polres Kupang Kota, tanggal 23 April 2020, sekitar pukul 17.30.Wita.

Pelaku nya masih dalam penyelidikan pihak Polsek Oebobo.

Kasus ini dibenarkan oleh Kapolsek Oebobo Kompol I Ketut Saba, ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Jumat (24/4) petang.

Dijelaskan Kapolsek, kasus ini berawal pada saat korban berada di kios miliknya, kemudian datang pelaku dalam keadaan mabuk (Miras) dan langsung menghampiri korban sembari meminta rokok dan uang, namun korban tidak memberikan karena sudah sering dipalak.

Karena korban tidak memenuhi permintaannya, pelaku langsung melakukan pemukulan terhadap korban sehingga mengenai bagian kening korban. Setelah itu pelaku langsung pergi meninggalkan korban.

Atas kejadian tersebut, korban langsung menghubungi kakak nya bernama Ahmad Yani via ponsel.

Kemudian Ahmad Yani datang ke kios milik korban dengan niat mengajak korban ke rumah ketua RT setempat.

Pada saat kakak korban datang dan hendak pergi ke rumah ketua RT dengan maksudnya untuk melaporkan kejadian pemalakan tersebut, akan tetapi pada saat dalam perjalanan bertemu para pelaku yang sementara mengonsumsi minuman keras.

Kemudian Ahmad Yani menegur para pelaku dengan mengatakan: “Kenapa kamu pukul saya punya adik”.

Tidak terima ditanya demikian, para pelaku langsung melakukan pengeroyokan terhadap korban dan kakak korban, namun keduanya sempat lari menyelamatkan diri.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala belakang, luka gores di bagian tangan kiri, bengkak di bagian kepala belakang dan rasa sakit di bagian belakang korban.

“Para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” kata mantan Kasat Lantas Polres Sumba Barat.

Menurut informasi bahwa dalam perkelahian tersebut, dugaan sementara kakak korban Ahmad Yani sempat melakukan penikaman terhadap salah satu pelaku.

Penikaman tersebut membuat para pelaku datang ke kios korban dan melakukan pengrusakan.

Kakak korban Ahmad Yani juga dilaporkan di Polres Kupang Kota terkait dugaan penikaman terhadap salah satu pelaku, sehingga kini dalam keadaan kritis di rumah sakit. (wil)

Advertisement


Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HUKRIM

PTUN Kupang Tolak Gugatan Terkait Sengketa Lahan Perumahan Pondok Indah Matani

Published

on

Kuasa hukum Samuel Ahad, SH., didampingi Bobby Lianto, dalam jumpa pers, Kamis (18/9) siang.
Continue Reading

HUKRIM

Direktur Poltek Digugat ke PTUN Kupang

Published

on

Lesly Anderson Lay bersama kliennya saat memberikan keterangan pers di Kupang.
Continue Reading

HUKRIM

Pria di Kupang Ketahuan Nodai Anak Tetangga, Saat Ultah Istrinya

Published

on

Pelaku cabul anak (baju biru) digiring menuju sel tahanan Mapolsek Oebobo.
Continue Reading
loading...